
"Sekarang kamu tinggal pilih,kamu mau merasakan timah panasku ini atau pulang?" tanya Nicholas dengan nada dan wajah yang sekesal-kesalnya sambil menatap tajam kearah wajah terdiamnya Allison,tanpa menjauhkan pistol kesayangannya sedikitpun.
"Baiklah,baiklah,Tuan Muda.Ayo,sekarang kita pulang saja" jawab Allison dengan nada cepatnya dan wajah tidak berdayanya,lalu ia segera kembali menolehkan wajahnya lurus kedepan dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang seperti biasanya.
Baru ini kali pertamanya Tuan Mudanya menolong wanita dan ini juga baru kali pertamanya Tuan Mudanya sampai terkena bogeman mentah dari lawan.
Padahal biasanya Tuan Mudanya yang selalu memberi bogeman mentah pada orang lain,Tuan Mudanya selalu berhasil menghindar dari bogeman dan pukulan lainnya jika sedang diserang oleh para musuh.
Tapi yang tadi itu,ia bisa melihat dengan jelas kalau Tuan Mudanya memang agak lengah hingga mudah diberi bogeman mentah oleh pihak lawan.
Tapi,ya sudahlah...
Semua rasa penasaran itupun mau tidak mau terpaksa ia simpan terlebih dahulu,dari pada ia harus merasakan timah panas Tuan Mudanya.
Walaupun ia tahu kalau Tuan Mudanya hanya merasa kesal sesaat saja,tapi siapa yang akan menjamin kalau singa jantan ini tidak akan melukai kulitnya sedikitpun jika sedang merasa kesal seperti ini.
Sedangkan Nicholas,ia langsung menghela napas kesal sambil terus menatap malas kearah punggung lebarnya Allison yang sedang fokus menyetir.
Kemudian ia menghela napas pelan,lalu barulah ia menyimpan pistolnya dan mengistirahatkan kedua matanya disepanjang perjalanan pulang, tentunya dengan suasana sunyi sepi karena Allison yang sudah tidak berani bersuara atau memancing kekesalan Tuan Mudanya lagi.
***
Saat sudah berada dirumah kostnya,Eve langsung membersihkan tubuhnya dan tidur,ia juga tidak lupa mengucap syukur atas apa yang telah terjadi padanya malam ini.
Untung saja,ada malaikat yang menyelamatkan dirinya malam ini.Jika tidak,mungkin ia akan kehilangan nyawa atau kehilangan kewarasan karena telah diperkosa oleh para preman tersebut.
Walaupun ia merasa penasaran seperti apa bentuk wajahnya sang malaikat tersebut,15 menit kemudian akhirnya ia terlelap juga,karena rasa lelah dan ngantuknya.
***
Dikediamannya keluarga Roderick.
"Kak,sekarang sudah jam berapa,kena,,, Ya ampun,kak.Apa yang terjadi dengan wajahmu?" baru saja berjalan masuk kedalam rumah kedua orang tuanya,ia sudah mendengar suara cemprengnya sang adik perempuannya yang sedang berjalan turun kelantai bawah.
"Tadi aku ketemu seorang wanita yang sedang mengalami kesulitan" jawab Nicholas dengan nada dan wajah malasnya tanpa menghentikan langkahnya.
Lalu ia langsung berjalan melewati sang adik yang masih sibuk mencerna jawabannya,ia yakin kalau adiknya pasti akan memberinya pertanyaan-pertanyaan lainnya yang lebih panjang lagi,jika ia tidak segera menghilang dari hadapan adiknya.
"Seorang wanita? Sedang mengalami kesulitan?" gumam Reyna dengan nada dan wajah bingungnya.
Keningnya juga semakin lama semakin menukik tajam karena sibuk berpikir dan malah merasa heran dengan sikap aneh kakaknya tersebut
"Apa maksudnya,kakak baru saja menolong seorang wanita yang sedang mengalami kesulitan? Eh,eh,kakak,aku masih belum selesai bicara,kamu harus memberi penjelasan padaku terlebih dahulu" Reyna yang baru sadar dari rasa bingung dan herannya, ternyata kakaknya sudah menghilang dari pandangannya.
