
happy reading*
•
•
•
•
•
•
enjoy your time
"what the f*kc yaampun sekarang kulit udah kek aspal jalanan hiks hiks tapi tenang selama ada gue kulit lu yang seharus aspal bakal se mulus giok "ucap zia dengn meng gebu gebu
"dong se" panggil Zia
"iya nona ada yang bisa saya bantu ?"sahut dong se sambil menunduk kan kepala
"tolong kau carikan lemon timun tomat madu susu lidah buaya pepaya bengkuang dan sebelum itu siapkan air mandi dan apa kita punya jarum perak " jawab dan tanya Zia
"ah iya nona saya akan siap kan air mandi nona dan jarum perak nya ada di laci meja rias"
"oh terimakasih kalau begitu ku boleh pergi"
"baik nona permisi"
"Huh ayo kita lihat dia pnya berapa jarum perak?" ucap Zia kemudian mebuka laci meja di sana dia menemukan sekotak jarum perak berlumuran darah kering dan beberapa kain putih yang terdapat becak darah
:sepertinya dia suka sekali menyakiti dirinyasendiri" ucap Zia
"saat hendak mengeluarkan kotak tersebut gerakan nya ter henti ketika melihat kotak kayu berukir yang indah. karna penasaran Zia sudah tongkat dewa dia mengambil kotak ter sebut.tiba tiba dong se datang
"permisi nona air mandi anda sudah siap " ucap dong se sembilan menunduk kan kepala
"oh iya baik,, ohya dong sen ini kotak apa kena di simpan dalm laci
"menjawab nona ini kotak pemberian permaisuri di dalam nya terdapat peninggalan permaisuri hamba tidak pernah membuka nya karena anda larang "jelas dong se
"oooo baik kau boleh pergi " ucap Zia sambil mengangguk angguk kan kepala
terimakasih nona saya undur diri
setelah kepergian dong se Zia segera membuka kotak tersebut di dalam nya terdapat sebuah kalung bulan sabit dan sebuah gambar sketsa
gambar sketsa nya⬆⬆⬆
"eh tunggu bukan kah itu seperti manik manik pada kan tong ruang?" tanya Zia pada diri sendiri sambil menunjuk liontin bola pada kalung.
tak ingin mati penasaran
kemudian segera Zia beranjak dai kursi menuju tas ransel nya Kemudian mengambil kantong ruang nya .
kemudian melepas manik manik di kantong ruang dan memasangnya nya di kalung bulan peninggalan permaisuri
dan ternyata hasil nya sama dengan gambar sketsa tersebut
oh ternyata satu pasang ucap Zia kemudian meletak kan kalung tersebut sambil mengambil kotak jarum perak kemudian beranjak dari situ menuju kamar mandi.
sesampianya di kamar mandi dia melihat dong se sedang berdiri di dekat bak mandi sambil memegang handuk.
"Kau mau apa?" tanya Zia dengan tatapan tajam
"mem membantu no no nona "
"tidak usah "jawab dia singkat dengan tatapan pada tajamnya bab pedang yang siap meng hunus lawan
"baik ham ba undur diri"kemudian pergi dari kamar mandi
setelah memastikan dong se pergi segera dia berjalan menuju bak mandi merendamnya dan merendahkan dirinya dengan tanaman-tanaman herbal yang Iya ambil dari ranselnya setelah dirasa cukup ya segera merendamkan dirinya di air setelah itu tiba-tiba kulit dia terasa panas seperti terbakar.
mengerti akan reaksi tersebut pertanda racun bisa dikeluarkan zia segera mengambil jarum jarum perak.
berwarna hitam keunguan dengan bau busuk
"huh baunya"ucap Zia
"sepertinya semua rajin sudah keluar hanya perlu mendetox beberapa racun melalui obat pil"
kemudian dia berdiri membersihkan diri dan berjalan menuju hanfu yang sudah disiapkan
pusing sungguh merepotkan Bagaimana cara memakai pakaian seperti ini ucap Zia kemudian membuang han fu asal
kemudian segera berjalan menuju tas ranselnya mengambil piyama tidur berwarna pink dengan gambar kucing kemudian menyisir rambut se pinggulnya di depan cermin
yang terbuat dari perunggu setidaknya masih dapat menampakan kulit putih bersih dengan wajah bak pahatan langsung dari Dewa dan Dewi.
dengan bibir ceri tipis kecil tipis mungil berwarna pink hidung mungil nan mancung mata tajam setajam pedang yang siap menghunus dengan alis melengkung sempurna terlukis indah di wajahnya.
" hanya dengan satu hari ku bisa buat si buruk rupa jadi cantik patut dipuji ini bahkan Make cover terkenal pun kalah sama gue seharusnya gue dapat penghargaan ini sombong Zia peda diri nya sendiri.
laper dongse ya nona Jawab dong se meski dia terkejut melihat nona nya yang terlihat sangat cantik
"bisa kau ambilkan makanan untukku"
baik Nona tunggu sebentar Jawab dong send Seraya berjalan pergi meninggalkan pavilium
sekitar 10 menit kemudian datang dong sen sambil membawa nampan berisi makanan
Astaga semua cacing di perut sesudah demo hanya dengan melihat nasi di atas nampan
batin sia merutuki rakyat yang tinggal di di perutnya.
kemudian segera dia melahap makanan di atas nampan saat suapan pertama rasanya hambar ya nggak bisa Masak atau apa gimana sih masih mending masakan si Rani
Rani adalah salah satu anggota pembunuh bayaran yang masakannya paling tidak enak
gue jadi kangen sama temen-temen gue kan
batinnya merutuki kebodohannya sempat-sempatnya memikirkan tentang masakan Rani yang membuatnya kembali rindu pada dunia awalnya.
Ah sudahlah baiknya aku makan sudah sangat lapar
batinnya lagi kemudian segera melahap habis makanan tak tersisa sedangkan Dong se dibuat cengoh dengan kelakuan nya.
tidak biasanya nona nya makan secepat itu karena nonanya selalu makan hati-hati agar terlihat Anggun meskipun masih Anggun saudara tirinya.
seketika lamunannya bunyar ketika mendapat teguran dari noonanya
dosen-dosen apa yang kau pikirkan
tidak Nona jawab gagap dongsaeng dengan gelagat yang terlihat terkejut.
tak ingin ambil pusing zia mengedikkan bahu kemudian mengusir dosen secara halus
sedangkan dongse yang tidak ingin mengganggu Nona nya pun memilih untuk menuruti noonanya dong se keluar dari kamar
setelah dong se keluar dari kamarnya zia segera mengambil kantong ruang nya karena ingin melihat barang-barangnya.
pertama-tama dia memusatkan Pikirannya pada kantong ruang menutup matanya ketika membuka mata tidak dia tidak berpindah loh kok gak bisa masuk di ruang dimensi Apakah kantong ruang dimensi ku rusak tanyanya dalam hati
setelah cukup memikirkanya.
.
.
.
.
. setelah cukup lama memikirkan zia dia menemukan sesuatu yang aneh segera dia mengambil kalung bulan pemberian ibunya yang ada di atas meja dia genggam tangannya dan menutup mata memusatkan pikiran pada kalung ketika membuka mata dan benar saja dia berada pada dimensi yang sama dalam kantong uang Oh Ternyata dimensi tersebut ada dalam manik manik ucap nya sambil terkejut ..
TBC.
maaf kan autor dak bisa up soalnya autor gak punya kuota hehehe😆😆😆ditambah autor harus UTS. sorry for typo and Jangan lupa vote comen and like
janji kilo pada pencet lik👍e autor dabel up deh ✌✌