My Kenzi

My Kenzi
3.Cerita Aunty santi



Pagi yang cerah,shanell merasa lebih segar dari kemarin dan ia melihat tangannya sudah terbebas dari infus,entah siapa yang melepasnya semalam shanell tidak tau bahkan tidak merasa kan ada orang melepasnya,entahlah memang karna kehati hati an orang itu apa karena shanell yang kebo,entahlah.


'Clek'


Suara pintu terbuka,menampilkan santi datang dengan nampan ditangannya,lalu berjalan ke arah ranjang shanell dengan senyum merekah.


"Haii cantik, bagaimana keadaanmu saat ini?sudah merasa baik an?" tanya santi lembut pada shanell, dan dibalas senyuman manis oleh shanell.


"Alhamdulilah sudah baikan aunty,saya merasa lebih segar hari ini terima kasih untuk semuanya" balas shanell, lengkap dengan senyuman manisnya.


"Iya sayang,ehh ngomong ngomong dari kemarin kita belum berkenalan kan?kalau begitu perkenalkan nama aunty Santiya Puspa Adelarad,dipanggil santi" jawab santi dengan ramah


"Oh iya aunty santi,perkenalkan nama saya Shanella kartika panggilan nya shanell" balas shanell pada santi dengan nada yang tak kalah ramahnya.


"Wahh...namanya bagus sekali ya nak, oh ya aunty baru sadar ya dari kemarin kita pakek bahasa indonesia, kamu dari indonesia?" kata santi yanh baeu sadar karena,dari kemarin mereka berdialog menggunakan bahasa indonesia.


"Ehh....iya ya kok aku baru sadar ya aunty, hehe iya aku dari indonesia tepatnya malang jawa timur aunty." balas shanell.


"Wahh kita sama sama orang indonesia ya, aunty juga dari jawa timur lohh dari ngawi.tapi dulu aunty sekolah di surabaya ikut pakde yaaa..soalnya keterbatasan ekonomi biasa lah" balas santi kepada shanell.


"Ohh gitu ya aunty, terus aunty nikah sama uncle itu ya?makanya bisa sampek disini?maaf aunty kalo lancang nanya gitu" kata shanell tidak enak karena menanyakan hal pribadi pada santi,ia merutuki mulutnya yang memang lost control.


"Haha,gak papa kok shanell, aunty gak keberatan crita sama kamu,ternyata kamu cerewet juga ya"balas santi sambil tersenyum geli,melihat kecerewetan shSeorang "Jadi gini,dulu itu aunty masih kelas satu smp kan....


Seorang gadis kecil yang manis sedang menangis ditepi jalan, gadis tersebut tak lain dan tak bukan adalah Santiya Puspa,ia menangis melihat ban sepedanya yang kempes depan belakang serta rantainya yang putus.itu semua adalah ulah teman teman santi yang suka membully,mereka mengatakan kalau santi tidak pantas masuk di smp tempatnya belajar,padalahal santi belajar mati matian agar bisa mendapat beasiswa untuk bisa sekolah di smp tersebut,smp itu adalah smp swasta elit yang terkenal di surabaya,hanya orang orang ber uang saja yang dapat sekolah di situ namun santi,dia hanyalah gadis miskin yang beruntung mendapat beasiswa di situ.tapi apalah daya santi tidak bisa melawan anak anak yang membullynya karena ia tau mereka bukan tandingannya.


" huhuhu piye ikii...mengko budhe mesti golek i aku,,piye caraku mulih ya allah iki wes ape udan,,huhuhu ya allah aku kuat ya allah aku kudu kuat demi padhe karo budhe aku kudu kuat,bismillah"(1) kata santi kecil untuk menyemangati diri sendiri,padahal jarak sekolah santi dengan rumah budhe nya sekitar 11km,dan hanya ditempuh menggunakan sepeda ontelnya.itu saja memerlukan waktu 45 menit,bagaimana jika berjalan kaki bisa sampai magrib dia sampai rumah,percuma jika ia naik kendaraan umum karena rumahnya berada di pedesaan yang jauh dari kota.


Sementara itu saat lampu merah seorang pemuda tampan yang ada didalam mobil mewah berwarna hitam mengkilat itu melihat santi, dan merasakan tertarik pada santi saat itu juga dengan tergesa gesa ia turun dari mobil dan menghampiri santi yang sedang menuntun sepedanya di trotoar jalan.