Akhirnya iapun hanya mampu menggerutu kesal sambil menghentak-hentakkan pelan kedua kakinya diatas anak tangga yang sedang ia pijak tersebut.
"Ah akhirnya,sepertinya aku akan mendapatkan kakak ipar sebentar lagi..Dan sepertinya aku harus meminta bantuan dari Mommy untuk mewujudkan hal tersebut" lanjut Reyna dengan nada dan wajah tersenyum senangnya.
Kakaknya memang sangat jarang bicara tapi sekali bicara,pasti tidak pernah berbohong.Apa lagi ini adalah hal yang baik menurutnya,karena kakaknya tidak pernah menolong seorang wanita selama hidupnya.
Jadi,hal tersebut berarti wanita tersebut adalah wanita beruntung dan sekaligus wanita yang berhasil menarik perhatian dari kakaknya yang dingin itu.
Padahal biasanya seorang Nicholas Oliver Roderick tidak pernah tertarik pada satu wanitapun,bahkan Mommynya harus sampai repot-repot mencarikan beberapa wanita pilihannya tapi nyatanya tidak ada satupun yang berhasil menggerakkan hatinya sang kakak.
Tapi kali ini,tentu saja adalah hal baik dan sekaligus bisa dikatakan hal bahagia bagi dirinya dan juga untuk Mommynya.
"Ah,aku menjadi penasaran dengan wanita itu. Siapa wanita yang begitu beruntung,sampai bisa membuat kakak rela terluka seperti itu demi menyelamatkan dirinya?" gumam Reyna lagi, dengan nada tidak sabarannya sambil berjalan menuruni anak tangga untuk menuju kearah dapur.
"Tapi tidak mungkin wanita jal*ng itu,bukan?" gumam Reyna lagi.
Ia sangat yakin kalau kakaknya sama sekali tidak tidak tertarik terhadap wanita j*l*ng yang ia maksudkan tersebut.
Apa lagi,sampai menolongnya.Jadi,tidak mungkin wanita yang baru saja diselamatkan oleh kakaknya itu adalah wanita j*l*ng yang ia maksudkan itu.
Reyna terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri sambil terus berjalan kedapur untuk mengambil air minum yang ternyata lupa ia isi tadi.
Kakaknya sangat sulit dibujuk untuk mencari pasangan atau calon istri dan hal baik seperti ini tentu saja tidak boleh mereka lewatkan,ia akan memberitahu Mommy tentang hal baik ini,besok pagi.
Sedangkan didepan pintu kamarnya Nicholas, Nicholas baru saja berjalan masuk kedalam kamarnya dengan wajah malasnya karena telah bertemu dengan adik perempuannya yang menurutnya sangat cerewet itu.
"Eveline Kiana?" Nicholas membaca sebuah nama wanita didalam lipatan sapu tangan yang telah ia masukkan kedalam saku kemejanya tadi, saat ia ingin membersihkan tubuhnya dan harus memeriksa isi pakaiannya terlebih dahulu.
Setelah menatap nama tersebut selama beberapa menit,Nicholaspun meletakkan sapu tangan tersebut diatas meja nakasnya.
"Sepertinya aku sudah mulai tidak waras sekarang" gumam Nicholas dengan nada pelannya sambil menggeleng-gelengkan pelan kepalanya,untuk mengusir perasaan apa yang telah memasuki dirinya sedari tadi.
Bukan hanya menyimpan sapu tangannya wanita tersebut saja,tapi ia bahkan kembali membayangkan wajah takutnya dan cueknya wanita tadi.
Walaupun tadi wajahnya tidak terlihat jelas tapi ia masih bisa mengingat jelas suaranya wanita tersebut.
Ia juga bisa melihat wajah sampingnya wanita tersebut saat wanita tersebut ingin masuk kedalam taksi tadi,karena diterangi oleh cahaya lampu yang lebih terang.
Malam ini ia juga ikutan lembur karena dirinya yang memang penggila kerja tapi ia tidak menyangka kalau dirinya akan mendapatkan hal dan tanggapan diluar dugaannya tersebut.
Setelah selesai menghela napas malas dan melepaskan kemejanya,iapun berjalan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh lelahnya,lalu barulah ia pergi tidur setelah ia selesai mandi.
Https://www.youtube.com/@Novel\_receh