
“ Ohh begitu ya aku mengerti , terus apa kamu tau penyebab meteor jatuh dan kemudian monster muncul ? “> Rosa
“ Kalo itu kami juga ga tau apa apa , toh kami cuma anak berandalan yang suka tawuran dulu hehe “ > Fery
“ Oiya Ros kenapa kamu kuat banget padahal pake tangan kosong tapi bisa nembus tubuh monster dengan mudahnya , kebanyakan orang pas berburu aja pada bawa senjata yang mereka beri initi “ > vigi dengan antusias sembari memperagakan atlet petinju .
“ Aku lumayan kuat di beberapa seni beladiri tangan kosong , tetapi senjata ya ? Boleh juga tuh , kalo mau dapetin senjata ada dimana “ >Rosa dengan sembari mengepalkan tinjunya ke depan .
“ Senjata bisa dapetin di toko di dalam kota atau kamu juga bisa pake apa aja sih sebenarnya buat senjata mah , nah seperti contoh batang kayu ini juga bisa di beri inti “ >Dani yang sedang memegang batang kayu yang tergeletak di tanah .
“ Ohh seperti itu , tapi uang mang Masih laku ya di zaman kaya gini ? “> Rosa
“ Tentu masih lah , kita cari makan lewat mana kalo bukan pake uang hahaha , di kota kota besar seperti Jakarta atau Bandung , terdapat banyak organisasi yang menjual makanan ataupun senjata, juga mereka masih menggunakan uang baut jual beli “ >Fery masih menatap bingung ke Rosa yang sepertinya Rosa beneran hilang ingatan ucap dalam hati Fery .
“ Kau ga boleh kasar fer ke Rosa hahaha , pantesan cewe ga ada yang suka haha “ >Vigi sambil ketawa .
“ Mending kamu ikut aja sama kita kita ini ke kamp langsung biar kamu tahu semuanya , sekarang kita juga udh cukup ngumpulin inti monster ini “ >saran Dani .
“ Baiklah aku ikut saja toh aku ga tahu banyak “ >Rosa .
“ Oke kita cuss ke kamp , ayu geyss malam ini soalnya aku mau makan enak “ > Fery yang sedang senang sembari mimpi jalan .
Di perjalanan mereka . Mereka berempat tentu tidak mulus , banyak monster yang menyerang .
“ Oiya Ros aku lupa satu hal di sekitaran sini cuma monster monster lemah doang yang berkeliaran , kalo monster yang agak kuat biasanya udah di abisin sama militer atau para orang orang kuat lainnya “ > Dani sembari terus berjalan .
“ Gitu ya , pantes kok lemah gitu mereka haha , Dani apa kamu pernah lawan yang lumayan kuat ? “ > Rosa
“ Belom sih , mending cari aman aja kalo kita mah “ > Dani
“ Monster Monster kuat gitu biasanya di umumin di misi kamp dan hadiah nya buset gede njerr , tapi resiko gitu lah “ >Fery
Setelah perjalanan ber jam jam sampe juga mereka di wilayah Cibubur , daerah ini dulunya padahal menurut ingatan Rosa di tahun 2002 Cibubur adalah wilayah yang tertib dan banyak gedung gedung , tapi sekarang cuman puing puing aja , walaupun cukup ramai orang orang yang bawa senjata mereka dan banyak juga yang menuju kamp adventure .
“ Nyampe juga , ini salah satu kamp yang di bangun pemerintah Bekasi “ > Dani menunjuk ke arah bangunan yang lumayan megah .
“ Kalo gitu aku mau nukerin inti inti ini ke uang dlu dan kamu, Fery sama Dani nongkrong di warung dan biasa temenin Rosa kan ? “ >vigi mengucapkan itu dan dia langsung ke kamp .
“ Ya mending kita ke warung gw laper nih “ >Fery .
“Oke” >Dani
“ Aku ngikut aja “ >Rosa
Mereka di warung makan jajanan sambil nungguin vigi nuker uang , mereka berbincang hal lain seperti tinggal dimana terus asal sekolah dan lain lain .
