
plak plak plak, terdengar dari belakang halaman sekolah
yng tidak lain adalah pembully yang memukul target
yunha : cukup, apa yang kalian inginkan dariku
Fery : aku menginginkan kau membelikanku pangsit setiap hari
tiba tiba ada seorang laki laki yang datang dan menarik tangan yunha
yunha : tunggu
unknown : untuk apa kau berhenti, kau ingin terus terusan di tampar oleh dirinya?
yunha : tapi aku harus
unknown : apa? kau harus membelikannya pangsit, bajingan
yunha : b-baiklah
lelaki itu membawa yunha ke ruang club musik
yang didalamnya hanyalah berisi alat musik serta kursi dan meja
yunha : mengapa kau membawaku kesini?
unknown : aku ingin berbicara denganmu, selain tidak ada orang, disini juga tidak ada kamera ataupun hal hal yang dapat menyebar kata kata ku ini
yunha : apa yang ingin kau katakan?
unknown : yunha, kau adalah wanita sempurna yang seharusnya bisa melawan bajingan seperti mereka lalu? mengapa kau diam saja saat di pukul ditampar dan di caci maki oleh mereka?
yunha : aku tidak mempunyai mental
unknown : aku akan melatih mental mu
yunha : aku tidak mau
unknown : wanita di sekolah ini adalah pemberani, mengapa kau takut hanya kepada manusia
yunha : jika kau ingin melatihku, tunjukkan muka mu terlebih dahulu, siapa namamu dan kau kelas berapa
unknown : hanya untuk dirimu
unknown pun membuka penutup wajahnya dan memberi tahu namanya
unknown : namaku adalah Jihan Han, ini wajahku, dan aku kelas 3-2
yunha : kapan kau akan melatih mental ku?
Jihan : besok
yunha : hmmm sayangnya aku tidak bisa
yunha : tidak bisa juga
Jihan : 2 hari kedepan?
yunha : sudah kubilang aku tidak bisa
Jihan : aku akan menarikmu dan membuat tangan mu patah jika menolak ajakan ku lagi
Yunha : baiklah besok
yunha : hari ini, setelah pulang sekolah temui aku di atap
Jihan : kau ini kenapa? atap sekolah adalah basecamp perempuan ja*l**g itu
yunha : ya memangnya kenapa? latih saja mentalku disana
Jihan : *anak ini bikin diriku kesal saja
saat yunha memasuki area atap sekolah, disana hanyalah kekosongan yang ada bukannya anak anak berandalan itu, tetapi yunha sangat takut dan tidak percaya kalau mereka semua tidak berada di sana yunha mencari keberadaan mereka yang tiba tiba Jihan datang
dan berkata "apakah kau menungguku?",
"hmph, untuk apa aku menunggu dirimu datang" - yunha
"baiklah, aku tahu kau sedang mencari keberadaan ****** itu" - Jihan
"apa yang kau lakukan kepada ****** itu?" - yunha
"tentu saja memukuli nya di sini, mereka semua pingsan dan aku menguncinya di dalam situ" /Jihan menunjukkan arahnya
yunha terkejut melihat semuanya pingsan dengan keadaan babak belur dan berlumuran darah di lantai
"a-apa kau membunuhnya???" - yunha
"tentu apa? tentu saja iya" - Jihan
"apa kau ingin ku laporkan polisi?" - yunha
"ah tidak, aku hanya bergurau, mereka hanyalah pingsan, ini semua hanyalah darah palsu agar terjadi keributan" - Jihan
"mengapa kau lebih memilih mencari keributan?" - yunha
"karna dia sudah membully mu" - Jihan
" kau benar benar laki laki sinting" - yunha
yunha pun pergi begitu saja meninggalkan Jihan yang ingin melatih mentalnya, tetapi karena yunha tau kalau ternyata anak anak ****** itu di bully dia sentak marah dan benci kepada Jihan Han
yunha : emangapa aku kasihan padanya, dan membenci Jihan, padahal kan dia menyelamatkan ku, dan wanita itu adalah orang yang membully ku, aku memang aneh,
apakah aku harus meng bunuhnya -