Secret Relationship

Secret Relationship
part 4



Setelah berpamitan dengan seluruh keluarga besar mereka, taehyung dan jieun pamit kembali menuju seoul, dan jalur kereta pun menjadi pilihan mereka kali ini.


Perjalanan menuju seoul kurang lebih 3 jam lamanya dan sudah bisa dipastikan selama itu juga mereka akan tetap menggunakan masker untuk menutupi wajahnya mencegah agar tak ada yang mengenali mereka dan sejauh ini tak ada satupun orang-orang yang peduli akan kehadiran mereka, itu artinya tak ada yang menyadari tentang mereka sehingga keduanya bisa bersantai sejenak menikmati perjalanan kali ini layaknya orang biasa.


Perjalanan masih terus berlanjut dan rasa kantuk pun mulai menyerang keduanya.


"Jika kamu mau tidur, tidur saja aku akan membangunkanmu begitu kita sampai nanti"


"ah terima kasih" ujar jieun, lalu ia pun menyandarkan kepalanya kekursi dan menutup matanya. setidaknya dengan ia tidur kegugupannya akan hilang dan ia tidak perlu memikirkan kata-kata untuk memulai sebuah percakapan dengan taehyung, sungguh ini sangat canggung


"tidurmu tidak akan nyaman jika seperti itu, bersandarlah padaku" ujar taehyung, ah betapa ia malu harus mengucapkan kata-kata ini, bagaimana jika jieun menolaknya? Dia bisa sangat malu nantinya.


"nanti bahumu akan sakit, sudahlah aku tidak apa-apa, aku bisa menahannya" yahh itulah iu yang dikenal oleh penggemarnya, dia benar benar gadis yang kuat, tangguh dan selalu menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa perlu menyusahkan orang lain.


"aku tau kamu sangat kuat jieun-ssi, tapi terkadang kamu juga memerlukan pertolongan seseorang, jika kamu tidak ingin menyusahkan orang lain maka susahkan saja aku karna sekarang aku bukanlah orang asing dikehidupanmu!" bersamaan dengan itu taehyung menarik jieun untuk lebih mendekat padanya dan menyandarkan kepala gadis itu dipundaknya. Sejujurnya ia takut tindakannya ini akan dianggap kurang ajar oleh seniornya itu namun statusnya yang sebagai suami tentu taehyung berhak atas gadis itu.


Keduanya terdiam dalam kecanggungan masing-masing seraya menatap lurus kedepan tak adalagi percakapan diantara mereka hingga kereta tiba dengan selamat di stasiun eoul.


"ini lah apartementku, tidak terlalu besar namun cukup nyaman untuk ditinggali"


Taehyung hanya mengangguk-angguk seraya melihat-lihat apartement jieun yang akan ditinggalinya juga. apartementnya lumayan besar jika ditinggali hanya untuk dua orang, dan desain interiornya sangat bagus membuat siapa saja yang melihat pasti akan langsung suka.


"ah iya, karna aku tidak mempunyai lemari pakaian yang kosong lagi, apa kamu tidak masalah jika kita menggunakan lemari pakaian yang sama? hanya untuk sementara saja" tanya jieun, ia takut taehyung tidak ingin baju-bajunya tercampur dengan pakaian milik orang lain.


Taehyung tersenyum, ia tidak pernah menyangka jika sekarang ia benar-benar telah menikah bahkan kelak ketika ia membuka lemari, ia tidak hanya akan menemukan pakaian miliknya tetapi ia juga akan menemukan pakaian milik istrinya.


"tidak apa-apa"


"ah syukurlah, kamu mau aku buatkan coklat panas?" ujar jieun dengan penuh kecanggungan, tentu ini hanyalah akal-akalannya untuk menyibukkan diri agar bisa bernafas lebih tenang, karna jujur ia tak tahu harus berbicara apa pada taehyung, ini benar-benar canggung, lalu bagaimana dengan selanjutnya? mau tidak mau ia harus terbiasa dengan kehadiran taehyung bukan?.


"boleh" sahut taehyung, jieun tersenyum lalu melangkah keluar menuju dapur, melihat hal itu taehyung menghembuskan nafas leganya seraya mengusap-ngusap bagian dadanya. bisa mati ia jika terlalu lama berduaan dengan jieun


"ini sangat aneh!, aku tidak terbiasa dengannya, bagaimana aku akan hidup kedepannya, semenit saja aku terlalu gugup" gumam taehyung


Seraya menunggu jieun membuatkannya coklat panas, taehyung melihat-lihat isi kamar jieun, ia akui jieun sangat rapi dan bersih, taehyung kemudian berbaring dikasur jieun yang terasa sangat empuk dan nyaman.


