Secret Relationship

Secret Relationship
part 3



Benar apa kata orang, kita tidak bisa menentukan kepada siapa kita akan berjodoh, kepada siapa kita akan saling mencintai dan kepada siapa kita akan menikah, semua itu sudah digariskan pada yang diatas, tidak ada yang tau kapan hal itu terjadi didalam hidup kita.


Taehyung dan jieun sama sama tidak memiliki perasaan apa-apa, tidak pernah bertukar pesan bahkan tidak pernah hangout bersama namun siapa sangka takdir mempertemukan mereka diatas altar yang suci ini dengan mengucapkan ikrar janji suci pernikahan dihadapan pendeta dan seluruh kerabat yang hadir dan berjanji akan selalu mencintai dan saling menghormati satu sama lain sampai ajal menjemput mereka.



Aku bersumpah untuk menjadikan Lee jieun sebagai istriku.


Kita telah sampai di jalan yang sama yang sudah dilalui oleh orang-orang di dunia ini sebelumnya, Ada kalanya hujan akan turun, angin akan bertiup dan kita mungkin akan menemui halangan di perjalanan kita, Tapi seiring berjalannya waktu, kita akan bangun lagi dengan berani dan saling bergenggaman tangan.


Kita akan saling tersenyum kepada satu sama lain dan bilang 'Ini bukan masalah yang besar'.


Kita akan belajar untuk melanjutkan perjalanan dengan lebih berani dan tegas.


Untuk istriku yang berharga."


Bersamaan dengan itu entah mengapa sumpah yang diucapkan taehyung sangat menggetarkan hatinya hingga membuat jieun meneteskan air mata haru di wajahnya, ini bukanlah pernikahan sepasang romeo dan juliet, bukan pula pernikahan rama dan shinta namun mengapa ia menangis seakan akan telah dipersunting oleh kekasih yang amat sangat dia cintainya.


Keduanya saling menatap satu sama lain, tangan taehyung tergerak untuk mengusap air mata jieun, kedua orang tua mereka yang melihat adegan itu merasa sangat senang, kini tercapailah sudah keinginan mereka melihat anak cucu mereka telah resmi menikah.


"kim taehyung-ssi, kau boleh mencium istrimu" ujar sang pendeta


Keduanya masih saling menatap, dikepala mereka penuh dengan pertanyaan, apa benar mereka sudah menikah? apa benar mereka suami istri?, apa benar ini nyata? sungguh ini seperti mimpi bagi keduanya.


Suara teriakan dari para kerabat yang bersorak agar taehyung mencium jieun menyadarkan keduanya jika ini bukanlah panggung sandiwara, ini bukanlah teater dimana mereka berdualah pemainnya, ini adalah kenyataan hidup yang harus mereka jalani, keduanya telah terikat dengan sumpah janji pernikahan yang telah diucapkannya beberapa menit yang lalu.


Lalu,


Mengapa taehyung merasa sedih ketika melihat wajah jieun?, mengapa ia merasa telah menghianati jungkook disaat dia benar-benar tau sang maknae begitu tergila-gila pada gadis yang telah menjadi istrinya ini.


Tiada hari tanpa lagu iu didorm bts, setiap hari mereka mendengarkannya, bahkan semua member bts hapal akan lagu iu dan tentu saja biang keroknya adalah jungkook, demi apapun dia benar-benar menyukai iu, lalu bagaimana tanggapan jungkook ketika mengetahui iu adalah istri dari kim taehyung.


Cium, cium, cium


Lagi-lagi sorakan itu menyadarkan taehyung dari lamunannya sebelum akhirnya ia mendaratkan sebuah kecupan manis didahi sang istri, bersamaan dengan kecupan itu tanpa disadari air matanya menetes membasahi pipinya, ada perasaan bersalah pada member bangtan terlebih kepada jungkook karna telah merahasiakan pernikahan ini pada mereka, karna impian taehyung bisa menikah dengan dihadiri oleh member bangtan lainnya namun yang terjadi tak satu pun dari mereka menghadiri pernikahannya dan yang lebih pahitnya ia harus merahasiakan semua ini, namun dibalik kesedihan itu ada perasaan haru yang menyelimutinya bahwa hari ini dia sudah resmi menjadi seorang suami, dia bukan lagi pria single yang bebas melakukan apapun yang dia inginkan, sekarang, detik ini, saat ini dia mempunyai tanggung jawab besar pada sosok gadis didepannya, terlepas dari fakta bahwa keduanya menikah atas dasar perjodohan dan tidak memiliki perasaan cinta sama sekali, tanggung jawab tetaplah tanggung jawab, dia harus melaksanakan tugasnya sebagai suami bagi jieun.


