New Era WORLD

New Era WORLD
bab 7



Langit langit di penuhi energi kehitaman .


Kemudian Ledakan energi dahsyat berdengung .


Rosa perlahan pulih dan kembali normal sedikit demi sedikit.


Setelah beberapa saat ketenangan muncul kembali di dalam hutan .


Rosa membuka matanya lalu tersenyum dingin .


“ Aku berhasil , walaupun sedikit berisiko tapi aku berhasil hahaha “


“ Walaupun kekuatan ini bukanlah teknik evolusi , tapi ini sangatlah kuat sekali , mutiara iblis itulah nama artefak berbahaya itu “ “ menurut buku , jika aku gagal maka jiwaku akan di makan iblis ,haha sungguh ironis , walau aku yakin aku ga mungkin kalah sama iblis itu , tetapi yang penting aku sekarang puas hahaha “ Rosa masih saja tertawa dengan ekspresi dingin nya .


‘ kekuatan kegelapan sungguh luar biasa , aku bisa menggunakan kekuatan ini untuk menyembunyikan keberadaan dan bisa membentuk bayangan bayangan hitam ‘ gumam Rosa dengan yakin akan kekuatan dahsyat nya itu.


“ dan Ga hanya itu kekuatan naga dan kegelapan iblis seolah menyatu menjadi lebih kuat lagi “ Rosa kemudian berdiri dan kembali membasuh tubuhnya.


Rosa pun selesai mandi dan mengunakan pakaiannya kembali .


Dia berbaring di bawah pohon dengan santai sambil menikmati makanan yang baru dipanggang nya.


“ Menurut buku sih evolusi naga masih terus bisa di tingkatkan , baiklah kalau begitu aku akan terus menambah kekuatan ini , dan tujuan ku mungkin mencari keberadaan dungeon lainnya sembari jalan jalan dan bersantai , ohh dan juga tidak lupa untuk mencari uang yang banyak hehehehe “


‘ sebenarnya sih ga terlalu banget untuk aku cari uang , uang cuma buat ku pake untuk cari makan enak aja di kota kota hehehe ‘ Rosa di batinnya .


“ aku mau makan bakso , kayaknya udah lama ga makan bakso “ Rosa sedikit menunjukkan minat nya pada makanan .


Walaupun hari sudah malam , setelah Rosa istirahat , dia memilih untuk melatih bertarung dengan pedang nya .


Tarian tarian pedang terlihat sangat indah di balik cahaya api unggun malam .


Setelah bangun tidur Rosa langsung berangkat ke kota .


“ Banda Aceh ini lebih menantang dari pada di Cibubur , di sini lebih dominan monster laut yang sangat kuat “ Rosa sedang melihat lihat papan pengumuman yang berada di kamp adventure.


Setelah nya Rosa keluar dari kamp dan pergi makan bakso di pinggiran jalan .


Rosa memesan bakso dan minuman nya yaitu es kelapa , dia menikmati makan dengan suasana ramai di jalan .


Saat Rosa sedang asik makan , ada keributan tidak jauh dari tukang bakso . Dua pemuda sedang bertengkar entah tidak tahu apa yang yang di ributkan .


Salah satu pemuda terpental hingga ke arah meja yang di duduki Rosa , bakso yang sedang di siapkan di meja semuanya tumpah dan berantakan .


“ ban*sat kauu “ pemuda yang terpental itu berteriak ke pemuda di depannya , setelah bangun dari tumpukan tumpahan kuah bakso , pemuda dengan pedang besar menyerang pemuda yang sebelumnya melempar nya ke pinggiran .


“ Jemi , lu sebaiknya nurut aja kasih ke gw semua jarahan lu yang tadi atau gak adik lu kita gebukin “


Laki lali di jalan mengejek ke Jemi yang sedang membersihkan dirinya dari tumpahan kuah , teman teman laki laki itu barengan kumpul di belakangnya.


“ Ban*sat lu berani nya main keroyok, Ardi ? “ Jemi marah karena di ancam .


“ Terus kenapa , takut lu ? “ Laki laki di tengah jalan namanya Ardi .


“ Ahhh , rasain nih “ Jemi mengacungkan pedang besarnya menyerang Ardi .


Aura kemerahan terpancar dari pedang Jemi , Jemi berlari untuk menebas ke Ardi , tapi teman teman Ardi dan Ardi sendiri sudah mengeroyok Jemi di beberapa sisi , tebasan pedang Jemi di tangkis oleh Ardi , lalu teman Ardi dari samping menendang perut Jemi hingga terpental kembali ke warung bakso .


“ Mampus lu , berani lawan gw sih “ Ardi .


Tapi yang terjadi selanjutnya membingungkan semua orang yang menonton dan bahkan Ardi dan teman-temannya heran .


Jemi tidak terjatuh ke lantai , melainkan ada yang menahan Jemi dengan kasar dari belakangnya , baju belakang Jemi di tarik ke atas oleh gadis .


“ CIHH MENGGANGGU MAKAN KU SAJA “ Rosa langsung melempar Jemi ke samping nya .


