My love ceo

My love ceo
satu (1)



Di sudut lorong rumah sakit, seorang gadis menanggis jadi jadian karena kedua orang tuanya meninggal dunia. pikirannya dipenuhi dengan deretan kalimat demi kalimat yang baru saja dia denger dari dokter.kalimat yang seolah dapat meruntuhkan dunianya.Dunianya yang dia pikir telah jatuh dan tidak memiliki apapun di dunia ini.


dunianya telah hancur karena kedua orang tuanya telah meninggalkan dia seorang diri.


vio gadis 17 tahun yang dapat menikmati kasih sayang orang tuanya sekarang malah meninggalkannya selamanya. bagaimana nasib aku setelah ini,aku tinggal sama siapa.


vio meraih ponselnya ,terlihat fotonya dengan mama serta papa nya tersenyum dalam rangkulan mamanya.


melihat mereka berdua sangat miris dan nanggis kembali gadis tersebut,dia sama sekali tidak menyangka kedua orang tuanya telah pergi selama lamanya.


vio menyeka air matanya tapi sia sia, karena air matanya jatuh terus.dia menghebuskan nafasnya pelan,kemudian memencet beberapa tombol hingga dapat menampilkan nama pamannya. dia sempat ragu untuk menelepon pamannya karena mama dan papa telah tiada.


vio mendekatkan ponsel di telingganya ketika tulisan ringan pada ponselnya berubah menjadi hitungan jam.


ha...lo ? sapanya terbata pada pamannya


"hem" dengusan sebal yang hanya vio dengarkan.melihat respon respon yang terlihat dan terdengar dia merasakan penolakan itu membuat vio ingin menghentikan niatnya. Namun, apa daya dia merasakan bahwa siapa lagi yang dapat menolong kecuali paman kandungnya.


paman , mama dan papa meninggal dalam kecelakaan tadi siang , paman bisa menolong papa dan mama mengurus pemakamannya.


"jadi, apa?"


paman bisa membantu aku apa tidak untuk mengurus pemakamannya.


pamannya kembali mendengus. " baiklah"


di rumah sakit sayang bunda,paman


"baik,aku kesana sekarang juga,tunggu disana. jangan kemana mana ucap paman


iya paman aku gak akan kemana mana ucap vio


"aku tahu paman, tapi cuma paman yang bisa membantu aku untuk mengurus pemakaman papa serta mama."ucap vio dengan frutasi karena paman yang diharapkan membantunya lagi ke luar negeri.


Pamannya yang licik datang dan berusaha membantu pemakaman kakak dan kakak iparnya.....


setelah pemakaman selesai


nak vio, sapa bi inah


iya bi,ada apa ucap vio


nak vio mau makan apa sekarang dari kemariin belum makan ucap bi inah


aku gak mau makan bi, ucap vio


makan nak vio, nanti sakit loe ucap bi inah.


baikklah bi inah ucap vio


tuan besar rio anda baru sampek rumah ucap bi inah


iya bi,saya dengar kakak meninggal sama kakak ipar,mana vio bi ucap rio


di meja makan tuan, tak mau makan sekarang dia mau makan karena dari tadi pagi sampek pemakaman papa dan mama nya nanggis terus ucap bi inah


kasihan bi ,ponakan aku satu ini....sapa yang ngurus pemakaman kakak ucap rio


pak roy tuan , sekarang tuan gak ada dirumah sapa lagi kalau bukan tuan roy sahut bi inah


kok gak biasanya ya bi,ucap rio


gak tahu tuan ucap bi inah


aku temui vio dulu ya ucap rio


ya tuan,saya permisi sebentar ucap bi inah.


hai ponakan om yang cantik ucap rio


om kapan balik dari luar kota ucap vio


barusan aku datang setelah mendengar mama dan papa kamu telah tiada ucap rio