Phonix Goes To Another World

Phonix Goes To Another World
frustasi



**Xiao yueyin pun mendekat denagn rasa takut karna dia takut ketinggian .


setelah sampai di dekat Lu sua


Xiao yueyin di dorong Lu sua jatuh ke jurang.


"AAA AAA TOLONG AAA AAA TOLONG AAA AAA AAA AAA TOLONG AAA AAA AAA AAA TOLONG AAAAA TOLONG.........."teriak Xiao yueyin.


karna teriakan Xiao yueyin tidak membantu iya pun berhenti berteriak dan memilih berdoa


'Tuhan belum cukup kah engkau siksa aku sampai kau mengambil nyawaku dengan cara seperti ini salah apa aku sampai dari kecil selalu tersiksa jika hukum karma memang berlaku kirimkan seseorang orang untuk membalas dendam ku'


setelah selesai berdoa dalam hati Xiao yueyin menutup mata menunggu kematian menjemput nya . ..


Zia pov


saat kurasa sinar mentari mataku membuatku terbangun di dekat tebing


"Erng ......."


" jiir pala gue pusing amat. eh tunggu ini di mana ya? gue kan seharusnya udah mati masak gue ada di surga tapi kok gue bisa rasain sakit ya terus gue masih pakek baju yang sama? ih kok gua bicara sendirinya udah kayak orang gila. au bodo."


ucap ku seraya mengambil tas ransel ku yang jatuh di tanah


autor pov


"Erng. ......."


erang zia ketika sinar mentari menyilaukan mata nya. perlahan lahan Zia membuka matanya dan menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam mata Zia


" **** pala gue pusing amat. eh tunggu ini di mana ya? gue kan seharusnya udah mati masak gue ada di surga tapi kok gue bisa rasain sakit ya terus gue masih pakek baju yang sama? ih kok gua bicara sendirinya udah kayak orang gila. au bodo."


memang Zia masih mengunakan pakaian yg sama celana panjang levis hitam tan top hitam dengan kemeja merah kotak kotak dan rambut di gerai dan ransel nya yang jatuh di samping nya.


kemudian zia mengambil ransel nya yang jatuh dan berjalan untuk mencari jalan keluar karna dia seperti berada di tengah tengah hutan


sekitar 15 menit Zia berjalan ia menemukan rombongan orang ber kuda


Zia pov


setelah 15 menit berjalan menyusuri hutan gue menemukan rombongan berkuda dilihat dari pakaian nya terlihat aneh tpi gue buang jauh jauh pikiran gue dan memilih mendekat dan bertanya saja.


kemudian cowok yang usianya sekitar 16 tahun itu menjawab dengan deheman saja


"kak ini di mana ya?" tanya ku


"hutan" jwb nya singkat


"iya gue tau ini hutan kak maksud gue ini daerah mana ?" jawab ku sebal yang namanya tempat banyak pohon ya hutan 😩.


"gue ??"tanya nya dengan satu alis kanan terangkat


"astaga kudet amat sih kak " ucap aku sedikit berteriak😠


"kudet?? " tanya nya lagi dengan ekspresi yang sama


"astaga susah banget sih ngomong nya kalo ngomong sama orang b*go nya kebangetan" teriak ku frustasi habis sudah kesabaran ku.


"Hey jaga cara bicara mu pada pangeran "tegur cowok dengan baju prajurit, gue agak heran kok pada pakek baju kuno ya


"hah pangeran ?? gak usah ngaco deh lo mana ada pangeran di zaman sekarang" ucap ku mengelak.


"kamu ya________"ucap cowok berbaju pengawal itu terpotong oleh teriakan seorang gadis


"NONA.....NONA....................................."teriak gadis yang datang dengan beberapa orang berbaju pengawal itu kemudian mendekat kepada ku dan menangis di depan ku.


"nona hiks.... hiks....... dari mana sa hiks..... ja kau pergi hiks........ apa hiks ........ ada yang hiks........ terluka hiks........ nona jatuh hiks...... ke jurang....... hiks ..........apa Ada Yang terluka hiks........."


ucap nya sambil menangis di depan ku.


gue yang di panggil nona jadi bingung sejak kapan gue jadi nona kalaupun dia pelayan gue gue gak pernah nyuruh manggil nona biasanya anak buah gua Panggil 'miss' akh pusing kepala gue


"Akhh lo siapa sih gak kenal gue, gue bukan orang yag lo maksud" teriak ku frustasi


kemudian kepala ku terasa sangat pusing dn semua menjadi gelap.


 


**TBC**.


Â