possessive doctor

possessive doctor
Dokter Mesum



Insiden memalukan kemarin belum terlupakan sepenuhnya oleh akila, apa lagi setelah mengetahui bahwa kevin seorang dokter orang yang berjasa menyelamatkan sang papa di meja operasi.



Pagi ini akila sudah di ruangan papanya, menunggu papanya bangun. Berharap sang papa selalu baik baik saja, meski rasa penyesalan itu masih membekas di hatinya. Akila sangat dekat dengan papanya, jika di omeli sang bunda maka papanya adalah tujuan pertamanya untuk mengadu.



" Papa maafin akila yah pa, karna akila papa jadi seperti ini" rengek akila pada sang papa saat melihat papanya belum juga membuka matanya.



Ceklek....



Mendengar pintu yang di buka akila langsung menoleh dan mendapati suster yang berjalan kearahnya.



" Pagi mbak akila" sapa suster itu ramah meski padangannya jatuh menilai penampilan akila pagi ini. Apa sebenarnya yang lebih dari gadis di depannya ini dia merasakan tidak ada yang istimewa.



" Pagi juga suster" ucap akila dengan senyuman yang terbit di wajah cantiknya itu. Membuat suster di depannya terdiam saat memperhatikan kombinasi sempurna di wajah gadis itu Mata bulat, pipi chuby, bulu mata yang lentik dan apa lagi gigi gisung miliknya membuatnya seketika iri akan kesempurnaan wanita di depannya ini. Kini taulah dia mengapa dokter kevin mereka menyayangi gadis di depannya ini.



Tiba tiba lamunan suster itu buyar dengan pekikan gembira akila saat melihat papanya membuka mata.


" Papa, papa baik baik saja sekarang" tanya akila meski hanya mendapatkan senyum dari papanya itu.



" Mbak biar saya periksa dulu" ucap suster itu. Melihat papanya yang sudah siuman akila langsung menyambar hpnya di atas nakas dan menelpon bundanya yang belum lama pulang di rumah untuk mengambil baju ganti papanya dan akila.



##########



Akila yang masih bercerita ria dengan papanya meski hanya di respon senyum oleh papanya tidak menyadari bahwa kini di belakangnya sudah ada kevin dengan para dayangnya apa lagi kalau bukan suster suster.



Pak gunawan yang melihat kevin hanya tersenyum namun akila masih asik berceloteh tentang teman temannya, tak menyadari papanya yang terus memberikan kode padanya untuk segera berhenti.



" Papa tau ngga dosen pembimbing akila itu jahat banget masa yah pa proposal akila seenak jidatnya di coret coret dia ngga tau apa pa kalau akila begadangin itu tugas dari pagi ketemu pagi lagi" omel akila saat menceritakan dosennya itu



Melihat papanya hanya tersenyum akila melanjutkan ceritanya tapi terpotong oleh satu suara yang membuatnya tak bisa tidur nyenyak semalaman karena kefikiran tingkah konyolnya.



" Itu kamu aja kali yang bodoh kalau di coret coret berarti kamu bodoh" mendengar suara ini akila langsung menoleh pada kevin




" Oh ya dari segi mananya kamu menilai saya ngga punya hati sayang" tanya kevin dengan senyum maut yang terpatri di wajahnya.



" Ngga usah sayang sayang deh ngenek gue dengarnya. Ya emang lo itu ngga punya hati semua pekerjaan lo geluti emang kurang penghasilan jadi boss di perusahaan sekarang jadi dokter juga." Omel akila dengan menggebu- gebu.



Melihat kevin yang mendekatinya pekikan akila tak tertahankan " Heeeey... mau ngapain lo" melihat kevin yang makin mendekatinya jadilah akila menutup matanya. Akila takut hembusan nafas dapat dia rasakan di wajahnya



" Aku kamu jangan lo gue, kalau tidak maka jangan salahkan saya kalau bibir kamu itu saya hukum" mendengar bisikan itu akila hanya mengangguk dan merapalkan matra semoga dia tidak punya riwat penyakit jantung saat merasakan jantungnya yang berdegup kencang.



Merasakan kevin yang sudah menjauh darinya pelan pelan akila membuka mata dan



" Cuuuup" akila yang mendapatkan ciuman tiba tiba di pipinya dari kevin dia hanya mematung dan meraba pipinya.



" Udah sana duduk saya mau periksa papa dulu" kekehnya saat melihat akila diam mematung saat dia menciumnya. Kejadian itupun tak lepas dari penglihatan penggemar kevin siapa lagi kalau bukan suster suster yang mengikutinya dari tadi



" Keviiiiiiiin dasaaar mesuuuuuum" teriak akila yang langsung menutup wajahnya yang dia rasakan sudah terbakar



" ceklek" pintu ruangan terbuka muncul lah bunda rahmi



" Bundaaaa.... " rengek akila saat melihat sang bunda dengan wajah yang masih di tutup akila menghampiri bundanya dan berlindung di bekang ibunya



" Kamu kenapa sih sas teriak teriak malu itu di lihatin sama nak kevin" ucap rahmi dengan mengelus rambut anak gadisnya itu.



" Bunda kevin mesum bunda" lapor akila pada sang bunda berharap dapat pembelaan namun sepertinya harapan di telan bulat bulat oleh akila sebab bukannya belaan bundanya malah tersenyum


" Kan sebentar lagi kan nikah sas" ucap bunda rahmi.



Setelah memeriksa calon mertuanya itu kevin langsung berpamitan dan menarik akila



" Ayooo ikut saya keruangan saya"