
Pertandingan pun dimulai suara sorak-sarok pun terdengar mengema diarena itu menyadarkan mia dari lamunanya..
Hah... Dia beneran mulai pertandingan.. Matanya tertuju pada seseorang... Ya itu adalah pram...
Entah mengapa perasanya sangat was-was melihat dia bertanding..
Perasaanku jadi ngak enak... Seperti hal buru akan terjadi... Pikir mia kacau
Dan benar apa firasat mia... Selang beberapa menit pram terjatuh dari motornya dengan mengenaskan...
Pram... Awas... Triaknya... Saat melihat pram akan menghatam tiang diluar area...
Dengan cepat dia berlari menuju ke tempat pram terjatuh tadi...
Pram... Hay.. Bangun... Kata mia khawatir melihat pram tak sadarkan diri dan darah dimana-mana..
Mendengar suara merdu orang yang sangat dia sayangi pram mencoba membuka matanya
Kamu kesini... Bukannya tadi kamu gak mau ketemu aku lagi... Kata pram tersenyum
Kamu ngomong apa.. Sudah kayak gini... Kenapa ikut balapan kalau gak bisa.. Kata mia kesal
Namun pram hanya tersemyum karena mendengar pujaan hatinya perhatian padanya
Tapi selang beberapa menit dia kembali tak sadarkan diri... Kemudian mobil ambulans pun tiba
Pram dibawa kerumah sakit diikuti oleh mia dan temannya dino...
Hay kamu... Gimana ceritanya dia ikut balapan liar itu...?? Tanya mia penuh amarah
Dino yang merasakan amarah mia merasa bingung pasalnya itu keinginan pram sendiri
Aduh.. Macan betina ngamuk nie... Pram bini lo... Batin dino frustasi
Emm... Gini ceritanya.. Dengan rasa was-was dan juga takut dia menceritakan alasan pram ikut balapan itu..
Setelah mendengar penjelasan dino... Dia merasa heran... Kenapa dia bisa jatuh...
Din, kamu gak ngeras aneh dengan kecelakan ini?? Tanya mia
Aku juga berfikir sama... Karena balapan kan sudah makan harian kami...
Insiden ini pasti ada gak beres dengan motor yang dia pakai... Kata mia
Tebakan kamu mungkin benar.. Tapi kita harus selidiki ini...
Memang motor itu bukan motor milik pram sih... Tadi pinjam punya anak-anak.. Kata dino
Hah... Apa ada penghiat dikelompok gengmu... Kata mia datar
Masak sih.. Geng motor kami solid... Tapi aku gak tau juga...
Kmau tenang aja masalah ini aku yang akan selidiki.. Kamu fokus urusi si pram aja ok.. Kata dino
Hah.. Kok jadi aku yang merawatnya... Orang tuanya kemana?? Tanya mia
Orang tuanya ada diluar negeri... Kata dino
Apa kamu sudah bilang tentang keadaannya?? Tanya mia
Sudah... Dan mereka bilang mereka tidak bisa pulang dalam waktu dekat karena urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan... Kata dino
Ck... Apa pekerjaan mereka lebih penting dari nyawa anak... Apa dia anak terbuang.... Kata mia kesal
Bukan begitu mia... Keluarga bukan tidak menyayanginya tapi dia juga punya tanggung jawab... Kalau pekerjaan ditinggal begitu saja apa jadinya nasib ribuan karyawan itu... Kata dino membela orang tua pram
Huh... Saudara yang lain tidak adakah?? Tanya mia
Tidak.. Dia anak tunggal.. Aku cuma kasian sama dia memang dia kaya raya tapi beban berat dipundaknya sejak kecil...
Karena itu dia terlihat sombong... Sebenarnya orangnya ramah.. Cuma kamu belum mengenalnya... Kata dino
Baiklah... Aku bantu jaga... Tapi kamu juga dong... Bukanya kalian sahabat... Kata mia
Ia aku juga.. Tapi gak bisa full.. Urusan kantor aku juga harus bantu handel....
Jadi aku minta tolong ya... Jaga dia buatku.. Kata dino memelas
Iya.. Iya.. Aku akan menjaga.. Pergilah... Kata mia
Baiklah terima kasih... Aku ke kantor dia dia dulu.. Ada apa-apa hub aku di no. Ini ok... Kata dino sambil menyerah kartu pengenalnya
Aku pamit pergi dulu... Bye... Kata dino
Ya.... Jawab mia
Setelah kepergian dino, mia menuju ruang rawat pram karena dia sudah dipindahkan kesana..
Dia belum sadar seperti.... Pikir mia setelah melihat pram masih memejamkan matanya
Kemudian dia duduk disamping pram
Cowok ini kalau diam bengi ganteng juga... Kalau bangun hawa bikin aku sebel saja... Gumang mia
Tanpa dia sadar pram mendengar perkataannya dan tersenyum samar tanpa mia ketahui
Kenapa jadi aku harus menjaganya... Keluarga pun gak begitu perduli... Kata mia
A.. Air... Kata pram mulai sadar
Eh... Ini... Minumlah.. Kata mia sambil memberikan air minum untuk pram
Terimakasih... Dimana ini?? Kata pram
Rumah sakitlah.... Mau dimana lagi??
Apa kecelakan tadi bikin kamu amenesia... Kata mia
Oh... Aku kira aku sudah tamat... Kata pram datar
Hay.. Kamu gak sayang nyawa... Main balapan sampai masuk rumah sakit segala... Kata mia masih marah
Ya mana aku tau bisa ada insiden... Lagian biasanya juga aku baik-baik saja... Kata pram
Terserah... Lain kali jangan lakukan hal bodoh.... Kata mia
Baiklah tuan putri.. Aku laksanakan perintahmu.... Kata pram sambil tersenyum
Ck... Malah tersenyum.... Aku lagi marah.. Kata mia
Aku senang kamu khawatir dan perhatian padaku... Itu tandanya kamu peduli padaku.... Kata pram
Mungkin.... Bisa juga kebutulan... Aku jiga berada disana... Karena rame saja.. Kata mia
Baiklah terserah padamu tuan putri... Aku senang saja.. Kata pram dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya
Kamu aneh banget dari sadar senyum seperti itu.. Biasanya mukamu datar saja... Kata mia
Benarkah... Bagus dong ada perubahan baik.. Kata pram
Itu menurut.... Aku jadi merinding liat senyummu itu.... Kata mia
Dasar aneh... Gumang mia
Pram hanya menangapi dengan mengangkat bahunya tanda dia tidak tahu...
.
.
.
.
.
Up lagi ya
Terimakasih atas dukungannya...
Semoga selalu bacanya... Dan menanti kelanjutan novel ini
Jangan lupa mampir di novel ku yang lain
Happy reading
Next ya..... 😁😁😊😊😘😘😘😍❤️🙏🙏