Not Just About Friendship

Not Just About Friendship
Selalu diganggu



Renjun yang tadinya ga mau tidur malah jadi ketiduran.


Jam sudah menunjukkan waktunya makan siang.


Joy udah memasak dari tadi dan sekarang udah selesai. Termasuk menu masakan kesukaan Haechan, Kimchi Jjigae namanya. (kalo aku salah koreksi ya, aku tau nya ini aja)


Kun dan Chenle udah pada dibawah juga, udah dimeja makan malahan.


Tinggal Renjun dan Haechan aja yang belum ke bawah.


"Kakak, mama mau minta tolong, boleh?"


"Boleh mama, minta tolong apa?"


"Tolong panggilin abang dan kak haechan ya, ini udah jam makan siang soalnya"


"Oke ma"


Chenle bergegas ke atas untuk memanggil mereka, tapi pas Chenle udah sampai ke kamar Abangnya, kok kaya sunyi ya?


Apa abang tidur juga ya?, batin Chenle bertanya.


Chenle udah ketuk-ketuk pintu kamar Abangnya tapi ga ada jawaban, buka aja kali ya?


Dan benar aja, Chenle liat Renjun juga tidur. Pantesan sepi banget, biasanya kalo ada Haechan suka berisik tu kamar.


"Abang, bangun. Kata mama makan dulu, udah jamnya makan siang", Chenle tepuk-tepuk pipinya Renjun dan mengguncangkan badan Renjun supaya Renjun bangun.


"Jam berapa sekarang kak?"


"Jam 1, buruan mama udah nunggu"


Renjun bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan sebagainya.


Haechan mah masih anteng dalam mimpinya, padahal suara Chenle bangunin Renjun itu keras banget persis kaya lumba-lumba.


Haechan malah makin nyenyak tidurnya, ditambah notifikasi dari hp nya. Ni manusia 1 masih damai tentram, padahal notifikasinya berisik loh.


"Kak Channie, bangun yuk. Mama masakin kimchi jjigae buat kakak"


Haechan sama sekali belum terusik, jujur Chenle gamau bangunin Haechan. Agak susah yaaa banguninnya, bagi dia yang ga sabaran tuh jadinya males.


Oh iya, mengenai notifikasi yang ada di hp nya Haechan, Chenle gamau buka. Privasi soalnya, kan ga sopan ya buka hp-hp orang.


"Bang, lo udah belum ke toiletnya? Aduh gue nyerah nih, kak haechan belum bangun-bangun"


Renjun ga jawab, ga enak lagi dikamar mandi bicara. Dia mutusin buat nyelesaiin kegiatannya dikamar mandi dan bergegas nyamperin Chenle.


"Lo duluan kebawah aja kak, nanti haechan biar gue yang bangunin"


"Bilangin ke mama, abang bentar lagi ke bawah"


Tangan Chenle membentuk gestur oke, biar lah Haechan jadi urusan Abangnya.


-----------------------------


"Chan bangun yuk, mama masakin menu kesukaan kamu loh", Renjun bangunin Haechan lembut banget, ditambah cuma pipinya aja yang ditepuk supaya bangun.


Kadang ya, Renjun ini bisa menjadi manusia paling nyebelin dan juga bisa menjadi manusia paling soft.


"Channie gembul, bangun heyyy"


"Channie ayoo, mama udah nungguin"


"Channie, udah jam 1 nih. Ayo makan dulu, kasian perutnya belum di isi apa-apa", baru lah Haechan bangun. Emang agak effort ya banguninnya.


Haechan bergegas ke kamar mandi, nyenyak banget dia tidur.


Haechan rasa badannya dia jauh lebih fresh daripada tadi pagi, ga sehat sih sebenarnya mah.


Ya, namanya badan butuh tidur mah, Haechan tidurin lah. Toh nantinya kalo engga tidur dia jadi sakit.


Haechan udah selesai dari kamar mandi.


