My Hansome Husband {FF Jeon Jungkook}

My Hansome Husband {FF Jeon Jungkook}
FF Jeon Jungkook {Episode 4}



Yn : Siapa orang yang mengejarmu tadi??


Apa kau mengenalnya? Mengapa mereka menembak mobilmu?


Jungkook : [Menghantikan mobilnnya lalu menatapmu]


Sudah selesai bicara??


Yn : [mengaguk pelan]


Jungkook : kau tau apa pekerjaanku?


[mendekatkan wajahnya padamu]


Yn : kau adalah CEO di perusahaan orangtuamu kan??


[menjawabnya sesuai dengan apa yang Ny. Jeon padamu]


Jungkook : tidak salah, tetapi kurang lengkap.


[perkataan jungkook yang satu ini sukses membuatmu kebingungan]


Jungkook : aku memang CEO perusahaan Jeon Grup tetapi bukan hanya itu pekerjaanku.


Aku adalah Mafia terkuat di Korea Selatan.


Yn : J-jadi orang tadi adalah sainganmu??


[sangat terkejut mendengarnya]


Jungkook : Smart Girl


[tersenyum tipis]


Yn : [terkujut mendengar ucapannya]


k-kau tidak akan membunuhkukan [ucapmu gemetar]


Jungkook : [Terkekeh] aku tidak akan


Membunuh orang yang tidak menggangguku


Yn : Huuh.. Kukira kau akan membunuhku


[Ucapmu lega]


Jungkook : itu bukan berarti kau tidak dalam bahaya Yn


[lagi lagi jungkook berhasil membuatmu bingung]


Yn : Jung, tidak bisakah langsung bicara saja, jangan setengah setengah [batinmu]


Apa maksudmu Jungkook ssi?


Jungkook : aku memang tidak akan membunuhmu, tetapi jika sainganku tau bahwa


kau adalah istriku, mereka akan ikut mengincarmu untuk memancingku


[Jelasnya]


Yn : Jadi aku akan mati? [Ucapmu to the poin]


Jungkook : [Terkekeh] tidak begitu juga, maksudku kau sudah masuk kedalam hidupku menjadi orang penting dalam hidupku. Jadi mulai sekarang kau harus lebih berhati-hati, Arachi?


Yn : Ahh, Arasso Jungkook ah~


[Tersenyum]


Skip Kediaman Jeon


Jungkook : Silakan Nyonya Jeon


[Membukakan pintu mobil sambil terkekeh]


Yn : Hais, Gomawo Tuan Jeon


[Balasmu meledeknya sambil terkekeh]


Jungkook pun masuk kedalam rumahnya dan kau yang mengikuti dibelakangnya.


Jungkook : Dirumah ini hanya ada 1 kamar


Apa kau keberatan untuk tidur sekamar denganku


Yn : Tidak masalah, walaupun hanya dijodohkan


Tapi tetap saja sudah menikah. [ucapmu tidak keberatan]


Jungkook : Arasso, kita ke kamar sekarang


Ini sudah sudah sore [ajaknya]


Kau mengangkat kopermu dan langsung menjatuhkannya


Karena tanganmu tidak kuat untuk mengangkatnya


Kamu menyeret koper itu.


Jungkook : Bawakan kopernya!


[suruhnya pada Bgnya]


BG : Baik tuan, Biar saya saja Nyonya


kamar yang dimaksud jungkook]


Yn : Gomawo


[membungkuk pada BG itu]


Bg : Tidak perlu membungkuk Nyonya


itu sudah menjadi tugas saya


BG : kalau tidak ada apa apa lagi saya permisi


[membungkuk dan perdi dari sana]


Yn : Wah, kamarmu sangat indah. Warnanya juga barna kesukaanku


[tersenyum melihat sekeliling ruangan itu]


Jungkook : kau suka warna hitam?


[tanyanya memastikan]


Yn : Iya, Hitam dan Ungu adalah warna kesukaanku


[jawabmu sambil tetap melihat kamarnya]


Jungkook : Baguslah jika kau suka, ini juga warna kesukaanku


Aku akan mandi dulu ya, kau sudah mandi bukan. Apa kau mau mandi lagi?


Yn : tidak perlu, tadikan aku sudah mandi


[tersenyum duduk di ujung kasur]


Jungkook : Baiklah, aku akan mandi dulu


[mengusap rambutmu]


Yn : Hais, rambutku jadi berantakan


[ketusmu]


...~Skip~...


22.00 KST


Kalian berdua sedang duduk di kasur dan bersandar ke sandaran kasur sambil bermain ponsel kalian masing masing. Sampai tiba tiba suamimu mengambil ponselmu.


Yn : Yak yak yak, apa yang kau lakukan. Mengapa kau mengambil poselku [Omelmu pada suamimu]


Jungkook : Pinjam sebentar [jawabnya datar tanpa melihatmu]


Yn : Kan kau punya ponsel sendiri, ponselmu juga lebih bagus dariku. Sekarang apa yang akan aku lakukan? [Protesmu]


Jungkook : [merogoh sakunya dan mengambil ponselnya] Ini pakai ponselku, aku ingin melihat ponselmu sebentar. [Memberikan ponselnya padamu]


Yn : Hais, Baiklah. [Membuka ponselnya] Passwordnya apa?


Jungkook : Tanggal pernikahan [Jawabannya tetap melihat ponselmu]


Yn : Ribet sekali pakai password. [Menuliskan tanggal pernikahanmu dengan namja yang ada di sebelahmu. Kau terkejut melihat wallpapernya adalah selfiemu yang kau ambil saat pernikahan]


Yn : Jungkook ssi, bagaimana kau mendapatkan foto ini. [Menunjuk ponselnya]


Jungkook : Aku memintanya pada Eommamu. [Jawabannya]


Yn pov : Diluarnya dia terlihat sangat dingin, ternyata dia sangat manis. [Batinmu]


Tiba tiba jungkook mengambil ponsel yang sedang kau penggang dan menarunya di meja kecil yang berada di sebelah kasur bersamaan dengan ponselmu.


Yn : Ada apa, mengapa kau mengambilnya aku masih ingin menggunakannya [Protesmu]


Jungkook : Sudah waktunya tidur, ini sudah larut. [Jawabannya sambil menidurkan dirinya]


Yn : Tapi aku belum mengantuk.


[Ucapmu dengan wajah cemberut yang sangat menggemaskan]


Jungkook : Hais, kau sangat menggemaskan dengan ekspresi seperti itu [mencubit pelan pipimu]


Yn : Yak, Appo. [Mengusap pipimu] Aku baru saja mengenalmu tapi sikapmu sudah seperti Oppaku. Baiklah aku akan tidur, tapi apakah malam disini memang sedingin ini. Padahal ACnya sudah 25°. [Ucapmu merasa kedinginan]


Jungkook : Kemarilah [merentangkan lengannya]


Yn : Untuk apa? [Bingungmu]


Jungkook : Sudahlah, ikuti saja [langsung menarik tanganmu]


Yn : Ahh, Yak. Apa yang kau lakukan? [Terkejut karena dia menarikmu kedalam dekapannya]


Jungkook : Masih dingin? [Tanyanya]


Yn : Tidak, ternyata pelukanmu sangat nyaman. [Jujurmu membuat Namja di terkekeh]


Yn : Yak, apa yang lucu. Aku hanya berkata jujur. [Ucapmu sambil mendongakkan kepalamu]


Jungkook : Sudahlah ayo tidur, aku mengantuk.


...~To Be Continue~...