"ini sangat wangi" gumamnya seraya memeluk guling jieun.


Tidak lama kemudian jieun kembali dengan dua gelas coklat panas ditangannya, dengan segera taehyung bangun dan merapikan kembali kasur jieun, dia tertangkap basah dan ini sungguh memalukan! apa seniornya itu akan menganggapnya tidak sopan?


"tidak apa-apa, jika kamu lelah istirahat saja"


"ah tidak .....aku akan beristirahat di dorm saja nanti"


"ah baiklah, ini untukmu"


Keduanya menikmati coklat panasnya dalam keadaan sangat tenang, tak ada pembicaraan namun dikepala mereka sudah bertumpuk-tumpuk dengan  pertanyaan.


"euhmm, 111777 paswords apartement ini" ujar jieun lalu kembali menyeruput coklat panas miliknya.


Taehyung tersenyum kemudian mengangguk mengerti.


"ah iya ( mengeluarkan dompetnya dan mengambil salah satu kartu kreditnya) ini pakailah!"


"ne?"


"tidak perlu taehyung-ssi, aku bisa memakai kartuku saja"


"jangan seperti itu, biarkan aku menjadi suami yang baik untukmu, meskipun tidak ada cinta dalam pernikahan kita setidaknya biarkan aku melakukan tugasku sebagai suamimu, dan ini adalah tanggung jawab suami bukan tanggung jawab istri"


Damn!!


malu dan gugup bersamaan dirasakan oleh jieun setelah mendengar perkataan taehyung, dan jieun yakin taehyung juga merasakan hal yang sama, ini bukanlah pernikahan atas dasar cinta namun mengapa setiap kata yang terucap mampu membuat mereka begitu gugup dan bersemu disaat yang bersamaan meskipun itu hanyalah perkataan yang sepele.


"baiklah, aku akan menggunakannya dengan baik"


Taehyung tersenyum mendengarnya.


"aku boleh minta kartu identitas kamu?"


"buat apa?"


"begitu aku tidak sibuk, aku akan mendaftarkan pernikahan kita" ujar taehyung lalu sedikit mengusap tengkuknya, ketahuilah jika taehyung sangat malu saat ini.


"ah baiklah..tunggu sebentar" jieun segera mengambil dompetnya dan memberikan kartu identitasnya pada taehyung.


"euhmm....apa aku juga boleh minta nomor ponsel kamu?" kali ini taehyung mencoba untuk memberanikan dirinya, yahh bertukar kontak adalah hal yang sangat penting saat ini.


jieun tak dapat menahan senyumnya mendengar ucapan taehyung, entah mengapa saat ini mereka terlihat seperti dua orang bodoh yang saling mencoba untuk mengakrabkan diri ditengah-tengah kecanggungan , jieun pun memberikan taehyung nomor ponselnya.


Taehyung segera menyimpan nomor jieun dengan nama istriku .


"aku menyimpannya seperti ini!" taehyung memutar ponselnya dan memperlihatkannya pada jieun


Seulas senyum pun terpancar diwajah jieun ketika membaca kontaknya dinamai dengan istriku oleh taehyung, tanpa sepengetahuan taehyung, jieun juga menamai kontaknya dengan suamiku.


"baiklah, sekarang aku harus pulang kedorm"


jieun mengangguk


"jika ada apa-apa, hubungi saja aku, aku akan kesini seminggu sekali, aku tidak bisa sering-sering kesini karna itu sangat beresiko"


"hmmm aku mengerti, kamu tidak perlu menjelaskannya"


"baiklah, kalau begitu aku pamit yah, aku akan menghubungi begitu sampai di dorm"


"kamu tidak membawa kopermu?"


Taehyung tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.


"aku juga membutuhkan pakaian ketika aku mengingap disini kan" ujarnya lalu kemudian pamit dan kembali ke dormnya.


Jieun tersenyum menatap koper taehyung, lalu menarik koper itu mendekati lemari dan memasukkan pakaian taehyung satu-persatu kedalam lemarinya.


Ada perasaan malu ketika melihat baju taehyung terlebih lagi ketika melihat dalaman pria itu,  ah ini sungguh terasa seperti mimpi rasanya baru kemarin jieun hanya mengurusi pakaiannya, sekarang ia harus mengurusi pakaian seorang pria juga.


Tbc