
Setelah kepulangannya dari kantor kevin, akila singgah ke kantor papanya.
"Mbak akila mau bertemu bapak ya ???" Tanya eva sekertaris papanya.
" Iya mbak, papa di dalamkan ???"
" Iya mbak tapi....." kata kata eva terpotong karena akila langsung berjalan ke ruangan papanya.
########
"Papa..." rengek akila saat melihat papanya yang sedang sibuk dengan tumpukan map di hadapannya.
Mendengar suara putrinya pak gunawan menghentikan kegiatannya. Jarang jarang putrinya ini datang di kantornya jika bukan hal penting.
" Iya sayang... " jawab yang langsung menatap putrinya itu yang sudah duduk di hadapannya.
"Papa sassya ngga mau pa di nikahin sama om om gila itu" rengek akila pada papanya
" Mengertilah sayang jika bukan keadaan perusahaan yang menceklik papa tidak mungkin memaksamu seperti ini" jawab gunawan dengan surah rendah mendengar penolakan putrinya ini.
" Papa apa tidak sayang sassya lagi yah..." tanya akila dengan menahan tangisnya.
" Sassya mengertilah kakakmu sudah tidak pulang karena keadaan prusahaan ini" bujuk pak gunawan dengan helaan nafas berat. Jika bukan keadaan yang sangat buruk tentu dia tdk akan memaksa putrinya ini tapi kali ini kondisinya berbeda jika dia salah mengambil tindakan bisa bisa mereka akan langsung bangkrut belum lagi utang utang yang menumpuk semua asset mereka tidak akan cukup untuk membayar utang utang itu. Lalu bagaimana dengan masa depan kedua anaknya. Beban beban itu tidak perna hilang dari fikirannya tentang bagaimana nasip putra putrinya ke depan.
" Sassya bukan anak papa yah papa tega sama sassya" kali ini sassya menagis sejadi jadinya menumpahkan segala beban yang di fikirannya.
"hikss...hiksss"
" Papa Jahat" teriak akila
Melihat papanya ambruk di depannya dengan tangan yang memegang dadanya" Papaaaaaaaa" akila seketika berteriak
#########
"Sassya papamu baik baik sajakan nak" pekik bunda rahmi yang baru sampai di rumah sakit setelah terburu buru datang kerumah sakit setelah di telpon oleh putrinya.
" Papamu kenapa bisa serangan jantung sya" tanya bunda rahmi pada putrinya itu.
".............." bukan jawaban yang di terima sang putri melainkan tangisan yang kembali terdengar. Melihat hal itu rahmi hanya memeluk putrinya itu
Tidak lama keluarlah dokter dari ruang operasi. akila yang masih berderai air mata menghapiri sang dokter.
"Dokter hiks...bagaimana keadaan papa akila hiks.., papa baik baik aja kan dok" tanya akila dengan mata yang masih sembab
Dokter di depan akila ini tiba tiba memeluk akila
" Jangan membahayakan nyawa papamu lagi sayang" bisik dokter itu di telinga akila. mendengar suara itu seketika tangis akila kembali terdengar dan memenuhi lorong ruang operasi. akila langsung memeluk kevin dengan erat setelah mendengar suaranya akila tau bahwa dokter di depannya ini adalah calon suaminya.
" Shuuut papamu baik baik saja sekarang,lain kali jangan membuat papamu seperti itu lagi yah sayang, mungkin kali ini papamu bisa melewatinya tapi jika lain kali aku mungkin tidak bisa menyelamatkan papamu lagi" dengan tenang kevin menenagkan akila. sementara suster yang menyaksikan hal itu patah hati seketika, wanita yang mereka cibir di dalam hati karena penampilan yang berantakan ternyata orang yang di sayangi oleh pujaan hati mereka.
" Aku sudah bisa lihat papa" tanya akila saat melepaskan pelukan dari kevin. Dengan malu akila bertanya dan saat menyadari semua orang yang ada di tempat itu menonton mereka bertambah malu lah akila.
' Akila bodoh kenapa kamu meluk om om gila itu sih, lagiaan apaan sih om gila ini pura pura jadi dokter pula' kesal akila karena kelepasan memeluk kevin
' adduuuuh malu maluin baget sih lo akila'
"Sudah sudah jangan malu begitu kan sudah mau nikah juga jadi meluk lagi juga ngga apa apa " goda kevin saat melihat pipi akila yang memerah.
mendengar itu akila segera berlari menjauh dari ruang operasi. sementara kevin yang geleng geleng kepala melihatnya.
#######
Bagaimana ???
jangan lupa vote and komen, dukungan kalian sangat berharga buat kelanjutan novel ini.
kritik dan saran juga terbuka si sini