"Hey tunggu!" teriak pemuda itu pada santi, sedangkan santi langsung berhenti dan menengok kebelakang.


"Nyelok aku ta wong kui?" (2) gumam santi pada diri nya sendiri.


"Hey kamu mau pulang?" tanya pemuda tampan itu dengan bahasa indonesia yang kaku.


"I..iy..iyaa" jawab santi gugub pasalnya ia terpesona dengan ketampanan pemuda itu.


"Emm,,,sepeda kamu kenapa?" tanya pemuda tersebut.


"Rusak" jawab santi dengan nada sedih mengingat perbuatan temannya tadi.


"Nama kamu siapa?" tanya sang pemuda itu.


"Santi.nama aku santi." jawab santi.


"Oh ya,aku harus pulang,jadi Aku pamit ya,semoga kita bisa ketemu lagi lucas" kata santi mengingat hari semakin sore.


"Tunggu santi!" teriak lucas


"Ada apa?"


"Emm, maukah kamu aku antar pulang?"


"Lalu sepeda ku?"


"Akan aku perbaiki dan aku antar kerumahmu nanti"


"Tidak usah lucas,terima kasih nanti merepotkanmu"


"Tuan muda!" kata seorang berbaju hitam


"Kamu mencari anda,kami takut anda tersesat karena anda belum tau daerah ini." katanya lagi.


"Sudah lah aku tidak apa apa,kalian tolong bawa sepeda itu dan perbaiki segera" titah lucas dan langsung dikerjakan oleh bodyguard itu.


"Ehh..tidak usah lucas tidak usah" kata santi panik,dia belum mengenal lucas,dia takut kalau lucas adalah orang jahat melihat ia dikelilingi orang berbaju hitam yang menyeramkan.


"Tidak santi, kamu tenang saja aku bukan lah orang jahat,aku bisa menjamin itu.ayo kita ke mobil aku akan mengantarmu pulang."kata lucas tegas seolah tanpa bantahan.


Dan santi pun hanya bisa menuruti ke ingin an lucas tersebut,sepanjang perjalanan santi dan lucas hanya diam,sibuk dengan pikiran masing masing hingga lucas memecah keheningan.


" apakah apa kau selalu menempuh perjalanan sejauh ini dengan jalanan yang rusak parah seperti ini saat akan ke sekolah mu?"tanya lucas


"Emmm,,,i..iyaa, ini adalah satu satunya akses jalan yang paling dekat ke sekolah." jawab santi agak gugup.


"Bagaimana jika hujan lebat apakah jalanan ini akan becek dan licin,apa lagi ini musim hujan apa kau tidak takut melintasi nya?" kata lucas lagi.


"Jika setelah hujan turun aku akan berjalan kaki sepanjang jalan ini hingga jalan besar disana,karena aku tidak ingin bersiko terjatuh atau pun seragamku kotor.itu juga menyebabkan aku berangkat lebih awal bahkan sangat awal,setelah subuh biasa nya." jawab santi sambil menceritakan kebiasaannya.


"Apakah sesulit itu perjuanganmu agar bisa ber sekolah?mengapa kau memilih bersekolah,padahal dari pengamatanku di surabaya ini banyak anak gadis yang tak mau melanjutkan pendidikannya,terlebih mereka bersala dari desa yang orang tuanya masih memegang budaya nenek moyang nya,mereka lebih memilih dinikah kan usia dini atau langsung bekerja membantu orang tuannya,tapi kau bersikeras sekali untuk ber sekolah tinggi" tanya lucas lagi.


Santi tersenyum mendengar penjelasan lucas,ternyata lucas memiliki pengetahuan yang cukup luas tentang indonesia.


"Memang sebagian orang seperti itu tapi Aku tidak.dulu orang tua ku korban pernikahan dini dan mereka harus merelakan pendiikan mereka demi orang tua.jadi, mereka memberi kebebasan kepadaku untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi meskipun ekonomi mereka tidak baik tapi,untunglah ada pakdhe dan budhe ku mereka bersedia membiayai pendidikanku asalkan aku mau tinggal dengan mereka, karena mereka kesepian tidak memiliki anak." balas santi,membuat lucas semakin ter kagum kagum pada nya.


Singkat cerita lucas meminang santi dengan segala syarat yang santi ajukan,hingga lahirlah kenzi buah hati mereka diusia santi yang baru menginjak 14 tahun.banyak peristiwa yang terjadi antara santi dan lucas, peristiwa sedih maupun senang.