
Seminggu berlalu sejak kepulangan mereka dari daegu, taehyung dan jieun bagaikan orang yang tidak saling mengenal, mereka sama sekali tidak pernah menghubungi satu sama lain bahkan sekedar untuk menanyakan kabar saja tidak, seperti kembali ketitik awal dimana mereka tidak pernah tau bahwa mereka berdua telah dijodohkan.
Jika taehyung disibukkan dengan persiapan comeback mendatang dan syuting run bts maka jieun juga diam-diam sibuk mengerjakan lagunya untuk comeback tahun ini, tak ada yang berubah dari jieun setelah menikah semua nampak sama kecuali saat ia membuka lemarinya, baju taehyung akan terlihat sehingga ia sadar jika dirinya benar benar telah menikah.
"ah benar.....aku telah menikah" jieun tersenyum seraya memegang cincin pernikahan mereka yang sengaja dikaitkannya dikalung yang ia kenakan
Jieun mendadak ingin tau apa yang sedang taehyung kerjakan saat ini, apa di hari sabtu seperti ini taehyung masih latihan?.
To.suamiku
Taehyung-ssi, sedang apa?
Setelah mengetiknya, jieun merasa ada yang aneh, mereka tidaklah dekat hingga mengirim pesan seperti itu, ia lantas menghapus kembali pesan itu.
To.suamiku
Taehyung-ssi bagaimana jika nanti malam kamu pulang kerumah, aku akan masak sesuatu, kita makan bersama😊
"kerumah?" jieun merasa geli sendiri ketika mengetik pesan itu, ia lantas menghapusnya kembali
To.suamiku
Kamu tidak pulang?
"aughh, tidak-tidak ini terdengar sangat akrab, kami bahkan tidak dekat" lagi-lagi jieun menghapus pesan tersebut.
To.suamiku
Pulanglah kerumah, kita makan malam bersama
"aughhh, begitu susahnya mengirim pesan hanya untuk mengajaknya makan malam bersama" ujar jieun frustasi hingga tanpa sengaja jarinya menyentuh tanda send tanpa sepengetahuannya.
"ah molla" jieun melempar ponselnya lalu membaringkan tubuhnya dikasur seraya memejamkan matanya.
Sementara disisi lain, taehyung yang baru saja selesai latihan, dibuat tersenyum dengan pesan singkat dari kontak yang bernama istriku itu. pesan yang selama ini ia tunggu-tunggu akhirnya muncul juga dilayar ponsel miliknya.
"namjoon hyung, aku izin pergi.....dan yahh malam ini aku juga tidak akan pulang" ujar taehyung dengan tergesa-gesa memakai jaket, masker dan topinya
"kemana?"
"kerumah teman , baiklah aku pergi dulu"
"setidaknya mandilah dulu" teriak jimin ketika melihat taehyung sudah berlari keluar dari tempat latihan
"nanti saja" balas taehyung.
.
Jieun terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara aliran air dari dalam kamar mandi.
Seketika jieun linglung lalu melihat sebuah ponsel diatas nakas.
"taehyung?" gumam iu masih setengah sadar..
"omo taehyung!!!!!!" pekiknya ketika sudah sepenuhnya tersadar.
Jieun segera bangkit dari kasur dan merapikan dirinya yang terlihat berantakan, lalu membereskan kamarnya yang juga sama berantakannya, dan yang membuat jieun sangat malu begitu banyak dalamannya diatas kursi yang belum sempat dirapikan.
"apa dia melihatnya tadi?" gumam jieun dengan pipi yang memerah, ia sangat malu.
Namun tanpa disadarinya taehyung ternyata baru saja selesai mandi dan melihatnya yang terlihat malu karna dalamannya .
"sungguh aku tidak melihat apa-apa" goda taehyung
"eoh!" jieun terkejut dan berbalik menatap taehyung.
"aku tidak melihat apapun, kamu boleh menyembunyikannya" lagi-lagi taehyung menggoda jieun, membuat pipi gadis itu terlihat seperti kepiting rebus. segera jieun membereskan semua dalamannya yang berhamburan.
sungguh, saat ini aku ingin menghilang saja dari kamar ini. ini sangat memalukan. jieun
Kamu kapan datangnya? Kenapa tidak membangunkanku?" ujar jieun mengalihkan pembicaraan
"tidurmu sangat nyenyak aku tidak tega untuk membangunkanmu" ujar taehyung lalu berjalan melewati jieun menuju lemari pakaian . ia terlihat santai dan seperti telah terbiasa dengan kehadiran jieun
"kamu bisa keluar sebentar?, aku ingin memakai baju" ujar taehyung dengan piyama ditangannya.
"eoh, tentu saja!" dengan canggung jieun pun melangkah keluar dari kamarnya, bagi jieun keluar dari kamar saat ini adalah pilihan terbaik daripada harus terus-terusan berada di dalam kamar dan membuat kerja jantungnya tidak normal.
"mengapa dia tiba-tiba pulang tanpa mengabari aku, aku bahkan belum berbelanja" gumam jieun seraya menatap isi kulkasnya yang kosong tak ada bahan-bahan yang bisa dimasak malam ini dan jieun hanya bisa menemukan mie instan saat membuka lemari.
"sedang lihat apa?" lagi-lagi taehyung muncul dan mengagetkan jieun.
