
Yn : Siapa orang yang mengejarmu tadi??
Apa kau mengenalnya? Mengapa mereka menembak mobilmu?
Jungkook : [Menghantikan mobilnnya lalu menatapmu]
Sudah selesai bicara??
Yn : [mengaguk pelan]
Jungkook : kau tau apa pekerjaanku?
[mendekatkan wajahnya padamu]
Yn : kau adalah CEO di perusahaan orangtuamu kan??
[menjawabnya sesuai dengan apa yang Ny. Jeon padamu]
Jungkook : tidak salah, tetapi kurang lengkap.
[perkataan jungkook yang satu ini sukses membuatmu kebingungan]
Jungkook : aku memang CEO perusahaan Jeon Grup tetapi bukan hanya itu pekerjaanku.
Aku adalah Mafia terkuat di Korea Selatan.
Yn : J-jadi orang tadi adalah sainganmu??
[sangat terkejut mendengarnya]
Jungkook : Smart Girl
[tersenyum tipis]
Yn : [terkujut mendengar ucapannya]
k-kau tidak akan membunuhkukan [ucapmu gemetar]
Jungkook : [Terkekeh] aku tidak akan
Membunuh orang yang tidak menggangguku
Yn : Huuh.. Kukira kau akan membunuhku
[Ucapmu lega]
Jungkook : itu bukan berarti kau tidak dalam bahaya Yn
[lagi lagi jungkook berhasil membuatmu bingung]
Yn : Jung, tidak bisakah langsung bicara saja, jangan setengah setengah [batinmu]
Apa maksudmu Jungkook ssi?
Jungkook : aku memang tidak akan membunuhmu, tetapi jika sainganku tau bahwa
kau adalah istriku, mereka akan ikut mengincarmu untuk memancingku
[Jelasnya]
Yn : Jadi aku akan mati? [Ucapmu to the poin]
Jungkook : [Terkekeh] tidak begitu juga, maksudku kau sudah masuk kedalam hidupku menjadi orang penting dalam hidupku. Jadi mulai sekarang kau harus lebih berhati-hati, Arachi?
Yn : Ahh, Arasso Jungkook ah~
[Tersenyum]
Skip Kediaman Jeon
Jungkook : Silakan Nyonya Jeon
[Membukakan pintu mobil sambil terkekeh]
Yn : Hais, Gomawo Tuan Jeon
[Balasmu meledeknya sambil terkekeh]
Jungkook pun masuk kedalam rumahnya dan kau yang mengikuti dibelakangnya.
Jungkook : Dirumah ini hanya ada 1 kamar
Apa kau keberatan untuk tidur sekamar denganku
Yn : Tidak masalah, walaupun hanya dijodohkan
Tapi tetap saja sudah menikah. [ucapmu tidak keberatan]
Jungkook : Arasso, kita ke kamar sekarang
Ini sudah sudah sore [ajaknya]
Kau mengangkat kopermu dan langsung menjatuhkannya
Karena tanganmu tidak kuat untuk mengangkatnya
Kamu menyeret koper itu.
Jungkook : Bawakan kopernya!
[suruhnya pada Bgnya]
BG : Baik tuan, Biar saya saja Nyonya
kamar yang dimaksud jungkook]
Yn : Gomawo
[membungkuk pada BG itu]
Bg : Tidak perlu membungkuk Nyonya
itu sudah menjadi tugas saya
BG : kalau tidak ada apa apa lagi saya permisi
[membungkuk dan perdi dari sana]
Yn : Wah, kamarmu sangat indah. Warnanya juga barna kesukaanku
[tersenyum melihat sekeliling ruangan itu]
Jungkook : kau suka warna hitam?
[tanyanya memastikan]
Yn : Iya, Hitam dan Ungu adalah warna kesukaanku
[jawabmu sambil tetap melihat kamarnya]
Jungkook : Baguslah jika kau suka, ini juga warna kesukaanku
Aku akan mandi dulu ya, kau sudah mandi bukan. Apa kau mau mandi lagi?
Yn : tidak perlu, tadikan aku sudah mandi
[tersenyum duduk di ujung kasur]
Jungkook : Baiklah, aku akan mandi dulu
[mengusap rambutmu]
Yn : Hais, rambutku jadi berantakan
[ketusmu]
...~Skip~...
22.00 KST
Kalian berdua sedang duduk di kasur dan bersandar ke sandaran kasur sambil bermain ponsel kalian masing masing. Sampai tiba tiba suamimu mengambil ponselmu.
Yn : Yak yak yak, apa yang kau lakukan. Mengapa kau mengambil poselku [Omelmu pada suamimu]
Jungkook : Pinjam sebentar [jawabnya datar tanpa melihatmu]
Yn : Kan kau punya ponsel sendiri, ponselmu juga lebih bagus dariku. Sekarang apa yang akan aku lakukan? [Protesmu]
Jungkook : [merogoh sakunya dan mengambil ponselnya] Ini pakai ponselku, aku ingin melihat ponselmu sebentar. [Memberikan ponselnya padamu]
Yn : Hais, Baiklah. [Membuka ponselnya] Passwordnya apa?
Jungkook : Tanggal pernikahan [Jawabannya tetap melihat ponselmu]
Yn : Ribet sekali pakai password. [Menuliskan tanggal pernikahanmu dengan namja yang ada di sebelahmu. Kau terkejut melihat wallpapernya adalah selfiemu yang kau ambil saat pernikahan]
Yn : Jungkook ssi, bagaimana kau mendapatkan foto ini. [Menunjuk ponselnya]
Jungkook : Aku memintanya pada Eommamu. [Jawabannya]
Yn pov : Diluarnya dia terlihat sangat dingin, ternyata dia sangat manis. [Batinmu]
Tiba tiba jungkook mengambil ponsel yang sedang kau penggang dan menarunya di meja kecil yang berada di sebelah kasur bersamaan dengan ponselmu.
Yn : Ada apa, mengapa kau mengambilnya aku masih ingin menggunakannya [Protesmu]
Jungkook : Sudah waktunya tidur, ini sudah larut. [Jawabannya sambil menidurkan dirinya]
Yn : Tapi aku belum mengantuk.
[Ucapmu dengan wajah cemberut yang sangat menggemaskan]
Jungkook : Hais, kau sangat menggemaskan dengan ekspresi seperti itu [mencubit pelan pipimu]
Yn : Yak, Appo. [Mengusap pipimu] Aku baru saja mengenalmu tapi sikapmu sudah seperti Oppaku. Baiklah aku akan tidur, tapi apakah malam disini memang sedingin ini. Padahal ACnya sudah 25°. [Ucapmu merasa kedinginan]
Jungkook : Kemarilah [merentangkan lengannya]
Yn : Untuk apa? [Bingungmu]
Jungkook : Sudahlah, ikuti saja [langsung menarik tanganmu]
Yn : Ahh, Yak. Apa yang kau lakukan? [Terkejut karena dia menarikmu kedalam dekapannya]
Jungkook : Masih dingin? [Tanyanya]
Yn : Tidak, ternyata pelukanmu sangat nyaman. [Jujurmu membuat Namja di terkekeh]
Yn : Yak, apa yang lucu. Aku hanya berkata jujur. [Ucapmu sambil mendongakkan kepalamu]
Jungkook : Sudahlah ayo tidur, aku mengantuk.
...~To Be Continue~...