
1 bulan kemudian...
Kini di hotel milik keluarga mahendra sedang di adakan dekorasi untuk acara resepsi pernikahan fafa dan juga sidik besok.
Setelah fafa sembuh total, sidik memutuskan untuk segera mengikat fafa dengan ikatan suci.
Sidik sedang berada di rumah lamanya, mereka semua sedang mempersiapkan untuk acara besok. Teman-temannya membagi dua kelompok. Untuk cowok berada di rumah sidik, sementara yang cewek di rumah fafa.
Sidik, dery dan juga kevin sedang. Berada di halaman belakang rumahnya. Mereka bertiga sedang duduk-duduk santai disana. Kecuali david, dia harus membantu di rumahnya.
"Gila... Besok udah ada yang mau merit!!" Sindir dery
"Haha.. Iya nih!! Bapak pengacara kita udah mau merit" Sambung kevin.
"Ah elah, lo berdua makanya cepetan!! Jangan bikin anak orang nunggu!! Kalo emang dua-duanya sama-sama siap, kenapa nunggu nanti?" Ucap sidik
"Kasihan coyy... Anak orang nunggu kepastian!!! Ntar keburu di ambil orang, tau rasa lo!!" Sidik berbalik menyindir teman-temannya itu.
"Lah buset si sidik omongannya ya!! Jangan begitu napah!!" Ucap kevin
"Lah emang iya kan!? Jaman sekarang tuh cewek gak mandang seberapa lamanya kita pacaran... Buat apa lama-lama pacaran tapi gak pernah di kasih kepastian biar adanya ikatan? Nih ya, gua kasih tau!! Cewek kelamaan nunggu pasti bakalan jenuh, bro... Nanti kalau tau-tau ada yang lamar dia, baru tau rasa lo!!!" Jelas sidik
"****** lo vin!!" Cibir dery
"Lo juga sama plaut!!!!" Sidik mencibir dery
***
Hari itu pun tiba, hari dimana akan dilangsungkannya resepsi pernikahan fafa dan sidik.
Hotel milik keluarga mahendra betul-betul di sulap layaknya sebuah istana yang megah dengan di hiasi bunga-bunga yang cantik dan lampu-lampu crystal menambah kesan elegan untuk dekorasi ini.
Kini sidik sedang duduk di depan penghulu, menunggu mempelai wanitanya turun. Seketika pandangan mereka tertuju pada sosok wanita dengan memakai kebaya putih panjang, berjalan dengan sangat anggunnya, di gandeng oleh seorang pria tampan, siapa lagi kalau bukan fafa dan juga david.
Banyak pasang mata yang melihat kecantikkan fafa, ada juga yang memotret fafa dan juga david. Mereka di buat terpanah oleh aura yang di pancarkan fafa.
David membantu fafa agar duduk dikursi samping sidik. Sidik dibuat tercengang dengan perubahan fafa. Hari ini fafa layaknya seperti putri seorang raja. Berbeda dengan sebelumnya.
"Baik, mempelai wanita sudah ada. Bisa kita mulai?" Tanya pak penghulu
"Bisa pak..." Jawab yusuf
Pak penghulu menjabat tangan sidik erat-erat, seketika semua orang menjadi tegang.
"Saya nikahkan dan kawinkan Sidik Pramudi Wijaya bin Agam Pramudi Wijaya dengan Ulfa Mahendra binti Yusuf Mahendra dengan mas kawin uang tunai senilai 50 juta rupiah dan seperangkat alat sholat dibayar tunai" Ucap pak penghulu
Sidik menarik nafasnya panjang.
"Saya terima nikah dan kawinnya Ulfa Mahendra binti Yusuf mahendra dengan mas kawin uang tunai senilai 50 juta rupiah dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"
Sidik mengucapkan ijab kobul dengan suara yang lantang dan tegas. Dengan satu kali tarikan nafas, sidik mampu menyelesaikannya.
"Bagaimana saksi. Sah?"
"SAH...!!!!"
"Alhamdulillah....." Kemudian pak penghulu memanjatkan do'a. Semua yang hadir merasa senang dan ikut merasakan bahagia bahkan terharu. Apalagi para sahabatnya.
Sidik memakaikan cincin pernikahan pada jari manis fafa, begitu pun sebaliknya dengan fafa. Ia memakaikan cincin itu di jari manis sidik.
Setelah acara akad selesai, mereka berdua segera bersiap-siap untuk acara pesta yang akan di adakan malam nanti. Fafa beristirahat sebentar di kamarnya. Sebelum ia di pakaikan make up kembali. Tak terasa fafa terlelap dalam tidurnya.
