
happy reading. .....
"****NONA.....NONA....................................."teriak gadis yang datang dengan beberapa orang berbaju pengawal itu kemudian mendekat kepada ku dan menangis di depan ku.
"nona hiks.... hiks....... dari mana sa hiks..... ja kau pergi hiks........ apa hiks ........ ada yang hiks........ terluka hiks........ nona jatuh hiks...... ke jurang....... hiks ..........apa Ada Yang terluka hiks........."
ucap nya sambil menangis di depan ku.
gue yang di panggil nona jadi bingung sejak kapan gue jadi nona kalaupun dia pelayan gue gue gak pernah nyuruh manggil nona biasanya anak buah gua Panggil miss akh pusing kepala gue*.
S..............
k............
i..................
p* .......................
perlahan lahan mataku terbuka ku kejap kejap kan mataku menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam mataku kurasa kepalaku pusing sekali kemudian kulihat langit langit ruangan tersebut bukan nya ruangan berbau obat dan bernuansa putih melainkan ruangan dengan corak corak rumit dan kuno serta barang barang mewah berlapis emas lamunan ku tersadar ketika seseorang meneriaki aku
nona bagi mana keadaan mu Ada Yang sakit apa ada yang nona minta
"ha' us "ucap gue ter bata bata
kemudian gadis yang memanggil gue dengan sebutan nona memberikan segelas air dan kuminum hingga tandas setelah itu gue kasih gelas tesebut kpd gadis itu
"nona apa ada yang sakit ?" tanya gadis itu
"hah nona nona gue bukan nona lo apaan sih kok gue bisa ada di sini apalagi ni kuno amat rumah dah" bentak ku karna terlalu kesal dari tadi di panggil nona terus
"hah tabib tabib tolong nona sudah bangun" ucapnya sambil berlalu pergi
tak lama muncul lah gadis itu dengan beberapa orng ada pria paruh baya yang sudah termakan usia namun masih terlihat tampan dan gagah serta dua orang berdiri debelakang nya
'oh god apa yang terjadi tadi gue jatuh ke jurang terus bangun di hutan dan sekarang gue ada di tempat kuno dan mereka panggil gue yin er helo nama gue cazia bukan yin atau jangan jangan gue berpindah dimensi gitu eh gak mungkin dong itu kan cuma dalam novel doang atau gue lagi mimpi aduh gimana cepetan bangun napa ' ucap ku dalm hati
kemudian lamunan ku bunyar ketika pria paruh baya tersebut memanggil nama yin er sambil menggerakkan tangan nya di depan wajah ku
"eh"
"apa ku baik baik saja yin er?" tanya nya lagi
"kalian siapa "tanya ku karna merk memanggil ku dengan sebutan 'er' yng artinya pemilik tubuh ini dekat dengan mereka
"dong se ada apa dengan yin er?" bukan nya menjawab dia malah bertanya pada gadis yang memanggil ku nona yang ternyata bernama dong se
"itu anu tuan sepertinya nona hilang ingatan karna jatuh dari tebing " jawab nya dengan nada bingung
gue liat muka pria paruh baya itu merah menahan marah "tabib periksa yin er "ucap nya dengan aura tegas nya
"eh lo mau ngapain " tanya gue karna tabib utu mau pegang tangan gue
ucapan gue sama sekali tidak di kubris akhirnya gua pasrah saja karna menurut insting gua dia tidak akan melakukan hal buruk
"yang mulia sepertinya nona Xiao yueyin mengalami benturan di kepala yang mengakibatkan dia kehilangan ingatan dan saya akan buatkan resep obat untuk mengurangi sakit kepalanya " jelasnya panjang kali lebar kali tinggi sambil menulis sesuatu di atas kertas
'Hadeh kayak nya benerdeh gue abis pidah dimensi udah kepala kue pusing tambah pusing mikirin ni masalah udah ah istirahat dulu nanti gue cari cara buat balik ke zaman modern.'
tak lama tabib itu ngeluarin resep obat
"kalau begitu saya permisi " ucap tabib ter sebut setelah membungkuk dan mendapat kan izin dari pria paruh baya tersebut.
"yin er kalau begitu kamu istirahat ya ayah harus pergi " ucap pria paruh baya tersebut yang ternyata ayah dari Xiao yueyin