My husband is CEO

My husband is CEO
04



"Apa yang baru saja aku lakukn, kenpa aku bisa melakukan hal tersebut?,Akhhh!". Damian sangt menyesal dengn apa yang telah dia lakukan terhadap Clarissa.


######


Clarissa terus berlari di bawah hujan yang deras,bagaimana bisa orang yang dia percaya melakukan hal tersebut kepadanya.Mungkin ini adalah hari terberat yang pernah dialami olehnya.


Clarissa sudah tiba di rumah dan melihat Adena dan adik nya Angela yang menunggunya.


(Angela)


"Kak Rissa!, kenapa kakak baru pulang sekarang, Angela cemas loh! sampai gak mau tidur"Angela memeluk kakaknya itu dengan erat walaupun Clarissa dalam keadaan basah kuyup. Clarissa berpikir bagaimana dia harus memberitahu adiknya tentang kedua orang tua mereka,dia berpikir apakah anak yang baru berusia 10 tahun itu bisa mengerti.


(Adena)


"Rissa!, apa kau baik baik saja,bajumu sangat berantakan, apa terjadi sesuatu? ".


(Clarissa)


"tidak ada,ini hanya karena aku kebasahan".


Clarissa mengucapkannya dengn nada yang sayu.Adena pun tidak lagi bertanya,karena saat ini pasti adalah saat yang sangat berat untuk sahabatnya itu.


(Adena)


"Angela,karena kakakmu sudah pulang,sekarang ayo! kamu harus tidur, kamu kan tadi janji kalau kakak kamu sudah pulang kamu bakalan tidur! ".


(Angela)


"Tapi kak Dena, Ayah sama Mama belum pulang juga gimana Angela bisa tidur kalau begini? ".


(Clarissa)


"Angela Ayah sama Papa udah tidur di tempat lain yang lebih tenang, jadi kamu gak usah khawatir".Clarissa hampir meneteskan air matanya.


Hanya itulah alasan yang bisa Clarissa berikan pada adiknya, dia harus tetap menahn kesedihanny di depan adiknya itu.


(Angela)


"Kok Ayah sama Mama gak ngajak Angela sih, yaudah Angela mau tidur aja,Ayah sama Mama jahat udah ninggalin Angela,huhh!".


(Adena)


"Rissa, kamu ganti baju dulu gih sana! nanti kamu masuk angin".


Clarissa pergi ke kamar mandi tanpa berkata sepatah kata pun.


Adena melihat Clarissa yang hanya duduk melamun sambil menundukkan kepala,Adena berpikir kenapa hal yang begitu menyakitkan bisa terjadi kepada sahabatnya yang sangat baik itu.Adena mulai mendekati Clarissa kemudian memeluk Clarissa dengan hangat.


(Adena)


"menangislah, jika kamu mau menagis Rissa,aku akan selalu ada di sampingmu".


Seketika Clarissa pun langsung menangis di pelukan sahabatnya itu, dia terus menangis dan menangis sampai tertidur. Dengan penuh kehangatan Adena mengantarkan Clarissa ke kamarnya, dia melihat mata Clarissa yang merah dan bengkak karena menangis,Adena tidur di samping sahabatnya itu.


######


Pagi-pagi sekali Adena sudah bangun untuk menyiapkan sarapan untuk keduanya.


(Adena)


(Angela)


"Woww,kak Dena baik banget, pasti makanannya bakalan enak deh! ".


(Clarissa)


"Dena, kok kamu repot-repot sih, aku kan jadi gak enak banget sama kamu,padahal harusnya aku yang lakuin ini semua,jadi berasa kamu deh yang tuan rumah".


(Adena)


"Gak papa kok, kan ini semua untuk orang yang kusayangi juga". Adena tersenyum dengan lembut,


Clarissa merasa sangat beruntung memiliki sahabat seperti Adena,Adena sama sekali tidak memandang derajat di antara keduanya.


(Angela)


" Kak Rissa sama Kak Dena,Angela pergi sekolah dulu yah! dadah"


(Clarissa & Adena)


"dadah! "


Clarissa masuk ke dalam rumah dan bersiap-siap untuk pergi.


( Adena)


"Kau mau kemana Rissa, kenapa rapi sekali? "


(Clarissa)


"Aku ingin mencari pekerjaan, kalau aku hanya diam di rumah seperti dan termenung akan kesedihan terus menerus bagaimana aku bisa menghidupi adikku dan mengobati penyakitnya".


(Adena)


"Rissa, kalau kau masih belum bisa, aku bisa membantumu".


(Clarissa)


"Tidak perlu Dena, kau ada di sini sekarang pun susah membuatku sangat bahagia,aku sangat beruntung memiliku sahabat sepertimu".


Adena hanya terseyum dengan lembut,tapi beberapa saat kemudian dia tertawa dengan terbahak-bahak.


(Clarissa)


"ehm...... ,ka..kau kenapa tertawa Adena? apa ada sesuatu yang lucu? ".Clarissa sangat bingung dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu


(Adena)


"hahaha.....huh..huh.. ,ya ampun Clarissa bagaimana aku tidak tertawa, apa kau akan pergi dengam baju seperti itu?, lihatlah ke cermin kau memakai celana panjang berwarna hitam dan baju putih lengan pendek, kau kira akan kemana dengan baju seperti itu, baiklah aku akan meminjam kan padamu blush dan rok, tunggu sebentar aku akan mengambilnya ke rumah".


Clarissa merasa bahwa baju yang dia pakai itu tidak ada masalah, yah memang Clarissa sama sekali tidak mengerti dengan yang namanya style.