
hari ini bukan lah hari yang bahagia untuk yunha, dia terbangun dari tidurnya dengan perasaan pusing sekali, saat itu disamping dia ada Jihan Han, Jihan Han lah yang menunggu nya selama ber hari hari tetapi yunha tak bangun, saat sadar yunha hanya bertanya.
"apakah wanita ****** itu sudah tiada?" - yunha
"huh, kau baru saja bangun langsung menanyakan itu" - Jihan
"benarkah dia sudah tiada?" - yunha
"dia sudah dipenjara karna kasus pembunuhan kepada Andre, aku tidak dipenjara karna aku hanya memukuli nya, tapi waktu itu aku ditahan selama 3 hari, tak ada yang menunggu mu, aku selalu menelfon dokter untuk meng cek keadaan mu selama aku disana" -jihan
"terimakasih selama ini kau telah menjaga ku" - yunha
"tak perlu beterima kasih, setelah pulang dari sini aku ingin mengetahui keberadaan rumah mu, dan setelah kau benar benar pulih kau harus ikut dengan ku ke suatu tempat" - Jihan
"tempat apa?" - yunha
tanya yunha sambil kebingungan.
"tempat latihan membela diri, sekali gus melatih mental" - Jihan
"baiklah, aku akan menuruti perintah mu untuk saat ini" - yunha
keesokan harinya yunha sudah diboleh kan pulang, tetapi yunha lupa dengan rumah nya dan selama ini yunha hanya ingat rumah ayahnya, ibu dan ayahnya telah pisah jadi dia mempunyai 2 rumah, saat yunha sampai di rumah sang ayah, ternyata ayah nya pergi liburan bersama keluarganya, akhirnya tak ada rumah untuk berteduh yunha diajak pulang kerumah Jihan.
"jika tak ada lagi rumah untuk mau berteduh, tidurlah dirumah ku" - Jihan
"apakah tidak papa?" - yunha
"tentu, orang tua ku juga sudah pisah, mereka malah memilih berbeda rumah begitu juga dengan ku, aku disini hanya tinggal sendiri, yaaa walaupun uang terus mengalir padaku tetapi itu juga tak berlaku untuk ku, untuk apa aku punya uang kalau aku tak bahagia" - Jihan
"mungkin suatu saat kau akan bahagia bersama istrimu kelak" -yunha
"siapa istriku? apakah kau?" - Jihan
"maksudmu?" - yunha
"oh, baiklah"
Jihan mengendarakan mobil nya dengan hati hati, saat itu perasaan menjadi lebih canggung dari sebelumnya, bahkan tak ada sepatah kata pun dari yunha dan Jihan.
sesampainya yunha dirumah Jihan, yunha sangat terkejut dikarenakan rumah Jihan sangat besar.
"rumah mu begitu besar, tak sebanding dengan rumah ku yang sangat sederhana" - yunha
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
keesokan harinya, dimana disitu masih hari Sabtu dan Jihan mengajak yunha untuk pergi jalan-jalan dan berbelanja sesuka hatinya
"mari ikut dengan ku berbelanja dan belanja lah sesuka hati mu" - Jihan
"benarkah" - yunha
" tentu saja " - Jihan
yunha dan Jihan pergi berbelanja, disana Jihan mengajak yunha membeli kosmetik, yunha tak mengerti memakai kosmetik tetapi Jihan memaksa yunha untuk membeli nya dan melihat caranya di laptop
Mereka pergi kesana kemari, sampai berbelanja makanan dan minuman, tas, sepatu, sampai kacamata pun mereka beli untuk berfoto foto, dan saat itu yunha sangat kelaparan dan memilih untuk pergi makan, saat pergi makan yunha memilih tempat duduk paling pojok di belakang, mereka memesan makanan, dan Jihan berkata
"aku sangat bahagia dengan mu" - Jihan
"ah, benarkah?" - yunha
"tentu" -jihan
saat itu yunha melihat ada orang yang sedang ememsan makanan,
wajahnya sangat tidak asing bagi yunha, itu adalah.....