"Ayo ke bawah, kasian mama, papa sama chenle nungguin"


"Ayo, tapi itu HP kamu bunyi terus chan. Buka aja dulu"


"Engga ah, nanti aja gampang balesnya"


Haechan dan Renjun ke bawah, benar ternyata mereka udah nungguin Haechan dan Renjun.


Iya lah, kan ga enak ya mau makan duluan. Ditambah sekarang ada anak bungsu kesayangannya dateng, mereka gamau menyia-nyiakan momen bareng Haechan.


"Wahh, bau nya wangi banget. Mama masak kimchi jjigae buat siapa?"


"Buat adek, kan adek suka. Mama sengaja masak ini buat adek, lagi pula kita udah lama ga makan kimchi jjigae"


Wahh, Haechan jadi terharu. Ini bukan pertama kalinya sih, tapi ya Haechan terharu aja. Dia kan udah lama ga main kesini, tiba-tiba dimasakin makanan kesukaan dia kan jadinya mellow.


Sebetulnya dirumahnya dan dirumah Jaemin, Haechan selalu dimasakin kimchi jjigae. Cuma ya beda aja vibesnya.


Dirumahnya pun ga setiap hari dimasakin, takut yang lainnya pada bosen. Haechan mah ga pernah bosen, itu kan makanan kesukaan dia.


"Mama, makasi udah masakin haechan. Haechan seneng banget ma, mama memang terbaik", ucap Haechan sambil memeluk Joy.


"Sama-sama, kenapa sih adek kok tiba-tiba mellow gini?"


"Emangnya gaboleh? Haechan lagi terharu, karena mama masakin haechan menu favorit haechan"


"Ya ampun, mama kirain adek kenapa. Gapapa, mama lagi pengen masak aja buat adek. Mama tuh seneng ada adek disini, ada yang bisa mama uyel-uyel pipinya dan mama panggil adek. Tau sendiri chenle itu anti di panggil adek, mau nya kakak terus"


"Udah ya kita makan dulu, keburu dingin makanannya"


----------------------


Haechan kelupaan sesuatu, tapi apa ya?


Aku lupa setelah ini mau ngapain...


Aduh ga inget, apa ya?


Tadi aku mau ngapain?


Ahhh baru inget!


HP, pasti banyak chat dari manusia-manusia posesif.


Agak kualat ya gue, tapi emang faktanya gitu.


Haechan tanpa ba bi bu ngambil hpnya, dia yakin bakal banyak chat dari keluarganya.


Bukan Haechan terlalu percaya diri, tapi faktanya begitu. Mau nginep pun banyak pertanyaan dari mereka, memang di izinin tapi cuma 3 hari.


Rencana Haechan mau nginep 1 minggu, kalau pun ga di izinin mau 4-5 harian gitu. Eh nyatanya malah di izinin 3 hari, kan ngeselin ya.


Tapi segitu juga untung di izinin sih, meskipun cuma 3 hari.


Bales yang mana dulu ya?


Ini kalau ayah di bales terakhiran suka ngambek


Ayah dulu kali ya? Habis itu siapa?


Abang? Kakak? Atau Bunda?


Abang dulu kali ya, habis itu Kakak dan terakhir Bunda.


...



...


...



...


------------------------


...



...


...



...


----------------------


...



...


...



...


-----------------------


...



...


...



...


----------------------


"Kenapa chan? Ada masalah? Fokus banget main hpnya, ga kaya biasanya", tanya Renjun.


"Biasa, ayah, abang sama kakak chat aku. Bunda juga sih, tapi kalau bunda lagi sebel sama kelakuan posesif mereka ke aku. Bunda nyuruh aku ga bales chat dari mereka, tapi keburu dibales sama akunya. Tapi gapapa, ini bisa diatasi kok"


Renjun ngangguk aja, ga pengen nanya lebih lanjut juga takut Haechan kurang nyaman.


Setelah itu kegiatan mereka hanya berupa menonton TV dan saling berbincang satu sama lain.


Masih banyak waktu yang sayang banget disia siain kalau ga dipake buat kumpul kaya gini.


Secara kan masih weekend ya, kalau besok mah pastinya mereka sibuk sama urusannya masing-masing.