
"Tolooooooong.....tolooooonggggg.....di sana orang tolooooong" panik seseorang yang melihat seorang gadis mengambang
"Byyuuuuur...." seorang laki laki lompat dan berenang saat mendengar teriakan orang orang di sekitar pantai sesaat dia lewat,
Sesaat dia terpana saat melihat gadis itu, wajah yang bulat, pipinya yang chabi, bulu mata yang lentik dan bibir indah sudah tidak memiliki warna. Ingin sekali dia mencobanya namun segera di tepis prasaan itu karena dia harus segera menyelamatkan gadis itu. Di bawahnyalah ke dasar pantai. Di sana sudah banyak warga yang menjadikan mereka objek rekaman. Ciiih.....dasar bukannya membantu atau menolong gadis dalam pelukannya ini mereka hanya sibuk merekam. Memang manusia saat ini sudah sangat rendah rasa kemanusiaannya.
Saat sudah sampai darat di baringkannya gadis itu ke tepi.
Tak sedikit orang orang di sekitar mereka hanya menonton namun beberapa juga mencoba menelpon ambulance.
Setelah beberapa saat terdiam Kevin nama laki laki lalu memandang sebentar gadis yang di tolongnya itu dan mulai berfikir jika tidak segera memberikannya pertolongan pertama mungkin akan fatal akibatnya. Tampa menghiraukan orang orang di sekitar mereka yang coba menelpon rumah sakit Kevin langsung meraba dan mencari titik nadi dari gadis itu saat kevin masih merasakan denyut nadinya Kevin mulai menekan dada gadis itu untuk mengeluarkan air yang mungkin tertelan merasa tak berhasil Kevin mendekatkan wajahnya pada gadis itu. Maaf bisiknya di telinga gadis itu Kevin langsung memberikan nafas buatan. Melihat hal itu orang orang hanya menonton dan merekam aksi Kevin.
Melihat tak ada reaksi dari gadis di bawahnya ini kevin kembali mendekatkan bibirnya pada bibir gadis itu dan memberikannya nafas buatan.
Tak lama gadis itu mulai bangun dan terbatuk batuk.
"Alhamndulillah..."
Tidak lama datanglah mobil ambulance
" Dokter Kevin" sapa petugas ambulance yang mengenal dokter di depannya ini.
"Segera bawa dia ke rumah sakit" ucap kevin dingin. Lalu berjalan meninggalkan gadis itu bersama orang orang yang hanya memandang perginya dokter tampan itu.
..........................
'Di jodohin yang benar saja. Aku masih kuliah belum siap lagiaan apaan sih papa itu main jodoh jodohin orang sembarang di pikir ini masih jaman siti nurbaya apa' kesalnya dalam hati tapi tetap saja rasa kekesalannya tak terucap kata.
"Maafin bunda sayang tapi hanya ini jalan satu satunya untuk menyelamatkan prusahaan kita. Maafin bunda sayang tapi hanya kamulah yang bisa menyelamatkan kita dari hutang hutang dan kebangkrutan prusahaan" tutur bunda rahmi sedih mengingat syarat yang di ajukan investor yang bersedia membantu keluarga mereka menginginkan Sasya sebagai istrinya.
......................
"Bagaimana hasilnya ???" tanya kevin dingin sambil memeriksa laporan yang di berikan asistennya itu.
"Sesuai rencana anda boss" jawab adit asisten kevin.
" Kerja bagus, Keluar" tegasnya dingin.
Kevin Andi Wijaya pemilik perusahaan besar WIJAYA Group yang bergerak di bidang perhotelan, tambang, dan saat ini kevin mencoba mengembangkan perusahaannya di bidang restoran. Kevin juga merupakan seorang dokter.
'Tidak lama lagi' ucapnya dalam hati dan saat bayang bayang gadis itu terputar di fikirannya semua tentang gadis itu masih tersimpan dengan rapi di memorinya. Rasanya masih membekas meski kevin selalu mencoba melupakannya tapi tetap saja tidak bisa.
Kevin adalah lelaki normal apa lagi saat ini dia merupakan calon suami yang selalu di damba dambakan semua kaum hawa apa lagi kalau bukan hartanya yang melimpah tidak akan perna habis samapi tujuh turunan. Apa lagi saat melihat gadis itu memikirkannya saja membuat kevin harus mencari pelampiasan.
########
Kalau suka jangan lupa komen yah kritik juga boleh karena dengan adanya kritik dan saran akan mengembangkan novel ini