Power From God ?

Power From God ?
episode 1



plak plak plak, terdengar dari belakang halaman sekolah


yng tidak lain adalah pembully yang memukul target


yunha : cukup, apa yang kalian inginkan dariku


Fery : aku menginginkan kau membelikanku pangsit setiap hari


tiba tiba ada seorang laki laki yang datang dan menarik tangan yunha


yunha : tunggu


unknown : untuk apa kau berhenti, kau ingin terus terusan di tampar oleh dirinya?


yunha : tapi aku harus


unknown : apa? kau harus membelikannya pangsit, bajingan


yunha : b-baiklah


lelaki itu membawa yunha ke ruang club musik


yang didalamnya hanyalah berisi alat musik serta kursi dan meja


yunha : mengapa kau membawaku kesini?


unknown : aku ingin berbicara denganmu, selain tidak ada orang, disini juga tidak ada kamera ataupun hal hal yang dapat menyebar kata kata ku ini


yunha : apa yang ingin kau katakan?


unknown : yunha, kau adalah wanita sempurna yang seharusnya bisa melawan bajingan seperti mereka lalu? mengapa kau diam saja saat di pukul ditampar dan di caci maki oleh mereka?


yunha : aku tidak mempunyai mental


unknown : aku akan melatih mental mu


yunha : aku tidak mau


unknown : wanita di sekolah ini adalah pemberani, mengapa kau takut hanya kepada manusia


yunha : jika kau ingin melatihku, tunjukkan muka mu terlebih dahulu, siapa namamu dan kau kelas berapa


unknown : hanya untuk dirimu


unknown pun membuka penutup wajahnya dan memberi tahu namanya


unknown : namaku adalah Jihan Han, ini wajahku, dan aku kelas 3-2


yunha : kapan kau akan melatih mental ku?


Jihan : besok


yunha : hmmm sayangnya aku tidak bisa


yunha : tidak bisa juga


Jihan : 2 hari kedepan?


yunha : sudah kubilang aku tidak bisa


Jihan : aku akan menarikmu dan membuat tangan mu patah jika menolak ajakan ku lagi


Yunha : baiklah besok


yunha : hari ini, setelah pulang sekolah temui aku di atap


Jihan : kau ini kenapa? atap sekolah adalah basecamp perempuan ja*l**g itu


yunha : ya memangnya kenapa? latih saja mentalku disana


Jihan : *anak ini bikin diriku kesal saja


saat yunha memasuki area atap sekolah, disana hanyalah kekosongan yang ada bukannya anak anak berandalan itu, tetapi yunha sangat takut dan tidak percaya kalau mereka semua tidak berada di sana yunha mencari keberadaan mereka yang tiba tiba Jihan datang


dan berkata "apakah kau menungguku?",


"hmph, untuk apa aku menunggu dirimu datang" - yunha


"baiklah, aku tahu kau sedang mencari keberadaan ****** itu" - Jihan


"apa yang kau lakukan kepada ****** itu?" - yunha


"tentu saja memukuli nya di sini, mereka semua pingsan dan aku menguncinya di dalam situ" /Jihan menunjukkan arahnya


yunha terkejut melihat semuanya pingsan dengan keadaan babak belur dan berlumuran darah di lantai


"a-apa kau membunuhnya???" - yunha


"tentu apa? tentu saja iya" - Jihan


"apa kau ingin ku laporkan polisi?" - yunha


"ah tidak, aku hanya bergurau, mereka hanyalah pingsan, ini semua hanyalah darah palsu agar terjadi keributan" - Jihan


"mengapa kau lebih memilih mencari keributan?" - yunha


"karna dia sudah membully mu" - Jihan


" kau benar benar laki laki sinting" - yunha


yunha pun pergi begitu saja meninggalkan Jihan yang ingin melatih mentalnya, tetapi karena yunha tau kalau ternyata anak anak ****** itu di bully dia sentak marah dan benci kepada Jihan Han


yunha : emangapa aku kasihan padanya, dan membenci Jihan, padahal kan dia menyelamatkan ku, dan wanita itu adalah orang yang membully ku, aku memang aneh,


apakah aku harus meng bunuhnya -