My Enemy Is My HUSBAND

My Enemy Is My HUSBAND
• CHAPTER 2 •



"Heh Lo mau kemana??urusan kita belum selesai!?" kata Gavin dengan sedikit teriak.


Kayla hanya melirik Gavin sinis lalu kembali berjalan menuju kantin.


"Dasar Gadis gila" ucap gavin kesal sambil terus melihat kearah gadis itu.


"woi bambank" ucap Axel sambil menepuk pundak Gavin.


"Paan!?" jawab Gavin kesal sambil menoleh ke arah yang memukul pundaknya tersebut.


"Sensi amat dah bro, lagi Dateng bulan Lo??" bacot Kent dengan diakhiri tawanya.


"Ya kali cowok Dateng bulan" jawab devano yang juga ikut tertawa.


Tanpa menghiraukan bacotan mereka Gavin langsung pergi meninggalkan mereka dan pergi menuju kantin.


"Main ninggalin ninggalin aja tu anak"kata Kevin.


"Tau tuh ikutin aja yuk" ajak Axel pada ketiga sahabatnya itu.


"Yaudah ayok" jawab devano yang langsung berlari kecil menyusul Gavin.


"Lah udah sama aja tuh kayak si gavin, main tinggal tinggalin" kata Kent dengan nada bacotnya.


"Gw masih denger ferguso!?" teriak kecil devano yang tidak terlalu jauh jaraknya dengan Kent.


"udah dari pada banyak bacot mending kita nyusul mereka berdua" ucap kevin yang hanya di jawab anggukan oleh Kent dan Axel sebagai jawaban mereka.


Sesampainya di kantin mereka duduk di bangku kantin yang jaraknya dekat dengan bangku Kantin wanita tadi bersama sahabatnya.


"Huh cewek gila itu lagi😒 Kata Gavin yang hanya bisa di dengar oleh keempat sahabatnya itu karena kantin sudah seperti suasana pasar saja sangat ribut sekali.


"Cewek??cewek yang mana??di sini banyak sekali cewek" Kata Kevin.


"Tuh yang duduk di meja samping kita" Jawab Gavin sambil melirik orang yang dia maksud.


"Wihh gila, itukan si Kayla salah satu cewek tercakep di sekolah ini, tapi sayangnya dia sangat lah cuek dan dingin" kata Kent.


"Cakep??buta kali mata orang orang ini, model kayak gitu di bilang cakep😒 lebih cakep nyokap gw kali"jawab Gavin kesal.


"Lo kali yang buta cewek cantik gitu di bilang jelek, gila Lo bro"Sahut devano.


"Serah kalian"Jawab Gavin kesal dan langsung diri dari kursinya untuk meninggalkan kantin tersebut.


"Dia mau kemana??" tanya Axel.


"kelas kali" jawab kent.


"Samperin aja kuyy" ajak devano


"Yaudah kalian duluan aja gw mau bayar dulu"kata kevin yang langsung berdiri dari tempat duduknya lalu pergi ke kasir untuk membayar yang sudah mereka pesan tadi.


Axel, Kent, dan devano sedang berjalan ke arah kelas, Kevin yang sudah membayar pesanan mereka tadi langsung berlari kecil ke arah ketiga sahabatnya itu (Axel, kent, devano) Karna jarak mereka tidak lah jauh sehingga mempermudah untuk bisa nyamperin mereka.


Sesampainya dikelas ke 4 pria tampan ini mendapati salah satu sahabat nya sedang melamun ke arah papan tulis.


"woi Vin👋👋" ucap kevin yang mencoba menyadarkan Gavin dari lamunannya sambil menduduki kursi di dekat Davin.


"Jangan ngelamun terus lu nanti Kesambet" ucap Axel sambil duduk di bangkunya dengan Kent.


"Haishh terserah kau saja, lebih baik kita segera fokus dengan pelajaran karna pak guru sudah mulai menerangkan"Kata devano yang langsung serius melihat ke arah papan tulis itu.


 


🔔🔔🔔🔔🔔🔔🔔🔔🔔🔔


 


Bunyi lonceng pulang pun tiba saatnya bagi semua pelajar untuk bersiap pulang ke rumah mereka masing masing.


"Gw cabut duluan ya" Ucap Gavin dingin lalu meninggalkan sahabatnya yang masih di dalam kelas.


"Napa lagi dah tuh anak??" tanya Kent


"Tau tuh stress kayaknya" Bacot Kevin


"Ada masalah kali" ucap devano


"Sudahlah ayo pulang gw dah capek banget pingin rebahan santuy bareng arwah gw:v"kata Axel.


"Yaudah ayoo"ucap Kent, kevin, dan devano kompak.


 


👑👑👑👑👑👑👑👑


 


- Kayla POV -


"Pah, mah aku pulang!" ucap Kayla dengan sedikit teriak sambil membuka pintu rumahnya itu.


"Ahh anak papa sudah pulang" jawab papa Kayla yang dari tadi menunggu Kayla pulang sambil menonton tv.


"Ganti dulu bajumu nak, setelah itu turun kebawah ada yang ingin kami sampaikan padamu" Kata mama Kayla sambil memberikan coffe kepada ayah Kayla.


"Oke Kayla ganti baju dulu"jawab Kayla sambil menaiki tangga.


Setelah selesai mengganti baju Kayla turun kebawah dengan mengenakan sweater Hoodie putih polos dan celana pendek sepaha hitam di sertai oleh rambutnya yang di ikat satu.


"Mau ngomongin apa pah, mah??" tanya Kayla sambil duduk di tengah-tengah ayah dan ibunya.


"Tapi kau harus janji akan menerimanya dan tidak melawan"ucap ayah Kayla serius.


"Emangnya apa??" tanya Kayla heran.


"Janji dulu"Jawab mama Kayla.


"Emm iya aku janji" Jawab Kayla.


"Jadi papa akan menjodohkan mu dengan anak dari sahabatnya papa" kata ayahnya kalem.


"APA!?" Jawab kayla kaget.


\-\-\- BERSAMBUNG \-\-\-