
Setelah sampai di amerika, tepatnya kota new york.shanell masih bingung untuk tinggal diamana saat ini,karna jujur shanell tidak mengerti sama sekali tentang kota ini.
Akhrinya shanell memutuskan untuk berjalan kaki siapa tahu dia akan menemukan penyewaan apartemen kecil yang murah serta dekat dengan kampus nya itu.dan bahkan saat ini shanell masih belum tau dimana letak kampus baru nya itu,yang ia tau hanya alamat jalannya saja.bukan tempatnya,bagi shanell manhattan adalah tempat yang sangat asing untuknya.tempat yang begitu ramai.
Malam ini shanell masih betah berjalan tanpa arah tujuan ia hanya berhenti didepan toko roti atau cafe untuk sekedar makan dan menumpang dikamar mandi.
Malam semakin larut shanell masih tidak ada tujuan pasti.tubuhnya lelah karena jet lag,kepalanya pusing,dan kakinya juga sakit karena terlalu lama berjalan. Entah saat ini ia ada dimana,jalanan ini semakin sepi dan menakutkan membuat shanell hampir menangis,namun dari arah depan ada sebuah mobil mewah melaju dengan kecepatan lumayan tinggi,sinar lampu dari mobil tersebut menyilaukan mata shanell dan menambah pening di kepalanya,sang sopir mobil tersebut juga terkejut melihat ada orang berdiri ditengah jalan dengan jarak sekitar 50 meter dari mobilnya dan akhirnya
'Citttt...'
'Bruk...'
Shanell pingsan tepat saat mobil itu berhenti dihadapannya dan kurang beberapa senti lagi hampir menabrak dirinya,sang pengemudi seorang perempuan paruh baya yang cantik turun untuk melihat siapa yang ia tabrak.
"Haa..gimana ini udah nabrak orang, nanti kalo mati gimana?terus masuk penjara?haduh harus bagaimana ini" kata pengemudi tersebut dengan panik hingga akhirnya si perempuan menelepon seseorang yang tak lain adalah suaminya.
"Dadyy...huhuhu dad tolongin mommy huhuhu" kata perempuan tersebut sambil menangis tersedu-sedu.
"Mommy tenang, gimana sayang tolong ngomong yang jelas,kenapa hm?" tanya suaminya diseberang telepon.
"Mom..hiks.. hiks.. mommy na..hiks nabrak orang daddy huaaa huhuhu gimana dad,orang nya pingsann huaa" balas perempuan itu dengan tangis yang menggelegar dan membuat orang yang diseberang telepon menjadi panik.
"Cepet ya dad,disinii serem tau mommy takut dad huaa gak ada siapa siapa mommy takut hiks hiks nanti kalau ada orang jahat daddy!cepet an kesini!" kata si perempuan sambil menangis dan berteriak.
"Iya sayang ini mobil kamu udah keliatan ini lo,udah ya assalammualaikum" jawab suaminya.
"Waalaikumusalam" balas perempuan itu.
Hingga tak lama sebuah iring iringan mobil terlihat berhenti dibelakang mobil putih sang perempuan dan turunlah seorang laki laki paruh baya yang terlihat masih gagah dan tampan dari salah satu mobil disana.
"Kamu gak papa kan sayang?hm ada yang luka atau ada yang sakit?" kata sang laki laki sambil mengecek tubuh si perempuan itu.
"Mommy okay daddy,tapi dia yang kenapa kenapa" kata si perempuan menunjuk shanell yang masih pingsan dibawah mobilnya.
"Heh kalian!cepat angkat bawa kemobil!" titah sang suami pada bodyguard.dan langsung dilaksanakan tanpa bantahan.
"Kita bawa kerumah ya sayang, nanti panggilkan dokter paul untuk memeriksa dia" kata sang suami yang dibalas anggukan oleh si perempuan dan akhirnya mereka masuk kedalam mobil dan bergegas pulang kerumah mereka.
"Dia tidak apa apa,tidak mengalami luka yang serius.hanya saja dehidrasi yang cukup berat, itu sebabnya saya memasangkan infus untuk mengganti cairan tubuhnya.mungkin dia akan sadar kurang lebih 2 jam kedepan,ini resep obatnya silahkan di tebus.saya permisi,selamat malam Mr. Dan Mrs. Adelard" kata dokter paul,seusai menangani shanell yang pingsan.