Tokk... Tokk... Tokk...
"Fafa... Buka pintunya sayang!!!" Panggil arum dari luar kamar
"IYA MAH.. BENTAR!!!" Teriak fafa, kemudian dia langsung bergegas membukakan pintu untuk mamanya.
Fafa langsung di bawa oleh arum menuju meja rias, dan di belakang arum ternyata ada penata rias. Wajah fafa kembali di poles oleh bedak, namun kali ini berbeda. Wajah fafa di buat senatural mungkin oleh penata rias itu.
Setelah selesai dengan make up, fafa langsung memakai gaun berwarna grey dengan aksen bunga berwarna pink. Fafa benar-benar seperti seorang putri raja.
"Sudah... Ayo kita turun!! Yang lain nunggu di bawah..." Ajak arum
Dan ternyata, ketika ia sampai di depan pintu kamarnya. Papanya sedang menunggu putrinya itu.
Yusuf mengulurkan tangannya, dan fafa langsung menyambutnya dengan sangat gembira.
Mereka bertiga turun ke lantai dua, dimana tempat diadakannya acara pesta. Fafa berjalan dengan sangat anggun dengan di gandeng oleh yusuf.
Sidik tak henti-hentinya terus memperhatikan fafa dari jauh. Seketika itu, sidik menghampri yusuf dan juga fafa.
Sidik mengulurkan tangannya, dan di sambut oleh fafa. Mereka berdua berjalan menuju pelaminan, dan melakukan sesi foto. Dari sesi foto khusus untuk keluarga dan kerabat, sampai teman-teman sekolah mereka.
"Gila ya, sidik sama si fafa acaranya mewah bangat!!" Ujar kevin
"Wisss... Wajar lah, secara sidik pengacara terkenal, terus fafa calon CEO perusahaan papanya. Jadi wajar..." Sambung dery
Tak lama, fafa menghampiri mereka yang sedang berkumpul di dekat meja makan.
"Ternyata kalian disini?" Tanya fafa
"Huaaa... Fafa!!! Gue seneng banget, akhirnya temen gue nikah juga..." Kiky memeluk fafa erat, begitu juga dengan fafa. Kemudian mereka berdua melepas pelukannya.
"Makanya minta sama ka dery buat cepet-cepet halalin lo!!" Ucap fafa
"Ka dery,... Kiky minta di halalin!!!..." Lanjut fafa
"Kalau gue sih, siap-siap aja fa. Malam ini juga siap mumpung ada pesta di hotel bokap lo!!" Kata dery sambil mengeluarkan smirknya
"Itu mah maonya lo!! Jabatan CEO tapi nikah mau yang gratisan!!" Cibir kevin
Mereka semua tertawa mendengar ucapan kevin.
Tak disengaja, fafa melihat ke feri yang sedang berjalan dengan seorang cewek cantik, sepertinya dia bukan asli indonesia.
"Ferii....." Panggil fafa sambil melambaikan tangan
Feri yang melihat itu langsung menghampiri fafa.
"Happy wedding, fa. Semoga cepet-cepet di kasih momongan..." Ucap feri
"Makasih ya fer.." Balas fafa, "Oh iya, ini siapa fer?" Tanya fafa
"Kenalin, dia kiara. Dan kiara, kenalin ini teman-teman aku waktu SMA" Ucap feri memperkenalkan kiara
"Hallo... Gue fafa...." Ucap fafa sambil mengulurkan tangannya.
"Haii... Aku kiara... Happy wedding ya..." Balas kiara tersenyum
Fafa ikut tersenyum, kiara ini sangat cocok dengan feri.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Para tamu sudah pulang kerumah masing-masing, dan ada juga yang menyewa kamar hotel di hotel ini.
Sidik dan fafa masuk ke dalam lift menuju kamar pribadi mereka. Fafa menggandeng tangan sidik agar ia tidak terjatuh saat berjalan.
Sesampainya di dalam kamar hotel, fafa melepas asal high heels yang ia kenakan. Fafa langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Sidik yang melihat itu menggelengkan kepalanya.
"Kamu gak mandi dulu??" Tanya sidik
"Aku mau rebahan dulu, badan sama kaki aku pegel-pegel semua" Keluh fafa
"Yaudah aku mandi duluan".
Sidik langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
20 menit berlalu, sidik keluar dari dalam kamar mandi. Dia melihat fafa yang sudah tertidur pulas. Sidik menggelengkan kepalanya, kemudian dia bergegas keluar kamar.