Not Just About Friendship

Not Just About Friendship
Awal mulai mereka bersahabat~



Awal mula orang tua Haechan, Jaemin dan Renjun bersahabat.


Termasuk anak-anaknya juga yang bersahabat.


---------------------------


Mark, Jeno dan Haechan lahir di kota Seoul, Korea. Mark lahir pada tanggal 2 Agustus 2003, Jeno lahir pada tanggal 23 April 2004 dan Haechan lahir pada tanggal 6 Juni 2005.


Jaemin dan Jisung lahir di kota Jeonju, Korea. Jaemin lahir pada tanggal 13 Agustus 2005 dan Jisung lahir pada tanggal 5 Februari 2007.


Renjun dan Chenle lahir di kota Jilin, China. Renjun lahir pada tanggal 23 Maret 2004 dan Chenle lahir pada tanggal 22 November 2006.


----------------------------


Adanya Haechan didalam kandungan Wendy adalah sesuatu yang ga Johnny harapkan. Karena sedari awal Johnny berharap anak ke-3 nya itu perempuan, Johnny udah ngerasa cukup punya 2 anak laki-laki.


Johnny ngerasa kecewa, apa yang ia harapkan selama ini engga terjadi. Johnny harus menerima fakta bahwa akan ada 3 anak laki-laki lagi dikehidupannya Johnny.


Salahkah Johnny berharap seperti itu? Tentunya engga.


Namun, ketika apa yang diharapkan tidak sesuai dengan keinginan semuanya terasa begitu mengecewakan.


Apa yang Johnny lakukan pada Haechan ketika didalam kandungan itu atas dasar kemanusiaan dan tanggung jawab. Johnny akan selalu mengusahakan apapun untuk Haechan ketika didalam kandungannya Wendy. Namun, engga didasari dengan rasa sayang terhadap anak.


Wendy cukup peka akan perlakuan Johnny terhadap Haechan sedari masih dalam kandungan.


Ibu mana yang ga sedih ketika anaknya ga diharapkan kelahirannya oleh ayahnya?


Wendy juga sempat kecewa, Wendy juga pengen punya anak perempuan supaya bisa Wendy ajak kemana-mana.


Namun, takdir berkata lain. Wendy dititipkan Tuhan untuk menjaga anak laki-laki lagi. Artinya, Tuhan sangat percaya pada Wendy bukan?


Wendy bahagia, dia sangat mengharapkan kelahiran anak ke-3 nya. Mempunyai anak bungsu akan menyenangkan bukan?


Walau sebenernya Wendy sangat ragu, apakah anak sulung, anak tengah dan suaminya akan menerima si bungsu didalam kandungannya?


<<<<<<<<<<<<<<<<


Siapa sangka setelah Haechan lahir suami dan anaknya malah menerima Haechan secepat itu.


Pada saat itu Johnny sedang dikantor, memang rutinitasnya cuma kerja, kerja dan kerja.


Perkiraan lahir Haechan itu bulan Juni, tapi ga nentu tanggal berapa nya. Wendy emang udah persiapin semuanya dari bulan lalu, kan takutnya ngedadak ya.


Dia tinggal nunggu waktu nya Haechan lahir. Bener aja tepat pada tanggal 6 Juni perutnya Wendy sakit banget, pas diliat air ketuban nya udah pecah.


Memang udah waktunya Haechan lahir, Wendy dirumah ditemenin sama anak-anaknya yang masih kecil.


Wendy bingung harus minta tolong siapa, HP nya dia mendadak ga ada ketika keadaannya darurat gini.


"Sakit banget"


"Siapapun yang ada diluar tolong saya, saya ga kuat"


"Tolong, tolong saya"


"Tolong, saya mau melahirkan"


Rasanya sakit banget, ga ada satupun orang yang lewat depan rumahnya Wendy.


Wendy harus gimana? Wendy udah ga sanggup...


Sakit rasanya...


"Abang mark, tolong bunda sayang", teriak Wendy dari ruang tamu.


Mark yang ada dikamarnya langsung keluar, daritadi dia tidur siang.


Mark kaget denger Bunda nya teriak kesakitan gitu, dia bangun.


Meskipun umur Mark 2 tahun, dia itu udah jadi anak yang pinter banget. Banyak yang Johnny dan Wendy ajarin sedari Mark masih kecil.


"Bunda kenapa? abang panggilin tetangga ya bunda. Bunda tunggu sebentar"


Mark lari ke arah kanan rumahnya, Mark ketuk-ketuk pintu rumah tetangganya. Mark panik banget, dia ga ngerti harus ngapain.


"Om, tante, tolongin mark"


"Tante, tolongin bunda"


"Om, tolongin bunda. Bunda kesakitan"


"Siapapun didalam tolongin mark dan bunda"


Mark nangis sejadi-jadinya dia panik, tapi yang didalam rumah itu belum keluar.


Setelah beberapa kali Mark ketuk pintunya baru keluar orangnya, ada sepasang suami istri.


"Kenapa nak? Kenapa nangis sayang?"


