
Setelah mengurus pemakaman Shreya pergi ke ruangan ayak nya dengan Isak tangis
"Hiks...Ayahhhhh....Hiks...".Tanggis Shreya kepada ayahnya yang sedang dirawat.
"kenapa??Ada apa??Ceritakan sama ayah".Ucap Ayah Shreya.
Shreya berlari dan langsung memeluk tubuk ayahnya yang berbaring.
"Ibuuu ....ibuuuu .....hiks".jawab Shreya.
"Ibumu kenapa nak". Tanya ayah Shreya.
"Ibu sudah pergi".jawab Shreya.
"Apaaaaa. Teriak Ayahnya .
"Baiklah , mungkin Tuhan menginginkan itu , ayah ikhlas saja . kalau begitu ayo kita pergi ke pemakamannya. lanjut Ayah Shreya.
"Baiklah".Ucap Shreya lemas.
Pemakaman
tangis haru keluarga Mahesa pecah
Shreya terus menangis ayahnya hanya bisa menenangkannya saja .
lalu bunga pun ditaburkan di atas tanah pemakaman
Dan merekapun pulang kecuali Shreya dan ayahnya juga asisten keluarganya.
"Ibuu aku akan sangat merindukan mu , saat aku membutuhkan mu dan kau sekarang sudah tidak ada.....hiks .....hiks".Ucap Shreya sambil menyenderkan kepalanya di batu nisan.
Hujan pun mengguyur mereka
"Ayo na kita pulang , hujan sangat deras ayah tidak mau jika kau nanti sakit , besok kau akan ke kampus baru kan??".Ucap sang ayah.
"Baiklah".Timpal Shreya dingin.
Merekapun tiba di Rumah keluarga Mahesa
Setelah sampai rumah , mereka pergi ke kamar masing masing untuk membersihkan diri di kamar mandi .
setelah semuanya sudah membersihkan diri , mereka bersiap untuk makan malam.
Ayah Shreya turun kebawah untuk makan malam
"Bi Inah , tolong panggilkan Shreya , dia harus makan karena sejak tadi dia terus menangis".Ucap Ayah Shreya.
"Baik tuan".Jawab bi Inah.
bi Inah pun menaiki anak tangga satu persatu , kemudian sampailah di kamar Shreya .
"Tok tok tok***.Suara pintu di ketuk.
"Non , ayahmu sudah menunggu di bawah untuk makan malam , sebaiknya non turun jika tidak tuan akan marah".Ucap bi Inah.
"Baiklah bi".Jawab Shreya datar.
Shreya pun turun dan segera duduk dimeja makan
Disitu sangat lah hening , tak ada yang bicara karena kepergian ibunda Afifa , yang ada hanya suara sendok dan garpu yang sedang bertempur.
Shreya tidak nafsu jadi dia hanya memakan makanannya sedikit .
"Shreya , kenapa makanannya tidak di habiskan??".Tanya ayahnya.
"Sekarang dia menjadi sangat dingin dan datar semenjak kepergian ibunda nya".Batin Arfan.
Shreya langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur yang empuk , tak lama dia pun tertidur pulas.
🌟🌟Pagi pun tiba
ini adalah hari dimana Shreya pergi ke kampus barunya .
Tapi Shreya bangun pukul 08.05
Shreya beranjak dari kasur dan pergi ke arah kamar mandi.
Setelah selesai mandi diapun turun kebawah dan melewati meja makan tanpa menhiraukan ayahnya .
Shreya pun menuju mobilnya.
Setelah sampai di kampus barunya , ternyata gerbangnya di jaga oleh ketua OSIS dan wakilnya .
****Tittt titt tittt***Suara klakson mobil yang sangat keras di telinga.
"Buka"Ucap Shreya datar.
"Kau siapa , anak baru saja sudah kurang ngajar" . Jawab Alfaro yang ternyata ketua OSIS di sekolah Mahesa.
"Buka gerbangnya"Ucap Shreya sedikit ngegas.
Tiba tiba kepala sekolah datang
"Alfaro tolong buka kan gerbang , dia murid baru disini jadi tidak apa jika sedikit terlambat".Ucap kepala sekolah tersebut.
"hmmmm,Baiklah"Jawab Alvaro.
Kemudian Shreya masuk ke dalam halaman sekolah dan memarkirkan mobil nya di parkiran sekolah.
Shreya pun turun dari mobilnya , bukannya bergegas malah dia santai sambil memasukkan earphone di telinganya dan mendengarkan musik , lalu dia berkeliling kampus itu dulu , layaknya murid baru sungguhan.
tepat pukul jam 09.15 Shreya selesai berkeliling kampus dan pergi menuju ruangan kepala sekolah.
"Kau , dimana kelas x11 IPA 1 , tolong tunjukkan".Ucap Shreya ke pada kepala sekolah.
"Baik nona , ayo saya antarkan ke kelas ".Jawab kepala sekolah.
Lalu Shreya diantarkan Pak kepala sekolah ke kelas yang ditujunya.
___
______________
__________________
Hallo Readers jangan lupa like, komen dan Vote
Perbanyak like karena like itu gratisss
Trimakasih atas dukungan kalian
Jadi saya akan lebih semangat untuk membuat Ceritanya.
dan maaf apabila ada kesalahan kata
Trimakasih
••••••••••••••••••••••••••••