Rayhan Story

Rayhan Story
Anggota BlackCarlos



Malam harinya, setelah bangun Raka pergi lagi ke basecamp dengan alasan ada urusan penting, padahal mah cuma nongkrong.


Baginya basecamp adalah rumah kedua, dan tempat yang paling sering ia kunjungi.


"Kirain gak datang bos," kata Vano ketika Raka sampai di basecamp.


"Hooh, akhir akhir ini kan Lo jarang kesini," kata Ferro ikut menimpali.


"Gue sibuk," jawab Raka dan langsung duduk di sofa, tanpa mempedulikan  tatapan anak anak black carlos padanya.


Ok guys disini aku bakal kenalin 20 anggota blackcarlos, sebenarnya bukan hanya 20 orang hanya saja aku bakal kenalin sahabat dekat dari Raka kayak teman kecil, teman sekolah dan teman kuliah doang. Kalo nyebutin satu satu anggota blackcarlos gak akan bisa, soalnya banyak banget.


- Yang pertama itu ada Richard anggota tertua berusia 34 tahun


- Zico 34 tahun


- Adam 33 tahun


- Edgar 33 yg tahun


- fajar 33 tahun


- Dimas 33 tahun


- langit 33 tahun


- pandi 33 tahun


- Ferro 33 tahun


- Billy 32 tahun


- Aldo 32 tahun


- Rama 32 tahun


- Jay 32 tahun


- Radit 32 tahun


- Risal 32 tahun


- Rio 32 tahun


- Roy 32 tahun


- Hendry 32 tahun


- Ardi 31 tahun (7 bulan lebih tua dari Raka)


- Rion 31 tahun (4 bulan lebih tua dari Raka)


Yang termuda itu Raka, diantara semuanya cuma Raka yang telah menikah yang lainnya masih jomblo, bukan semuanya sih, cuma Jay, Hendry, Rion, langit, pandi, Ferro, Vano yg jomblo yg lain udah memiliki pasangan hanya saja belum di seriusin.


"Sibuk ngapain Lo?" Tanya pandu yang duduk di dekat Raka.


"Ngurus anak setan," kata Raka santai.


"What? Maksud Lo," tanya Richard tak mengerti siapa yang dimaksud anak setan oleh Raka.


Yang lain pun bingung, dengan apa yang baru saja mereka dengar.


"Anak setan siapa? Emang lo pelihara setan apa," celetuk Radit.


"Tuyul kali," sahut Risal.


"Benar Ka, lo melihara tuyul. Buat apa lo kan udah kaya, ngapain pake melihara tuyul segala," kata Rama dengan tampang yang serius.


"Biar tambah kaya lah, jadi gak akan miskin 7 turunan, 7 tanjakan," balas Risal mewakili Raka yang hanya diam mendengar percakapan mereka.


"Kenapa gak sekalian babi ngepet gitu. Kan lebih seru," ujar Rama.


"Wkwk kalau ketangkap, muka sok tampang nya Raka mau di kemana in," ucap Radit bercanda.


"Hahah. Terus entar ada berita 'Seorang pria tampan yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang setinggi langit, nekat menjadi babi ngepet demi membuat dirinya tambah kaya," ucap Risal.


Semua anggota blackcarlos tertawa mendengar ucapan Risal, kecuali Raka yang menatap tajam kearah mereka semua terutama sang tersangka.


"Diam lu semua!" titah Raka.


Suasana yang tadinya penuh akan candaan dan tawa kini berubah hening tatkala mendengar sang ketua telah berucap datar.


"Sorry bos," ucap Risal sedikit takut.


"Hmm. Maksud gue tuh Rayhan,"kata Raka memperjelas.


"Rayhan siapa?" tanya Ferro yang tak tahu siapa itu Rayhan.


"Rayhan anak nya si Raka, masa lo lupa sama anak nya si bos," kata jay memberitahu.


"Ohh, si Ray yang dulu....,"kata Ferro terputus karena ucapan dari jay


"Hmm, yang imut itu, gemesin plus pipi tembem, dan nyaman banget buat di peluk kek boneka."


"Tapi sayang mulutnya cabe, pedas guys. Masih kecil udah gitu, gimana sekarang ya," ucap Radit.


"Wihh anjir kok Lo gak pernah bilang ponakan gue ada di Jakarta," ujar Rion.


