
Sekitar 20-25 menit lama nya mereka akhirnya sampai ke rumah.
Haechan masih tidur guys hahaha.
Renjun ga tega ngebanguninnya tapi daripada Haechan pegel-pegel mending Renjun bangunin aja. Toh udah sampai juga, Haechan bisa tidur lagi dikamarnya Renjun.
"Chan, bangun yuk. Udah sampe nih"
Renjun udah tepuk-tepukin pipinya Haechan supaya bangun tapi ya masih tidur anaknya.
Jujur ya, Haechan ini agak susah dibanguninnya kalau lagi tidur.
"Haechannie bangun, udah sampe. Ayo tidurnya pindah ke kamar"
Akhirnya Haechan bangun juga...
"Maaf ya, aku ketiduran. Ngantuk banget huaaaaa"
"Gapapa, pindah ke kamar yuk. Nanti bangun pas waktunya makan siang"
Haechan dan Renjun bergegas masuk ke rumah.
Tadi sebelum Renjun jemput Haechan, Renjun udah bilang ke Mama, Papa dan Chenle bahwa hari ini Haechan akan nginep disini.
Tentu aja mereka seneng, kapan lagi kan ya Haechan nginep disini.
Tadinya Mama mau masak menu kesukaan Haechan, tapi ga jadi untuk pagi.
Untuk siang palingan, karena Mama tau Haechan dan Renjun pasti diancan sarapan dulu disana sebelum kesini.
Udah hafal banget Papa Kun dan Mama Joy tentang watak sahabatnya itu.
--------------------------
Sampai didalam rumah Haechan dapat sambutan peluk dari Mama Joyi.
"Adek udah lama ga kesini, mama kangen adek tau"
"Mama, haechan juga kangen. Kemarin-kemarin kan nana nginep dirumah Haechan, makannya haechan gabisa kemana-mana"
"Gapapa, yang penting sekarang adek udah disini. Adek laper ga?"
"Engga ma, tadi udah sarapan. Haechan kayanya mau istirahat sebentar, nanti kalau mau makan siang bangun"
"Adek kenapa emangnya? Sakit kah? Tapi engga panas sih", Mama meraba-rana keningnya Haechan guna mengecek apa Haechan sakit atau tidak.
"Engga mama, adek cuma ngantuk aja. Kemarin berdagang, etttttt jangan melotot dulu.
Kemarin tuh udah tidur sekitar jam 8 an, tapi kebangun jam 1. Karena gabisa tidur lagi, haechan memutuskan untuk packing barang supaya besoknya ga ribet. Udah adek coba tidurin tapi gabisa merem ma, jadi ya packing barang aja. Selesai jam 5, eh Renjun malah jemput jam 6"
"Oalah gitu ceritanya, kirain mama adek bergadang lagi. Yauda, adek boleh tidur lagi dikamar abang. Nanti pas jamnya makan siang ke bawah ya, mama masakin menu kesukaan adek"
"Makasih ya mama"
Joy tersenyum sebagai jawaban.
Bukan beban bagi dia untuk masakin anak bungsunya itu. Errrr, Chenle sih anak bungsunya.
Maksudnya anak bungsunya yang jarang kesini, Haechannie namanya.
Kalau Chenle mah udah kenyang dimanjain, tapi minusnya cuma 1.
Chenle gamau dipanggil 'Adek', mau nya dipanggil 'Kakak'.
Jadi ya sasarannya Haechan yang bisa dipanggil adek.
Kun udah siap siaga menyambut Haechan kedalam pelukannya.
Kaya ga ketemu lama banget, memang agak lebay bapak-bapak ini.
"Haechannie, kamu sehat nak?"
"Selalu sehat sayang. Kamu udah izin ke ayah dan abang buat nginep disini?"
"Udah papa, cuma dikasih waktu 3 hari", Jawab Haechan dengan bibir yang cemberut mengingat betapa menyebalkannya Ayah dan Abangnya itu.
"Gapapa, yang penting haechan udah dikasih izin. Semoga betah ya disini"
"Betah banget pa, apalagi mama bakal masakin menu kesukaan aku. Papa juga hari ini akan banyak waktu sama Haechan"
Kun tersenyum mendengar perkataan dari Haechan. Kun mengusap kepalanya Haechan, dia sayang Haechan kaya anaknya sendiri.
Lagipula akhir-akhir ini Kun sibuk dikantor, banyak kerjaan buat dia. Memang ga sampai lembur, biasanya juga gitu. Cuma Kun kadang sangat menyayangkan banyak waktu kebuang karena kerjaan, ya namanya juga kerja memang suka gitu.
Makannya setiap weekend Kun selalu meluangkan waktu seperti apa yang dilakukan Johnny, Jaehyun juga selalu seperti itu.
Kan sayang banget ya kalau ga dimanfaatin waktunya dengan baik. Kapan lagi bisa berkumpul kalau bukan di hari weekend atau tanggal merah.
---------------------------
Setelah berpelukan lumayan lama dengan Kun, sekarang Haechan berpaling ke pelukan Chenle.
"Kakak sering-sering nginep disini dong"
"Hehehe, aku usahain ya leee"
"Aku akan selalu nungguin kakak dateng kesini. Oh iya, aku udah beliin makanan sama minuman buat kakak.
Untuk minuman dan Ice Cream aku udah taro kulkas, makanannya ada dikamar abang. Kalau kurang bilang ke aku ya, kalau kakak pengen apa-apa bilang ke aku"
Chenle ini selalu royal ke siapapun, termasuk Haechan.
Haechan udah ingetin beberapa kali untuk ga boros dan beliin siapapun makanan dengan jumlah yang banyak.
Tapi Chenle ini agak nakal, ga pernah mau denger.
Padahal Haechan kasian sama Chenle udah cape-cape kerja, uangnya malah dihamburin untuk hal yang ga jelas.
Boleh traktir atau sekedar self reward, cuma engga sering. Hanya untuk beberapa momen aja, sisanya ditabung.
Tapi semakin kesini dia mau denger, walau engga semua yang penting Chenle nya berubah.
Sekarang Chenle suka nabung, self reward untuk beberapa momen aja dan traktir ketika ada uang lebih.
"Udah lee, segitu udah banyak banget. Makasi ya, inget sisa uangnya ditabung"
"Iya kakak, udah kakak istirahat dulu dikamar abang nanti makan siang bareng"
"Ma, pa, leee aku izin istirahat dulu ya"
Btw, kamarnya Renjun itu ada diatas sama seperti kamar sahabat yang lainnya juga.
Rata-rata pada diatas semua sih...
Haechan keluarin dulu baju beserta barang lainnya sebelum istirahat.
Haechan udah ganti baju, udah cuci dan kaki sebelum tidur.
"Ren, kamu mau tidur ga?"
"Engga chan, kamu aja yang tidur. Aku puk-puk in ya"
Senengnya Haechan nginep dirumah sahabatnya itu ketika Haechan lagi tidur bisa dipeluk dan dipuk-puk in.
Posisinya Haechan tidur disebelah kanan, Renjun sebelah kiri.
Renjun bersandar diheadboard ranjang, tangannya memeluk Haechan sambil puk-puk in Haechan.
Secara ga sadar Renjun juga ikutan tidur karena ngantuk. Iya lah, orang dia tadi bangun pagi-pagi buta banget buat jemput Haechan.