
di tempat lain tepatnya di rumah pak Burhan, Lusy dan ibunya masih berusaha untuk minta maaf pada pak Burhan atas apa yang terjadi pada hari ulang tahun pak Burhan.
"pak tolong maafin mama sama Lusy ya mama mohon sama papa papa tuh cuman salah paham, mama ngga pernah punya niat buat selingkuh dari papa"π₯Ί ucap Bu Nina sambil memohon-mohon agar di maafkan oleh pak Burhan.
"iya pa,apa yang di katakan mama itu benar mama ngga pernah selingkuhan papa, jadi tolong maafin aku sama mama ya"π£ ucap Lusy
" ngga, papa ngga akan pernah maafin kalian berdua"π€ bentak pak Burhan
" pa, aku janji aku bakal lakuin apa aja asal papa mau maafin aku sama mama"π« tawar Lusy
sejenak pak Burhan berfikir, lalu beberapa saat kemudian pak Burhan berkata
"baiklah, karena kamu sudah berjanji untuk melakukan apapun yang papa minta, maka sekarang kamu harus memilih siapa yang harus papa maafin di antara kamu dan mama kamu"πΆ
"apa, papa ngga boleh gitu dong aku.."π«
" keputusan ada di tangan kamu, papa akan memberikan kamu waktu sampai besok pagi untuk berfikir"πΆ ucap pak Burhan
"tapi aku..."π©
"oh ya satu lagi, pastikan mulai besok pagi siapapun yang kamu pilih untuk papa maafin harus mengikuti peraturan yang papa buat, dan untuk sisanya harus membereskan semua barang barangnya dan keluar dari rumah ini"π ucap pak Burhan lalu pergi meninggalkan mereka berdua
"ma, gimana nih apa yang harus kita lakukan sekarang?, aku ngga bisa memilih dan aku.."π° tanya Lusy panik
"udah Lusy mending kamu tenang dulu, kalo kamu ke gini mama juga ngga bisa mikir"π
gimana aku bisa tenang ma, coba mama pikirin kalo aku milih aku yang harus papa maafin itu berarti mama harus keluar dari rumah ini, dan aku ngga mau itu terjadi"π«
"sepertinya cuman satu orang yang bisa menolong kita sekarang"πΆ ucap Bu Nina
"siapa?" π€ tanya Lusy
"sandra, cuman dia yang bisa bantu kita sekarang"πΆ
"apa?π³ sandra? hhhh nga nga nga, mama pasti bercanda kan"π₯Ί ucap Sandra
"Lusy memangnya kamu mau mama atau kamu yang keluar dari rumah ini"π ucap Bu Nina
" aku....."π
" udah mending sekarang kamu telfon sandra" πΆ
" ko aku, mama aja yang telfon aku nga mau nelfon sandrA"π ucap lusy
lusyyy..............
" iya iyaa aku telfon sekarang"π
di tempat lain(puncak gunung) Sandra dan Ferdy sedang menikmati pemandangan.
" wah aku ngga nyangka ternyata kamu menyukai tempat yang seperti ini"π° ucap Ferdy
"kamu... ko kaya orang yang lagi ketakutan"π
"hahaha ke-ke-keliatan bangat yah, aku... aku agak takut dengan ketinggian jadi aku, yah gitu deh"ππ jawab Ferdy terbata-bata
"oowh, jadi kamu takut dengan ketinggian, tapi aku salut loh sama kamu, karena ngga semua orang bisa jujur tentang kelemahan mereka"π
"iya sih tapi aku juga salut sama kamu karena kamu ngga takut dengan ketinggian"π° ucap Ferdy sambil mengintip ketinggian tempat itu
" oh ya kamu tau ngga kira-kira seberapa tingginya tempat ini?"π
"jika aku mendorong kamu dari ketinggian ini kamu akan mati ngga ya"π ucap Sandra sambil berjalan mendekati Ferdy
" do-dorong aku dari ke-keetinggian in? hahaha kamu-kamu bercanda kan, kalo kamu dorong aku dari ketinggian ini aku bukan cuman mati doang haha ta-tapi mati bangat"π΅πjawab Ferdy terbata-bata karena saking takutnya dengan ucapan Sandra
"pfut... hahahhahahahah, kamu percaya aku bakal dorong kamu?, dan kamu bilang kamu bakal mati bangat, emangnya mati bangat tuh kaya gimana sih"π€£ucap Sandra sambil menahan tawa
"aku juga ngga tau mati bangat itu kaya gimana, lagian kamu sih pake nakut nakutin aku"π
KRIIIING........
telfon sandra berbunyi, setelah ia melihatnya ternyata itu adalah Lusy sehingga membuat Sandra terkejoedπ karena ngga biasanya Lusy menelfon Sandra.
"Lusy?,
bentar ya aku angkat telfon dulu"π ucap Sandra pada Ferdy
"halo ka Lusy, ada hidayah apa nih tiba-tiba ka Lusy menelfon ku"π
"udah kamu ngga usah banyak cincong, mending kamu datang ke rumah sekarang"π ucap lusy marah
"loh kenapa aku harus ke rumah, bukannya aku sudah di usir ya"π jawab Sandra
"udah kamu ngga usah banyak nanya, mama yang suru kamu untuk datang ke sini"π
"hmmm gimana ya, kalo aku pergi ke rumah sekarang nanti aku ngga bisa melihat matahari terbenam sama Ferdy"π ejek Sandra
"apa, kamu sedang kencan sama Ferdy, dasar perempuan ngga tau malu kamu"π‘ teriak Lusy
"aku ngga bilang sedang kencan sama Ferdy loh, aku cuman bilang...."π
"udah cukup mending kamu ngga usah datang ke sini" π‘ucap lusy lalu mematikan telfonnya
"Lusy kamu Ko malah matiin telfonnya sih"π€ tanya Bu Nina
"gimana aku ngga matiin coba, Sandra bilang sama aku kalo dia sedang kencan dengan Ferdy"π€
" lusy, kamu baru di bilangin kaya gitu udah marah, udah mending sekarang kamu telfon sandra lagi, CEPAT"π€ bentak Bu Nina
"MA' aku udah bilang tadi aku ngga mau nelfon sandra, kalo mama mau, mama aja yang telfon"π ucap lusy
"kamu telfon sandra sekarang atau besok kamu harus milih"π ancam Bu Nina
"mama ko malah ancam aku sih, tau dah aku telfon sandra sekarang"ππ€
setelah Lusy menelfon Sandra,dan Bu Nina berusaha untuk membujuk Sandra sampai memohon-mohon pada Sandra agar Sandra mau membantu mereka, akhirnya Sandra pun mau membantu mereka, yah tentunya Sandra punya banyak rencana
"hmm, Ferdy gimana kalo kita pulang sekarang soalnya aku tiba-tiba ada urusan, ngga apa-apa kan?πtanya sandra
"iya ngga papa ko, yaudah sekarang aku antar kamu ya"π ucap Ferdy
"yaudah sekarang kamu antar aku ke rumah ayah aku ya "π
setelah satu jam Sandra dan Ferdy sampai di rumah pak Burhan, Ferdy pun langsung pamit dan pergi. Lusy yang melihat Sandra bersama Ferdy makin bertambah emosi.
Jangan lupa untuk favorit kan karya ini ya teman-teman, dan terus dukung autor caranya gampang bangat kamu tinggal LIKE AND COMEN karya ini (karna like dan comen itu gratis), dan jangan lupa juga untuk memberikan hadiah dan vote pada autor (seiklasnya saja).
π‘β€TERIMA KASIHβ€π‘
π‘πsalam manis dari psikopatπ