MY LOVE LIFE

MY LOVE LIFE
deary bunda



.


.


akhira, kita pulang yuk"ajak jhordan memegang bahu gw.


duluan aja kak, gw butuh waktu buat sendiri"ucap gw sambil memeluk papan nama bunda.


jhordan pun menunggu gw dimobil miliknya,.


setelah semua orang tidak ada dan hanya ada bunda dan gw ,


bunda... kenapa bunda ninggalin khira, akhira ngak bisa hidup tampa bunda, bukan kah bunda janji kalau 2 hari lagi kita akan bertemu papa dan kenapa bunda ninggalin khira"hiks hiks


bunda... jika disana bunda bisa istirahat dengan tenang khira iklas khira akan nemuin papa dan memintanya untuk datang menemui bunda disini, bunda tunggu in khira ya"ucap gw pergi meninggalkan pemakaman itu.


udah khira?"tanya jhordan.


hem hem"gw hanya bisa mengangguk perlahan.


mobil kak jhordan melaju nenuju rumah, sekarang hanya kak jhordan yg ada di samping gw.


khir, gw besok harus ke indonesia buat interview karna lamaran kerja gw diterima di sana? hem... "ucap kak jhordan terputus.


kak, loh pergi aja, gw juga butuh waktu untuk sendiri! hem loh tenang aja kak gw bakal nyusul loh nanti" ucap gw menyemangati jhordan, gw ngak mau kalau kak jhourdan kehilangan pekerjaan yg slama ini dia impikan.


khir.. Kira kamu yakin, Kayaknya gimana kalau gue batalin aja interviewnya ya ya itung-itung Buat nemenin loh,"ucap kak jhordan yg membuat gw ngarasa ngak berguna.


kak... i'm fine, kakak yakin kan kalau khira akan baik baik aja, dan lagian kakak disana cuma 2 tahun kan, "ucap gw menyemangati jhordan.


hemm baik lah, tapi janji ya loh belajar yg rajin dan ingat buat vc gw ok" sambil memeluk gw.


rasanya gw ngak ingin melepasin pelukan kak jhourdan, rasanya gw pengen ikut bareng dia tapi ya mau gimana lagi gw harus sekolah."


ya udah loh istirahat ya, gw mau beli tiket buat besok"ucap kak jhourdan meninggalkan gw sendiri.


setelah kak jhourdan pergi, gw pergi kekamar bunda dan mencari buku harian milik bunda.


sambil menuju meja rias bunda kaki gw rasanya keram, terasa berat banget buat melangkah.


hemm(menghela nafas panjang)


gw membuka lembaran buku harian bunda, mulai dari awal karna jujur baru kali ini gw baca buku harian bunda.


lembar pertama


.) *hari pertama ku menikah dengan seorang yg sama sekali tidak aku cintai, rasanya bagai kan petir yg menyambar, karna hutang yg dibuat mama terpaksa aku menjadi korban penebus hutang ini.


awal kehidupan ku, ku kira suami ku menikahi ku untuk menjadi pelayan dirumah nya, ternyata salah aku malah menjadi seorang ratu yg sangat di sayang, dimanja sampai aku melahirkan 2 orang putri yg sangat cantik jelita.


mangka dari itu aku membawanya dan meninggalkan suamiku dan putri ku khirana, dan sebelum aku meninggalkan mereka aku pernah melihat suami ku dekat dengan adik tiri ku, saat itu aku meminta adriana(adik tiri ku) untuk mendekati mas askha(suami ku) dan dia menyetujuinya saat aku rasa mereka sudah dekat aku pun memutuskan pergi dari rumah suami ku.


dan meninggalkan sepucuk surat cerai, yg telah aku tanda tangani.


begitu lah singkat cerita hidup ku...


...kehidupan baru ku...


akhira... akhira antasya putri ku yg sangat cantik, putri ku sumber cahaya ku yg saat ini saat ini akhira berumur 2tahun, dia adalah putri kecil ku, mentari ku...


saat aku hendak bekerja aku melihat seorang anak kecil yg berusia 8tahun yg menangis di pinggir jalan, aku pun menyapa nya dan dia bernama jhourdan, anak yg mengemaskan saat aku tanya dia bilang dia tersesat saat menaiki bus yg berbeda,.


aku pun kasihan dan membawanya kerumah, hampir 3 tahun aku menunggu dan mencari tahu tentang keluarga jhourdan, tapi nihil tidak satu pun yg mengenali bocah malang ini.


saat itu aku bertekat untuk mengadopsi nya untuk menjadi kakak nya akhira, aku pun bahagia perlahan aku bisa menghilangkan ingatan ku tentang suami ku dan juga tentang penyakit yg ku derita.


entah sampai kapan tuhan membiarkan ku hidup, dan saat akhira sakit aku pun membawanya kerumah sakit itu adalah pertama kali akhira sakit, saat berada dirumah sakit dokter bilanh bahwa akhira hanya rindu akan sosok seorang papa!


dan aku pun bertanya apa akhira memiliki gejala penyakit jantung, saat itu pun dokter bilang bahwa akhira tidak memiliki gejala itu.


rasa lega dan juga cemas ku miliki saat itu, akhira yg berumur 6 tahun, aku lega karna putri ku tidak memiki penyakit seperti ku dan aku cemas jika tiba tiba aku di jemput tuhan bagaimana dengan nasip putri ku.


saat itu aku pun mangkin terpuruk, berberapa tahun kemudian pun saat umur akhira 15 tahun aku pun memutuskan untuk menghubungi suami ku,. karna aku telah berjanji untuk mempertemukan akhira dengan papa nya.


aku pun sedikit syok karna mendapat kabar bahwa khirana mengedap penyakit jantung, dan saat itu dirawat dirumah sakit.


berberapa bulan kemudian aku pun mendapat kabar dari adriana bahwa khirana meninggal,. rasanya ingin ku akhiri hidup ini untuk menemui putri ku khirana, tanpa ku sempat berfikir bahwa aku masih mempunyai akhira.


aku pun mulai memikirkan khirana sampai sampa jantung ku kembali kambu, dan saat umur akhira 17 tahun nanti aku akan menemukan akhira dengan mas askha dan membiarkan akhira bersama papa nya.


london,-indonesia


berberapa hari lagi umur putri ku tercinta 17 tahun aku pun telah mempersiapkan 3 buah tiket yg terletak di bawah meja kerja ku, untuk menemui mas askha di indonesia, aku mengajak jhourdan karna ku tau kalau putra ku itu melamar kerja di salah satu kantor terbesar di sana.


hitung hari,... akhira putri ku tercinta, ....


bunda sangat menyayagi kamu, dan jika sebelum sempat bunda mengantar mu bertemu dengan papa bunda harap kamu bisa mencari papa mu dengan jhourdan, dan


untuk jhourdan putra ku aku telah menemukan orang tua mu dia tinggal di indonesia tepatnya di jalan xxx nomor xxx dan kamu juga mempunyai seorang adik laki laki.


temuilah orang tua mu sayang dan bunda juga minta jaga akhira, dia adalah satu satunya berlian yg bunda punya*...


**maira"!"


^^^^^^BERSAMBUNG^^^^^^