"eoh!, i-itu....kamu pulang tidak memberitahuku terlebih dahulu, aku tidak sempat berbelanja"
"bagaimana jika kita pesan makanan dari luar saja, kamu setuju?" tanya taehyung
Taehyung sedikit menunduk mensejajarkan wajahnya ke wajah jieun lalu menggeleng seraya tersenyum pada gadis itu.
"tidak masalah, yang terpenting kita bisa makan"
Tampan
Tidak salah jika ada begitu banyak gadis-gadis yang menyukai taehyung, wajah pria itu benar benar tampan dan jieun mengakui itu.
"k-kalau begitu aku akan memesannya" ujar jieun gugup, ia segera berlari mengambil ponselnya dan memesan makanan dari salah satu restoran langganannya.
Sembari menunggu makanan datang, taehyung memilih untuk menonton tv diruang tengah sementara jieun memilih untuk tetap berada dikamar, ia bingung harus berbicara apa pada taehyung, dan ia terlalu gugup jika harus berduaan bersama pria itu.
"jieun-ah, kau terlihat seperti orang bodoh didalam kamar ini sementara suamimu berada diluar sendirian.....sikapmu benar benar buruk" gumam jieun, perlahan lahan ia melangkah keluar dari kamar lalu menghampiri taehyung.
Taehyung tersenyum melihat jieun, lalu berpura-pura kembali fokus pada layar tv dihadapannya, dengan perasaan canggung nan gugup jieun duduk disamping taehyung dan menatap tv didepannya walau pikirannya berada pada pria disampingnya.
tiba-tiba adegan film yang ditonton memperlihatkan adegan kissing yang sukses membuat jieun dan taehyung mendadak aneh, malu, gugup dan sangat canggung . scenenya sangat tidak tepat waktu
Untung saja kecanggungan itu tidak berangsur lama dikarenakan makanan yang dipesan mereka akhirnya datang.
"kamu tunggu sebentar yah, aku akan menyiapkannya dulu"
"biar aku bantu" ujar taehyung seraya menghampiri jieun di meja makan.
"tidak usah taehyung-ssi, biar aku saja, lagipula memang sudah menjadi tugasku untuk melayanimu"
Tubuh taehyung seperti ingin melompat-lompat kegirangan mendengar ucapan jieun, namun sebisa mungkin ia mengontrol dirinya agar tidak terlalu tampak betapa senangnya dia mendengar kata kata itu.
Tidak lama kemudian, semua makanan telah tertata rapi diatas meja makan dengan segera taehyung dan jieun duduk untuk menyantap makan malamnya, tidak dalam nuansa romantis namun entah mengapa dinner kali ini terlihat begitu romantis meski kegugupan dan kecanggungan masih menyelimuti keduanya.
Tak ayal terkadang keduanya saling mencuri-curi pandang ketika tak tahu harus memulai sebuah percakapan.
"kamu ternyata suka coklat panas" ujar jieun memecah keheningan
"iya, dan aku pernah berkata jika ingin mempunyai istri yang bisa membuatkanku coklat panas setiap harinya"
"iya, aku membacanya kemarin" ujar jieun tanpa sadar, namun didetik berikutnya ia meruntuki kebodohannya, sama saja dia seperti memberitahu taehyung jika ia telah mencari-cari tahu tentang pria itu. ah sial aku malu sekali.
Taehyung tersenyum melihat tingkah lucu jieun, untuk sesaat ia bisa melupakan fakta jika gadis yang berada didepannya itu adalah gadis impian sang maknae.
"jieun-ssi, apa aku bisa bertanya padamu?"
"kamu sangat lucu, tidak perlu meminta izin dariku jika ingin bertanya"
"apa kamu tidak terbebani menikah denganku?"
Jieun menggeleng
"walaupun aku sempat ingin menolak perjodohan ini, namun sejauh ini aku sama sekali tidak merasa terbebani, kenapa bertanya seperti itu?, apa kamu terbebani menikah denganku?"
Dengan tersenyum taehyung mengangguk pelan
"sangat terbebani"
"kenapa?" tanya jieun yang sedikit terdengar kecewa dan penasaran
"karna aku takut kamu terbebani akan kehadiranku, karna merahasiakan pernikahan ini pada member bts , karna sudah menyakiti jungkook dan yang terakhir aku sangat takut jika nanti aku jatuh cinta sama kamu"
"kenapa takut?"
"aku takut kamu tidak akan pernah membalasnya jika aku mencintaimu, dan aku juga takut jika ternyata kau sudah mencintai orang lain....oleh karna itu aku tidak mau mencintaimu apalagi berharap banyak bisa dicintai olehmu"
"jika kamu tidak mau mencintaiku, apa kamu berniat mengakhiri pernikahan ini suatu hari nanti?" tanya jieun
"hem kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"karna kita tidak mungkin menghabiskan masa tua bersama tanpa adanya cinta diantara kita" jawab jieun
"memangnya kamu mau menghabiskan masa tuamu bersamaku?" tanya taehyung balik, jujur jieun merasa sangat gugup, lidahnya keluh, sangat sulit untuk menjawabnya.
"apa kamu mau mencintaiku?" lagi-lagi bukannya menjawab jieun malah kembali bertanya.
"kamu sendiri, apa kamu bisa mencintaiku?"
"kenapa kamu terus bertanya?" sahut jieun
"karna kamu tidak menjawabnya"
Detik itu juga mereka saling terdiam memandangi satu sama lain, enggan untuk menagih jawabannya walau sangat penasaran, hanya membiarkan kedua mata yang saling beradu tatap layaknya sedang berbicara mencari-cari jawaban lewat mata keduanya.
Tbc