"Bunda mark lagi sakit, mark minta tolong. Tolong bawa bunda kerumah sakit, tolong mark tante"


"Ya ampun bunda kamu dimana nak? Ayo kesana, tante mau liat bunda kamu"


Mark mengantarkan tetangga disebelah kanan rumahnya untuk mengecek bunda. Sebenarnya engga sebelah banget si, tadi Wendy teriak itu memang ga ada yang bisa denger karena rumahnya agak berjarak gitu.


Suasana di siang hari memang agak sepi, banyak yang pergi entah sekedar kerja atau apapun itu.


Kebetulan tetangga disebelah kanannya itu ada dirumah beserta suaminya. Lagi ada kerjaan dirumah makannya stay dirumah, istri nya kaget dong denger ada anak kecil nangis-nangis minta tolong.


Rose kaget banget ngeliat keadaan Wendy seperti itu. Dengan sesegera mungkin ia membantu Wendy. Disitu ada Jeno yang menjaga Bunda nya, dia juga kaget liat Bunda nya kaya gitu.


Jeno nangis juga, anak 1 tahun disuguhi kejadian seperti ini kaget.


"Mbak, ayo kita kerumah sakit. Saya antar mbak", Rose membopong Wendy kerumah nya, dia mau manggil Jaehyun.


Rose juga sebenarnya lagi hamil, dia tau Wendy ini mau lahiran.


Mark dan Jeno ngikutin dari belakang, mereka juga harus ikut. Nanti kalau ga ikut, siapa yang bakal jaga mereka?


"Kak jae, kak tolong aku kak"


"Kak jae, kak jae tolong"


Jaehyun lama banget keluar nya, demi apapun Rose kesel banget. Ini ada orang mau lahiran, kenapa si Jaehyun ini susah keluarnya sih?


"Loh ini kenapa bub? Ada apaa?"


"Ini mau lahiran kak, tolong anterin. Aku juga harus ikut, ayo tolongin kak"


Tanpa sepatah katapun Jaehyun langsung membopong Wendy, dia meletakkan Wendy di kursi belakang mobilnya bersama Rose.


Mark dan Jeno berdua didepan, Jaehyun memasangkan seatbelt. Bukan apa ya, ini ada anak kecil 2 duduk didepan kan bahaya banget ga dipasangin seatbelt.


Mereka sampai di tujuan mereka, Jaehyun ga bawa Wendy ke rumah sakit yang jauh, iya lah mau lahiran ***. Kalau jauh nanti keburu lahiran dimobil.


Wendy langsung dibawa keruang persalinan oleh dokter dan suster disana, pokoknya keadaan hari ini tuh riweh banget.


Jaehyun bawa Rose untuk duduk disekitaran ruang persalinan. Ada beberapa bangku kosong, mereka dudukan disitu. Termasuk Mark dan Jeno.


Sedari tadi Mark dan Jeno masih nangis, mukanya keliatan panik banget. Rose mau mencoba ngobrol sama mereka.


"Nama kamu siapa sayang? Tante boleh kenalan?"


"Aku mark dan ini adik aku, jeno namanya. Jeno belum bisa bicara lancar tante"


"Ah mark dan jeno namanya. Kalo yang tadi mama kalian kan? Namanya siapa?"


"Bunda wendy tante"


"Mark tau tadi itu bunda mau melahirkan, mark dan jeno tau melahirkan itu apa?"


"Melahirkan itu keluarnya bayi dari perut bunda ya tante?", Mark dan Jeno udah ga nangis lagi. Tangis mereka udah mereda dengan sendirinya.


"Betul banget, kalian mau punya dede bayi. Sama seperti didalam perut tante, disini juga ada dede bayi laki-laki. Sebentar lagi akan lahir juga"


"Nono ndak mau punya dede bayi, nanti nda dan yayah ndak tayang nono agi", (nono gamau punya dede bayi, nanti bunda dan ayah ga sayang nono lagi)


(Maafkan aku yg tidak bisa mengetik bahasa bayi)


Mark terjemahin bahasa dari Jeno. Sebagai Abang, Mark itu jauh lebih ngerti bahasa yang diungkapkan adiknya.


"Engga dong, bunda dan ayah pastinya tetep sayang sama nono. Malahan nanti nono sayang sama dede bayi, dede bayi nya pasti lucu"


"Kalian jangan khawatir ya, bunda gapapa kok. Namanya melahirkan itu rasanya sakit banget, tapi nanti keganti sakitnya karena ada dede bayi yang lahir ke dunia.


Nanti dede bayi nya jangan dijahatin ya, harus sayang sama dede bayi nya. Bunda dan ayah juga tetep sayang sama mark dan nono.


Jauh sebelum ada dede bayi, mark dan nono sudah lahir kedunia. Bunda dan ayah bahagia ketika kalian hadir dikehidupan mereka, sekarang ada dede bayi juga.


Nanti mark dan nono akan sayang sama dede bayi, sekarang berdoa untuk mendoakan bunda supaya bunda baik-baik aja dan dede bayi nya selamat dan sehat"


Mark dan Jeno berdoa, mereka berdua berharap Bunda nya itu baik-baik aja dan bayi yang ada didalam perut Bunda nya itu selamat.


Apa ini tandanya Mark dan Jeno menerima Haechan?