-brakkk - suara gebrakan meja .
“ Heh Dani , kayanya lu dapet panen “
“ Ehh Tono ngapain lu di sini ?” > Dani sembari kesal .
“ Hemm dan gw boleh minjem uang , ceban aja buat beli rokok “ >tono dengan suara kasar nya .
“ Ogah ahh , males gw minjemin lu ga pernah di balikin “ >Dani spontan
“ Cehh pelit banget “ >Tono langsung minggat dari warung .
Rosa hanya mendengar kan di samping .
“ Jagan peduliin orang males itu , dia mah cuman malakin orang doang “ >Dani santai
Beberapa menit kemudian vigi selesai nukerin uang , dan mereka berempat makan Indomie yang mereka pesen di warung .
Rosa nolak dengan banyak alasan nya .
Rosa memilih untuk jalan jalan di sekitaran wilayah Cibubur.
Rosa berkeliling sembari melihat lihat orang yang berjualan di pinggir jalan .
Rosa juga saat ini dapat penghasilan hasil tadi berburu dia lagi nyari senjata yang mungkin cocok untuknya .
Rosa pergi ke salah satu toko .
“ Bang pedang ini harga nya berapa? “
“ Kalo pedang ini cukup mahal neng kisaran 200 ribu “ >penjual toko .
“ Ohh , oke makasih bang info nya duit ku ngak cukup “ >Rosa
Rosa terus berjalan dan tidak membeli apapun di karenakan duit saat ini ngak cukup , Rosa hanya punya sisa uang 20 ribu aja .
“ Mending aku berburu aja deh , toh aku bisa beladiri tangan kosong “ >Rosa
Dia mengarah ke tempat berburu , dengan keterampilan seni beladiri nya Rosa sangat mudah untuk mengalahkan monster monster yang tidak terlalu jauh dari Cibubur .
“ Cukup mudah di kalahkan sih , seperti aku mengalahkan slime di Dunia sihir dulunya “
“ Penasaran sama monster kuat lainnya, mending berburu ke tempat lain yang banyak monster kuat “ > Rosa
Saat ini Rosa lagi berburu dekat daerah danau rawa , di situ dia menemukan monster tipe air dan cukup untuk pelatihan nya .
Dia terus terusan panen banyak inti , dan banyak juga ngalahin monster sampe ga kerasa udh sore.
Saat dia mau balik lagi ke Cibubur kamp , ada suara raungan, itu cukup keras suaranya .
“ Suara monster ituuu cukup keras , sebaiknya aku melihatnya “ >Rosa langsung berlari menuju suara barusan .
Suara itu terletak di daerah hutan .
Sesampainya Rosa , dia melihat banyak mayat di hutan , tentu itu adalah Mayat manusia .
“ Waah banyak orang yang mati seperti nya monster nya cukup ganas , kayaknya bakal panen nih aku , dan juga inti monster nya pasti besar “ >Rosa yang semakin masuk ke hutan .
Suara pertempuran terdengar .
Dari jauh Rosa melihat monster yang seukuran gedung mall sedang menghadapi manusia yang amat banyak .
“ Bahkan dengan manusia sebanyak itu mereka gak bisa menang ?” >Rosa
Orang orang sadar mereka ga bisa menang, mending milih mundur karena hari sudah mau malem .
‘Ini kesempatan ku’ > Rosa
Dia langsung menyerang monster jumbo itu .
Dengan tendangan Rosa yang ngarah langsung ke kepala monster , walau monster itu nyadar tapi masih kena sedikit tendangan Rosa , akibatnya monster mundur beberapa langkah .
-aaaaarrrrrhhhggg
Si monster ukuran mall itu meraung marah , dan nyerang membabi buta , dengan dengan banyak tentakel nya langsung mengarahkan ke Rosa .
Rosa menghindari dengan mudah , Rosa kemudian menendang tanah dan melesat langsung ke monster , monster menyadari dan menghalangi serangan Rosa .