"aigoo akhirnya kau menjadi cucu menantuku sayang"


Taehyung hanya bisa tersenyum kikuk menanggapinya entah ia harus senang atau bersedih.


"kakek dan nenekmu pasti bahagia diatas sana melihat kalian berdua telah bersatu"


"aku harap juga seperti itu nenek"


"diapartementku saja" sahut jieun, yah mereka berdua memang memutuskan untuk tinggal diapartement jieun saja, toh taehyung akan tetap tinggal didorm agar tak ada yang curiga padanya, hanya saja dia akan lebih sering mengunjungi istrinya.


Serangkaian acara telah terlaksana, mereka akhirnya bisa istirahat, karna pernikahan diadakan di daerah daegu yang merupakan kampung halaman taehyung, membuat mereka memutuskan untuk beristirahat malam ini dikampung halaman taehyung dan akan kembali ke seoul pada esok hari.


"ini kamar kamu?" tanya jieun ketika mereka berdua masuk kedalam salah satu kamar.


"iya, disinilah aku menghabiskan waktu kecilku" ujarnya lalu membuka jas yang dikenakannya dan sedikit membuka kancing kemejanya.


"kamu boleh menggunakan kamar mandinya terlebih dahulu, aku tau kamu pasti sangat lelah"


"kamu juga pasti lelah bukan?, kamu saja yang menggunakannya, tidak masalah aku bisa menunggunya"


"tidak masalah, aku juga bisa menunggu, kamu duluan saja"


"hmmm baiklah, ah iya bajuku ada dikoper ibu, apa aku bisa...."


Taehyung mengerti maksud jieun, ia pun berjalan menuju lemari dan membukanya mencarikan jieun kaos miliknya.


"pakailah ini, mungkin ini sedikit kebesaran ditubuhmu tapi setidaknya akan membuatmu nyaman daripada gaun pengantin itu"


"terima kasih" jieun mengambil kaos tersebut di tangan taehyung lalu melangkah menuju kamar mandi.


Sepeninggalan jieun, taehyung segera meraba jantungnya lalu kemudian menghembuskan nafas lega, ia benar-benar gugup, tidak pernah sedikitpun ia membayangkan berada didalam kamar berduaan bersama gadis apalagi gadis itu adalah iu, taehyung mendadak bingung harus bersikap seperti apa, haruskah mereka tidur dalam satu ranjang bersama?, atau taehyung tidur disofa? Tapi mendadak taehyung menjadi gusar kembali lantaran ia takut sikapnya akan menyinggung jieun, namun ia juga takut ketika mereka tidur bersama malah akan dianggap tidak sopan. Memikirkannya sungguh membuat taehyung frustasi.


"kamu kenapa?"


Taehyung menelan salivanya kasar ketika melihat jieun keluar dari kamar mandi menggunakan kaos kebesaran miliknya dengan rambut yang masih basah membuatnya terlihat sangat cantik, ternyata inilah salah satu alasan mengapa begitu banyak orang yang mengidolakannya.pikirnya


"ah bukan apa-apa" ujar taehyung lalu melangkah menuju kamar mandi.


"aku benar-benar sudah gila, berpura-pura seolah-olah aku baik-baik saja padahal aku benar benar sangat gugup sekarang, bagaimana jika taehyung....." jieun segera menggeleng kepalanya mencoba menepis pikiran kotornya jika taehyung malam ini akan menyentuhnya.


Setelah 30 menit kemudian taehyung keluar dari kamar mandi, yah untuk seorang pria 30 menit adalah waktu yang sangat lama dan taehyung tak menyadari itu, ini semua karna kegugupannya, ia terus memikirkan bagaimana ia akan tidur malam ini hingga memakan waktu 30 menit didalam sana


"dia tertidur" gumam taehyung dalam hati, ia bersorak berterima kasih kepada tuhan karna jieun sudah tertidur sebelum dia keluar dari kamar mandi hingga ia tidak perlu bingung merangkai kata-kata untuk berkomunikasi dengan jieun.


Perlahan-lahan taehyung mengambil bantal dan juga selimut lalu berjalan menuju sofa dan segera membaringkan tubuhnya yang sudah sangat lelah setelah seharian penuh dengan acaranya tadi.


"aku tidak tau apa yang akan terjadi besok, yang terpenting malam ini aku selamat, aku tidak perlu memikirkan kata kata sebelum memulai percakapan dengannya" gumam taehyung, yang sedikit melirik kearah jieun sebelum akhirnya memejamkan matanya.


TBC