"Iya, kenapa Lo gak ngasih tau kita,"sahut Rio tak terima.


"Lu pada gak nanya kan?" Tanya Raka menatap para sahabat nya yang juga menatap Raka.


"Iya memang. Kan kita ngiranya Ray gak bakal balik ke sini lagi," ucap Risal dengan sedih.


Drrrr drrrr...


Suara ponsel Rion berbunyi, membuat Raka yang hendak menjawab perkataan dari Richard harus ia tunda.


"Haloo."


"Halo bang, dimana Lo?"


"Di basecamp. Kenapa?"


"Bunda nyuruh gue, telpon Lo buat jemput dia."


"Gue sibuk."


"Yaelah bang, paling Lo cuma rebahan doang."


"Sok tau Lo bocah."


"Ya makanya jemput sekarang, entar bunda ngomel loh."


"Lo aja yang jemput. Gue sibuk."


"Gue kagak bisa nyetir mobil kalo bawa motor yang ada nanti gue di marahi, kan Lo tau sendiri bunda gak mau dijemput pake motor."


"Entar aja, kalo gue udah pulang."


"Sekarang bang, kasian bunda."


"Iya ya,. Gue otw."


Panggilan terputus.


"Gaiss gue cabut dulu," kata Rion berdiri dari duduk nya.


"Mau kemana Lo?" Tanya Raka.


"Biasa, bunda gue harus di jemput," jawab Rion dan mendapat anggukan dari yang lain.


"Emang bokap sama adek Lo mana?"tanya Zico.


"Bokap gue lagi kerja kalo adek gue dia gak bisa bawa mobil. Dan Lo semua pada tau kan kalo nyokap gue gak mau di jemput pake motor karena kecelakaan dulu. Ya semacam trauma lah."


"Lo kan bawa motor?" sahut Risal.


"Gue pulang dulu habis itu baru gue ke rumah sakit jemput nyokap gue."


"Ribet amat Lo," kata Richard menggelengkan kepala nya.


"Ya mau gimana lagi."


"Ok Rion, Hati hati di jalan bro," kata Zico.


"Ok gue pamit, assalamualaikum," kata Rion dan keluar dari basecamp blackcarlos.


"Waalaikum salam," jawab mereka semua.


Setelah Rion tak terlihat lagi, kini atensi mereka semua menatap ke arah ketua blackcarlos.


"Jadi gimana Rak?" Tanya Richard kembali pada topik yang tadi.


"Gak. Lo semua gak boleh ketemu anak gue."


"Lo mah pelit, cuma ketemu doang," kata Vano tak terima.


"Bukannya apa yah lu pada kan rusuh yang ada entar anak gue takut. Ray juga pasti udah lupa sama kalian."


"Gitu amat Lo Rak sama teman sendiri. Kalau Ray emang lupa kan bisa di ingetin, pasti ingat lagi," kata Ardi pura pura ngambek.


"Hooh, padahal kita kangen banget sama Ray," kata langit.


Raka menghela nafas panjang lalu menghembuskan nya kasar, menatap seluruh teman teman nya yang sedang sedih karena tak di perbolehkan ketemu Rayhan.


"Ok fine, lu semua boleh ketemu sama Ray,"


"Wahh serius Lo" kata Ardi dengan semangat.


"Hmm."


"Besok tapi," kata Raka membuat mereka yang udah bersemangat menjadi murung


"Malam ini aja Rak, gue udah gak sabar. Cuma sebentar kok, janji deh" kata Zico.


"Gue gak terima tamu malam malam apa lagi tamunya kek kalian."


"Anjir lu," umpat Fajar.


"Heh bontot tega amat Lo sama sahabat sendiri," kata Adam ikutan.


"Besok atau gak gue ijinin,"ujar Raka mutlak.


"Ok. Besok" kata Richard.


"Gue pulang dulu, istri kesayangan gue dari tadi nge chat nyuruh gue pulang, katanya kangen," kata Raka dan mengambil jaketnya.


"Dasar bucin,"sahut Hendry.


"Yang jomblo diam aja deh," kata Raka dan pergi dari basecamp.


Anggota blackcarlos yang masih single hanya mendengus kesal sedangkan yang sudah memiliki pasangan malah menertawakan mereka.