“ Aduhhh , sakit tau “ Jemi meringis kesakitan.


“ HAHH salah siapa coba hahh bakso gw tumpah semua , ga Mao tau ya ganti rugi 2x lipat “ Rosa marah .


“ Jerr kok gw sih , seharusnya noh dia yang harus ganti “ Jemi menunjuk ke arah Ardi dan temannya.


“ Apaa hahh berani lu jala*g , lu melotot ke gw kayaknya minta di hajar ya “ Ardi ngejek.


Rosa tanpa pikir panjang dengan kecepatan nya langsung menendang Ardi hingga terpental beberapa meter ke belakang .


“ Argh , sialan bree hajar tuh cewek jala*g “ Ardi mencoba berdiri sambil memegangi perutnya yang kesakitan .


Temen temen Ardi langsung mengeroyok Rosa .


Serangan dari samping Rosa melesat , dari arah samping lainnya juga sama Rosa di tengah tengah di keroyok dua laki laki teman Ardi .


‘ laki mainnya keroyokan, culun amat ‘ Rosa dengan mudah menghindari sisi kiri dan kanan nya .


Teman Ardi yang lainnya melihat Rosa menghindari , langsung bergegas bantuin mengeroyok Rosa , jadi total temannya Ardi ada 4 di tambah Ardi sendiri jadi semuanya 5 orang.


4 orang vs Rosa .


Berbagai aura dari senjata ke 4 orang itu menyerang , jalanan semakin riuh Dangan keributan , dan penduduk dan pemilik warung hanya menonton sambil merekam kejadian tersebut .


Rosa hanya bermodalkan tangan kosong berhasil memukul beberapa bagian di ke 4 laki laki itu , 1 laki laki terjatuh tapi dia langsung bangun dan melempar sebuah batu ke Rosa .


Rosa dengan refleks menghindari batu yang mengarah ke wajahnya.


Rosa kemudian menendang perut laki laki itu hingga terpental di dinding dan lalu kemudian laki laki teman Ardi itu pingsan .


Tinggal 3 orang .


3 orang yang melihat temannya pingsan , dengan marah menyerang kembali Rosa , 1 tebasan ingin mengenai tangan Rosa , tetapi Rosa mengepalkan jarinya dan memukul rahang lawan serangan di lanjut menendang lawan di bagian dada nya , laki laki itu tersungkur di lantai mencoba berdiri lalu mengambil kursi , sebelum kursi berhasil di ambilnya , Rosa kembali memukul lawan di bagian kepala sampai laki laki itu jungkir balik di udara .


Orang orang yang nontonin sangat antusias dengan perkelahian itu .


2 orang sisanya menyerang diam diam di belakang Rosa , menggunakan pedang mereka , menebas dari belakang , Rosa merasakan hal itu dia sontak langsung menundukkan kepalanya dan berjongkok , lalu Rosa menyeleding kaki mereka sampai jatuh .


2 orang yang terjatuh buru buru bangun langsung menyerang Rosa kembali , aura pedang menebas angin , Rosa melompati mereka dan menendang mereka di bagian kepala .


2 laki laki itu menutup kepala mereka dengan lengan nya .


‘ sialan ‘ gumam lelaki yang berhasil menahan tendangan Rosa , dia melihat satu temannya terpental jatuh .


Laki laki yang terjatuh bangun kembali dengan sedikit pusing “ cewek ban*sat “


“ HAHH L*L , LU BILANG APA TADI ? “ Rosa sontak berlari ke laki laki yang baru bangun .


Laki laki itu langsung mengambil sebuah balok untuk menahan Rosa , kemudian balok di pukul ke depan


“ Apaaaa “ (ekspresi ketidakpercayaan)


Akibat terkena tendangan rosa , balok itu patah dan lelaki itu terkena tendangan Rosa , hingga terpental jauh .


“ Lu tinggal sendiri , ehh ngak dah berdua sama dia “ Rosa menunjuk ke 1 lelaki lalu ke Ardi .


“ BAN*KE “ serangan membabi buta dari lelaki itu yang tinggal seorang diri .


Dia melemparkan apa saja yang ada di sekitar ke arah Rosa .


Rosa hanya mudah menangkis dan menghindari .


Lalu Kemudian mendekati dengan kecepatan nya .


Lelaki yang menyadari niat Rosa langsung mempersiapkan pedang di depan nya dan juga berlari ke Rosa , lelaki itu tidak satupun serangan nya mengenai Rosa , di merasa frustasi dan kesal.


1 tebasan 2 sampai beberapa tebasan pedang tidak berhasil mengenai Rosa satupun .


‘ hehe , saatnya giliran ku ‘ Rosa memukul di wajah lelaki itu tetapi ga hanya itu, serangan selanjutnya dengan lengan Rosa yang lainnya mengenai dada lelaki itu , lelaki itu mundur beberapa langkah .


Terus kembali di sambut dengan tendangan milik Rosa yang mengenai rahang lelaki itu hingga jungkir balik .


“ Giliran mu bocah “ Rosa langsung mengarah ke Ardi yang sekarang lagi berdiri tercengang .