
Untunglah kota mereka tinggal tidak terlalu jauh dengan bibir pantai. Setelah memparkirkan sepedamotor mereka berjalan beriringan dan mencari tempat yang mereka sukai.
"Kamu kenapa kok selalu milih ini warung?" tanya Juna yang penasaran karna selalu kalaubke pantai bukannya lihat pemandangan atau bermain air rika malah mengajaknya duduk dan makan gorengan di salah satu warun.
"Karna masnya yang jual ganteng" jawabnya eneng
"ganteng mana sama aku?" ucapnya yang mulai menggoda
Rika menatap juna dengan dalam diiringi senyum yang begitu tulus. membuat juna takut mendengar jawabannya.
"Ganteng kamu!! sekalian pesenin aku mie kuah pake telur yang di rebus bareng dan extra cabe kayak biasanya. Rasa soto yaa Jun" Sambil tersenyum se imut mungkin
Seketika juna menghembuskan nafas pelan. bukan karna apa, tapi dia lega tidak harus mendengar pengakuan cinta Rika lagi yang membuatnya bingung harus gimana.
diapun langsung memesan pesenan Rika dan dia
Setelah makanannya sudah selesai di antar ke meja..
"Kok lama nggak pernah kesini Rik? " Tanya mas pemilik warung yang selesai menaruh pesanan mereka.
"Eh mas Dimas. masih inget sama Rika ya?"
"nggak mungkin lupa sama orang yang dua kali nolak gue" ucapnya dengan senyum penuh gurau
"ya'elah mas.. masih di inget aja.. ya gimana dong akunya yang nggak bisaa.. maaf lagi deh " masih dengan senyum cerianya.
"kok kamu tolak Rik. bukannya tadi kamu bilang yang punya ni warung Ganteng. hehe" saut Juna yang membuat Rika langsung slah tingkah.
"Ehh. itu mukut lemes banget sih! "
"auuuuuw" ucap Juna spontan karna tanganya yang di pukul sendok sama Rika "Sakit tau' "
"beneran nih.. Rika bilang gitu" ucap Dimas yang main menggoda Rika
"Tanya aja sendiri noh. galak begitu sapa yang mau" Ledek Juna
"Kamu yaa Junaidiii.. !! " " maaf ya mas jadi buat keributan gara2 si lemes ini. Kan gak mungkin mas Dimasnya cantik. yakan??"
"Bisa aja kamu Rik.. iya udah aku tinggal dulu yaa banyak lagi tu yang beli sampe ngantri, kangen ngobrol sama Rika sih, nanti bales pesan aku yaa Rik " sambil segera menuju kerumunan orang yang sudah mengantri
" oke deeh " sambil memperthankan senyu manisnya
"masih selamat kamu Jun "
da lagi2 Juna tidak menjawab karna masih takut kepukul sendok atau lainya.
...biasaa lah tangan cewek itu suka banget gemes2 nabok gemes2 nyubit "...
sebenarnya juna agak ragu untuk bilan maslahnya sama Rika kali ini. setelah selesai makan dia menatap Rika yang tengah fokus makan dengan expresi kepedasan.
"Ehm.. Rik.. "
"kenapa? " dengan tetap menjutkan makannya
Rika merasa juna ingin menyampaikan seauatu yang serius.
"punya cewek baru lagi?" tabakannya seolah tau kalau Juna habis jadian tau paling nggak cerita tentang cewek yang di suka atau yang nembak dia . Denga lapan dada Rika berusaha sebiasa mungkin walaupun masih tetap memendan kecewa yang besar.
"Seperti biasa kamu selalu tau apa yang mau aku omongin.." Juna tau dia selalu merasa berat hati untuk bilang hal itu karna dia tau sebesar apa Rika menyukainya bahkan sampai rela tidak pacaran sekalipun. Dia bukan pertama kali bilang kalau baru jadian, menurut dia Rika emang harus tetep tau. mungkin aja dia bisa segera mencari pasangan yang sesuai dari pada harus terus berharap yang juna sendiripun nggak tau harus bagaimana.
Juna tidak bicara sampai Rika selaesai makan. Meski belum hilan dari after burning nyaa
"Udah bilang aja aku gapapa kok Jun.. " sambil masih menahan pedas di mulutnya
"Aku udah punya pacar dan kali ini udah 1th hubungan kita" ucap Juna dengan pelan
Tadinya dia nggak bakal mau kaget. Rika udah siap sama apa yang di ceritakan Juna. Mulutnya yang tersa pedas seketika menjadi sangaaaat pahit. bahkan berusaha menelah ludahpun dia sangat kesusahan.. sekuat tenaga agar suaranya tidak bergetar menahan matanya agar jangan sampai ada air yang jatuh. Sungguh kali ini Juna berhasil membuat Rika teramat Kecewa. bahkan kecewa dengan dirinya sendiri
Juna tidaknl menyangka akan menemukan Rika yang begitu kecewa dengan senyuman yang begitu membuatnya takut.
"Riik.. maaf" hanya itu yang bisa Juna ucapkan. dia berhasil menorehkan Luka yang teramat untuk sahabatnya. Dia tau rika sedang berusaha setegar mungkin didepannya.
"udah lama kamu baru ngasi tau aku Jun,, jadinya akukan telat bilang selamat " dia mencoba tersenyum san memaksakan suara yang terasa tercekat di tenggorokanya.
"Rika.. maaf yaa ", " aku tau kamu pasti kecewa, kali ini dia beneran serius sama aku Rik.. udah nggak kerasa satu tahun hubunganku sama Nita. Dia baik, dia juga nggak marah dan bertahan selama ini meskipun aku sering ninggalin dia buat jemput kamu. "
"iya juna nggak apa2. yaudah yuk pulang"
Dan hari ini Rika tau dia harus merelakan apapun yang dia sukai. mungkin!