One Hope In The Sky

One Hope In The Sky
BAB 6 PERTEMUAN DENGANNYA



keesokaan harinnya adalah hari libur, dimana adalah hari yang ditunggu oleh sky dimana dia bisa beristirahat seharian penuh dengan tidur tanpa aktifitas.tidak terasa sky terbangun siang hari perut sky sangat lapar sky melihat masakan ellea hanya membuat sup sedangkan sky ingin sekali memakan makanan pedas. segera lah sky bersiap siap untuk keluar, tiba tiba masuk sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal.disaat sky membuka pesan tersebut betapa terjekut nya sky, jantung sky berdebar sangat kencang, kenapa seperti suatu kebetulan? dan itu adalah ansel, ansel mengajak sky ketemuan di taman apartemen nya. ntah apa yang membuat ansel tiba tiba berpikir mengajak sky untuk ketemuan. disaat sky hendak menuju ketaman dilihat nya seorang lelaki tampan ditaman dilihat nya seperti layaknya artis korea, dan yaa... itu adalah ansel.


sky yang gugup pun mencoba mendekati ansel


"hy kk, dah lama nunggu? " tanya sky


" ohh.. nggak kok baru aja, kamu sibuk gak hari ini? maaf ya ganggu waktu libur kamu. " kata ansel yang terlihat tersipu malu


" hahaha nggak kok kak, biasa aja. kebetulan juga gak terlalu sibuk kok kak. " jawab sky


dengan lembut


" kebetulan, aku ingin makan ramyeon pedas. tapi kayak nya kalai sendiri gak enak, kebetulan kita tetanggan. makannya aku ajak kamu ". kata ansel


sky berpikir apakah ini suatu kebetulan atau bagaimana, kenapa hal yang diinginkan sky tiba tiba ansel juga berpikiran yang sama. sky mengangguk lalu mereka berjalan ke warunh ramyeon.


setibannya disana dia melihat seseorang yang sangat tidak asing, ya ituadalah jun. dilihat nya jun sedang duduk sendirian sambil meminum so**u. sky melihat jun sedikit mabuk dengan apa yang diminum nya. sambil menunggu pesanan sky mencoba menghampiri jun, tapi tangan nya di tarik oleh ansel.


" mau ngapain kesana?. "kata ansel


" hmm... itu sepertinya jun sudah diluar kendali, apa sebaiknya kita juga ikut menemani dia disana? "


" kenapa kamu terlihat begitu khawatir dengan keadaan nya? " tanya ansel


lalu ansel berdiri dan menggandeng tangan sky untuk duduk disamping jun, jun yang melihat hal itu pun bertanya


" mau apa kalian dsini? "tanya jun dengan kondisi yang kurang stabil akibat yang diminum nya.


" kamu kenapa? tidak baik minum terlalu banyak seperti ini ".kata sky sambil menyingkirkan minuman di hadapan jun.


" kalian tidak usah ikut campur, pergi sana" kata jun yang tanpa sadar mendorong sky


untung nya ansel langsung menangkap sky, ansel yang melihat itu sedikit kesal lalu memukul wajah jun.


" heyy... sadarlah. apa yang kamu lakukan " kata ansel


melihat hal itu aky pun panik, sky takut jun dan ansel bertengkar di warung itu. makan juga belum malah buat masalah, itulah yang ada didalam pikiran sky. akhirnya sambil menunggu jun sadar dari mabuk nya sky dan ansel makan ramyeon terlebih dahulu.


tidak berapa lama, jun akhirnya tersadar.


jun yang melihat ansel dan sky yang menunggu nya membuat jun bingung, ketika jun hendak bangun tiba tiba badannya lemas dan jatuh dipelukan sky, hal itu membuat ansel sedikit cemburu. lalu ansel berinisiatif membawa jun


" apa gak apa apa kak? "tanya sky


" emang kamu bisa angkat dia? " kata ansel tertawa kecil


sky pun malu mendengar hal itu, lalu ansel membawa jun ke apartemen ansel. kebetulan mereka juga satu arah jalan pulang kerumah sky


sesampainya di apartemen ansel, sky memasak air hangat dan membuat segelas susu untuk menetralisir mabuk jun .jun tersadar dan bertanya dengan ansel


" aku ada dimana? kenapa aku bisa berada di tempat seperti ini? " kata jun sambil memegang kepala nya yang pusing


" ada dirumahku, bersyukur lah masih ada orang yang mau nolongin. "kata ansel cuek


" aku gak pernah minta kalian buat menolongku" kata jun dengan angkuh


lalu sky datang membawa segelas susu hangat untuk jun, tapi tiba tiba jun menolaknya sehingga susu tersebut tumpah mengenai tangan sky


" aduuhhh..... " terdengar rintihan sky


ansel pun yang duduk langsung tegak melihat keadaan sky, lalu segera memegang tangan sky dan mengobati nya. hal tersebut membuat ansel gusar lalu menyuruh jun pergi. jun sebenarnya tidak berniat untuk menyakiti sky hanya saja mungkin tenaga jun yang tidak terkontrol, jun ingin meminta maaf hanya saja jun genggsi dan langsung pergi meninggalkan sky dan ansel.


" tangan kamu gak apa apa kan? " tanya ansel cemas


" gak apa apa kok kak, cuman terkena air hangat sedikit" kata sky tersenyum


" makasih ya kak " lanjut sky


lalu ansel mengoleskan krim ke tangan sky, yang tidak pernah di perlakukan seperhatian ini dengan lelaki manapun membuat hati sky terasa hangat. ntah kenapa tiba tiba perasaan nyaman muncul ketika dekat dengan ansel.


diperjalanan pulang jun masih memikirkan keadaan sky, rasa bersalah pun menghantui pikirannya. apa yang sekarang terjadi oleh sky? jun masih tidak biaa tidur memikirkan itu.


keesokan harinya ketika hendak berangkat sekolah jun melihat sky dipinggir jalan sedang menunggu bus. jun berhenti dan mencoba mengajak sky untuk pergi sekolah bersama


" yok naik. " ajak jun


awalnysa sky menolak ajakan jun, tapi setelah ditunggu sekian lama sepertinya bus tidak ada yang melintas hari ini. dengan keadaan mau tidak mau sky pun ikut dengan jun...


next >>>>