
Indonesia, Jakarta. [ 11 : 00 A.M ]
Usai bersiap-siap selama 1 jam lamanya, ia memilih untuk segera berangkat ke bandara.
Sebelumnya ia akan berhenti di taman yang sering ia dan para sahabatnya tongkrongi.
Andini mengambil kunci mobilnya yang tergantung di dekat TV. Ia menggeret koper pink miliknya menuju ke garasi mobilnya.
Nampak mobil Audi berwarna hitam disana, Andini segera memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil.
Andini segera masuk ke dalam mobilnya, melajukannya menuju taman yang sering ia dan para sahabatnya kunjungi.
Andini sampai di taman tujuannya, ia segera turun dan duduk disalah satu bangku taman yang biasa ia singgahi.
Tak lama dari itu, salah seorang sahabat Andini datang, "Hai, tumben Lo pengen ketemuan hari libur gini, biasanya juga Lo ngebo,"
Andini berdecak malas sambil menatap sosok lelaki didepannya, dia Vito Anjasmara, cowok yang selama ini ia sukai sekaligus sahabatnya.
"Sirik aja Lo sama gue," ketus Andin dengan kesal. Tidak, ia tidak benar-benar bersikap ketus pada lelaki dihadapannya ini.
"Yang lain mana? Kenapa gak bareng sama Lo?" Tanya Andin pada Vito yang sedari tadi hanya memfokuskan dirinya pada novel digenggamannya.
Vito mengendikkan bahunya acuh. Ya, bisa dibilang lelaki satu ini kurang peka dengan Andin yang kesal.
"Hai gaiss!! Dah nunggu lama ya?"
Suara melengking dari seorang cewek menyita perhatian dua sejoli yang tengah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Dia Firly Flandria Cintya, sahabat Andini.
"Enggak kok, gue baru aja sampe berapa menit lalu," kata Andini, Firly dan para sahabatnya yang lain mengangguk lalu ikut duduk di dekat Andini.
"Jadi Lo mau ngomong apa nih, Din?" Tanya cewek berbandana disamping Firly, Nasywa Fitri Wiandira.
"Gue bakal landing ke Prancis dalam kurun waktu dua jam lagi," perkataan yang spontan Andini keluarkan cukup membuat para sahabatnya membelalak kaget.
"Lo-"
"Iya, gue serius," Andini menyela cepat perkataan Firly.
"Ini bukan bulan April, Din," kata seorang cowok yang tengah sibuk memainkan smartphone miliknya, dia juga sahabat Andini, Dhani Christian Wiandara.
"Gue tau, Dan, gue serius bakal landing ke Prancis,"
Andini menilik jam tangan miliknya sejenak, jam menunjukkan jika 1 jam 40 menit lagi ia akan segera landing ke Prancis.
"Gue cuma mau pamit aja, sorry,"
"Waktu gue udah mepet, see you guys!" Andini berlari meninggalkan para sahabatnya dengan terburu-buru.
"Kapan kita selesai kan misi kita?" Tanya salah satu dari mereka, itu salah satu sahabat Andini, Ghino Hans Fiandra.
"Kalian gak capek apa pura-pura baik, come on guys! Gue rasa kalian bukan lagi anak kecil, dia juga gak mau ditakdirkan begitu," sahut cewek berwajah cantik namun jutek disamping Nasywa, Kirana Khanza Septiliana Fitria.
"Terserah!" Firly menyahut perkataan Kirana dengan ketus dan langsung berlalu pergi.
Nasywa dan Novita segera berlalu mengikuti perginya Firly dari taman itu. Tak lupa pula tiga lelaki yang sedari tadi hanya cuek dan lebih memilih untuk sibuk dengan urusan nya sendiri itu mengikuti tiga cewek yang sudah berlari, meninggalkan taman.
Kirana berdecak kesal, para sahabatnya itu sungguh keras kepala.
Kirana pun ikut meninggalkan taman itu dengan sedikit dongkol.
•|My Six-sense|•
Disisi lain, Andini masih terjebak di keadaan macet pada jalan ibukota pagi ini. Ah, lebih tepat nya siang ini.
Andini dibuat berdecak berkali-kali karena harus menunggu hampir 20 menit di jalan besar yang ia lalui ini.
Ia kembali menilik jam di tangan kanannya, memastikan bahwa jam landingnya masih lama.
Akhirnya..
Andini menghela napas lega setelah jalanan kembali lenggang. Ya, seperti yang ia terawang tadi, bahwa kemacetan ini disebabkan dengan adanya kecelakaan kecil yang melibatkan beberapa pengendara untuk berhenti sejenak membantu para korban.
Andini segera menancapkan gas mobilnya dalam mode sedang, ia mengejar waktu yang semakin menipis.
Selang 30 menit kemudian, mobil yang dikendarai nya sudah terparkir di dekat Bandara Soetta.
Dengan segera Andini mencabut kunci mobilnya dan membuka bagasi mobil untuk mengambil koper miliknya. Tak lupa ia kembali menutup bagasi dan mengunci mobilnya.
Fyi, parkiran yang ia pakai adalah parkiran pribadinya yang berada di samping Bandara Soetta.
Ia menggeret kopernya menuju tempat check in, usai menaruh kunci mobilnya di dalam tas.
Andini mengeluarkan smartphone miliknya dari dalam tas. Gadis itu men-scan barcode untuk mengambil tiket pesawat yang sudah dipesan oleh orangtuanya.
Tak lama selembar kertas yang merupakan tiket pesawat milik Andini itu keluar, Andini segera mengambilnya dan kembali beranjak menuju ruang tunggu pesawat.
[ 12 : 43 P.M* ]
"Diberitahukan kepada para penumpang pesawat kelas bisnis dengan nomor pesawat B**** untuk segera bersiap dengan barang bawaan anda. Pesawat akan lepas landas dalam waktu tujuh menit, terimakasih."
Pemberitahuan dari speaker Bandara membuat Andini beranjak dari kursinya, ia tak lagi menggeret kopernya, sudah dapat dipastikan jika koper kesayangannya itu di dalam bagasi pesawat yang ditumpanginya.
Andini menaiki bus mini untuk menghampiri pesawat yang akan ditumpanginya. Hanya butuh waktu 3 menit untuk ia serta para penumpang pesawat yang akan ditumpangi nya, sampai dihadapan pesawat itu.
Revisi : 7 Mei 2020
Di next chapter aja gaes..