
Setelah itu Roy bertarung dengan Ninja itu, mereka beradu pedang dan saling menyerang tanpa henti
" Ting ting " " Wuuz"
" Hahahaha rupanya kau hebat juga kau, bocah " Ucap Ninja itu dengan tawa " Tapi kau pasti tewas bersama dengan gadis itu " Ucapnya lagi.
" Hey, aku tidak tahu apa masalahmu, tapi kau punya masalah dengan Ninja yang ada padaku " Ucap Roy yang tidak dikendalikan lagi
" Hm, jadi kau sekarang mampu untuk mengedalikan kekuatan Ninja RL 24 " Ujar Ninja itu" Aku jadi tidak sabar, kita lihat seberapa kuatkah dirimu " Kata nya lagi sambil menatap tajam wajah Roy
Pertarungan berlangsung sengit, dan hanya disaksikan oleh Nabila saja " Duak"
" ssst " " Wuuz " " Ting "
" Dia hebat juga, kalau seperti ini aku akan sulit mengalahkan dirinya " Kata Ninja itu kualahan
" Apa kau sudah menyerah?" Tanya Roy dengan menantang maju Ninja itu
" Jangan mentang mentang kau bisa membuatku hanya terluka seperti ini " Ninja itu merasa tidak terima, karena kalah dari Roy.
" Ingatlah aku akan membalasnya lain kali, persiapkan dirimu di alam barzakh, nanti " Kata Ninja itu sebelum pergi
...----...
Keesokan harinya Nabila kini harus dirawat di rumah sakit, dia hanya berbaring di tempat tidurnya dan membayangkan kejadian menimpa dirinya, apalagi dia juga melihat Roy menjadi Ninja dan bertarung dengan
Ninja yang menyerangnya semalam
" Sayang kamu udah makan?"tanya ibunya yang membuat Nabila kaget
tetapi dia hanya diam tak bicara satu kata pun
" Lagi mikirin apa sih anak bunda ?" Tanya ibunya dengan duduk di sebelahnya
Namun Nabila hanya menggeleng kan kepalanya dan menatap ibunya.
" Ya udah kalau gak mau cerita "Kata ibunya
" Permisi, tante " Sapa Lina teman sekelas Nabila dan juga Roy
" Oh, kalian !Ayo masuk, itu Nabila " Ujar ibu Nabila senang " Tapi, jangan diajak banyak bicara yah, soalnya aneh? " Tambahnya lagi
" Kenapa tante ?" Tanya Riyan heran
" Gini yah, waktu tante ajak bicara dianya diaaam aja " Jawab Ibu Nabila dengan cemas
Roy hanya terdiam, karena dialah yang tahu sebenarnya terjadi " Roy tumben lu diam ?" Tanya Hani usil
Roy hanya menatap Hani dan juga tak menjawab pertanyaannya, mereka pun menyadari kalau kali ini Roy hanya diam dan melipat tangannya ke perutnya
" Eh, ada apa sih ?" Tanya Riyan menatap Hani
"Enggak, cuma aneh aja " Jawab Hani " Biasanya kan, Roy paling heboh disini, dan gua bingung aja kenapa dia kok gak kayak biasanya gitu loh " Tambahnya panjang lebar
" Trus apa penting itu ?" Tanya Boy yang tiba tiba ikut menimpali mereka
" Sssst, apaan sih ini itu rumah sakit " Akhirnya Roy bersuara
" Dengar tuh!Rumah sakit jangan berisik " Kata Hani lagi
" Woy, bukannya, lu yang berisik tadi? " Tanya Riyan dengan kesal
Roy menghela napas panjang karena melihat teman temannya yang berisik dan membuat keributan, Roy pun memutuskan menemui Nabila karena mereka sudah ada di depan ruangan Nabila dirawat
Sementara yang lain pun jadi tontonan banyak orang karena membuat keributan di lorong Rumah sakit tempat Nabila dirawat
" Heh, bagaimana keadaan mu?"Tanya Roy dengan lembut
Nabila hanya melirik Roy dan tak segera menjawab pertanyaan Roy tadi, Roy pun duduk di sebelahnya
" Apa yang kamu pikirkan ?" Tanya lagi dengan sedikit cemas