
********
2 hari kemudian
Hari udah menuju pagi semua penghuni istana sedang melalukan aktifitas masih masih tapi berbeda dengan di Kamar utama paviliun bulan penghuni nya masih tertidur lelap yang tidak lagi adalah jing yuan
Dari kemarin yuan sibuk berbicangan dengan para istri ayahanda kecuali selir wang karena dia tak suka dengan yuan....yaun yang senang karena ibu ibu nya tak membenci nya dan tak saling bermusuhan mereka seperti keluarga yang bahagia.
Li wei sedari tadi berusaha membangun kan tuan nya tapi tak ada hasil...yuan masih tertidur membuat wei semakin tak sabar "xiaojie bangun.....anda tak lupakan hari ini anda dan pangeran qujing pergi ke kota "li wei menggoyahkan tubuh yuan, yuan yang merasa terganggu atas tindak li wei pun terbangun dengan tak nyaman nya "li wei bisa kan kamu membangunkan dengan pelan pelan "balas yuan menuju wajah nya sang kesal dan marah atas tindakan li wei yang meganggu nya saat tidur"maaf kan nubi......xiaojie"jawab li wei dengan wajah ketakutan karena yuan marah atas tindakan nya dan dia pun berlutut di depan tuan nya... para mengikuti yuan tau kalo yuan marah mereka tak bisa berbuat apa apa karena kalo yuan marah seperti monster ,yuan yang merasa mersalah atas kemarahan yang membyat para mengikuti nya ketakutan karna nya "sudah jangan takut aku tak akan menghukum.....tolong siapkan keperluan ku hari ini "setelah yuan berbicara dia bangun dari tempat tidur nya dan berjalan ke kamar mandi hampir dua jam yuan bersiap siap .
setelah selesai yuan langsung menuju gerbang utama istana yang terletak di bagi barat istana...setelah berjalan cukup jauh yuan dan rombongan sampai di gerbang utama pangeran qujing sudah menunggu yuan dari tadi "jiejie....kenapa jiejie lama sekali "tanya qujing " maaf maaf aku ketiduran....ayo kita berangkat sekarang qujing "jawab yuan yang meminta maaf ke adik nya...akhir nya mereka berangkat ke kota dengan menaiki kereta kuda yang sudah disiapkan oleh kasim , perjalanan cukup jauh harus memakan waktu dua hingga tiga jam untuk sampai ibukota karna jarak istana dan ibukota cukup jauh mereka harus melewati hutan dan beberapa desa kecil, hari ini mereka berpakaian seperti para bangsawan lain agar tak mencolok di kota nanti .
**********
Dua jam kemudian .
mereka sampai di ibukota dan turun dari kereta setelah itu yuan dan qujing berpencar untuk mencari hadia, mereka berjanji bertemu di restoran makanan setelah menemukan hadia yang di cari yuan dang li wei berkeliling kota dan menikmati memandangnya kota setelah lama berkeliling yuan memutuskan masuk ke salah satu toko perhiasan mereka pun masuk ke toko.
Saat mereka masuk mereka di sambut dengan ramah "salamat datang nona..ada yang bisa saya bantu "sapa penjaga toko "aku ini gelang giok dan hiasan rambut ... Apa kamu bisa membawakan nya untuk aku lihat "tanya yuan "tentu nona... kalo begitu tunggu sebentar "jawab nya salah satu pegawai dan menujukan tempat untuk yuan menunggu, yuan pun berjalan menuju kursi yang ditunjuk pegawai.. berapa menit kemudian "ini semua gelang dan hiasan rambut terbaik yang kami punya.. Silakan dilihat-lihat dulu, "jawab pegawai sambil membawa perhiasan yang di mau yuan
Sedari yuan memilih li wei setia menunggu yuan dengan sabar... yuan yang merasa bingung karena gelang dan hiasan rambut yang ada di depan nya semua nya indah dia yang masih bingung punbbertanya ke li wei
"li wei...gelang dan hiasan rambut yang mana yang cocok untuk ku hadia kan ke ibunda permaisuri "tanya nya "semua nya bagus putri "kata li wei dengan tersenyum "apa aku beli semua ya...tapi apa uang ku cukup "kata nya masih dengan wajah yang masih bingung "bagaimana ini li wei ..aku bingung mau beli yang mana "tanya nya " tenang nona.. anda bisa memilih dengan tenang permaisuri pasti suka hadia dari putri yuan "kata li wei sendari menenangkan yuan "ehh... Baik tolong bungkus kan gelang ini dan hiasan rambut yang ini "kata yuan sendari menujuk yang dia ingin beli"baik nona..tunggu sebentar.....ini semua sudah saya bungkus...terima kasih dan datang lagi"jawab pegawai dengan ramah.
######
Setelah membayar barang pesanan nya, yuan dan li wei melanjutkan perjalanan mereka lagi sambil melihat lihat orang berjual dagang nya dan setelah berkeliling cukup lama mereka pun sampai di restoran tempat berkumpul yuan dan qujing untuk pertemu setelah berbelanja , mereka pun masuk li wei bertanya ke salah satu pegawai tentang tempat yang sudah di pesan atas pangeran wang qujing dan salah satu pelayan mengantar mereka menuju lantai dua dan masuk ke ruang yang mereka pesan....ruang di lantai dua dan tiga adalah ruang khusus untuk para bangsawan.
Sudah hampir dua setengah jam yuan menunggu tapi wang qujing belum datang juga , yuan yang merasa kesal dan bosan menunggu wang qujing yang mungkin masih lama , dia langsung memesan se cangkir minum , semangkuk nasi dan juga satu porsi besar daging sendari menunggu wang qujing dulu"putri...apa kita tak menunggu pangeran dulu dan anda sudah memesan makanan saja "kata li wei"aku lapar dan juga lelah... Kalo menunggu anak itu aku bisa mati bosan menunggu nya "jawab jing yuan dengan wajah sang kesal , li wei pun yang sadar bila tuan merasa kesal , dia pun membiarkan yuan memesan sesuka hati dia tak ingin kena marah tuan nya.
Beberapa menit kemudian pesanan yuan sampai tak perlu waktu lama yuan langsung menikmati makanan nya sendari makan yuan dan li wei mendengar suara teriakan histeris para gadis "tuan chan yin ...... tuan wang qujing ..... Tuan ying fang "teriakan kelompok gadis di luar, li wei yang ingin tau atas keributan di luar pun melihat di jendela"sudah li wei jangan hiraukan mereka "yuan yang masih menikmati makanan nya "tapi putri.....bukan sembarangan orang......mereka dijuluki tiga dewa
..... karena ke tampan mereka " jawab li wei dengan mata yang terpesona "siapa pun mereka atau se tampan apa pun aku tak perduli "jawab yuan dengan nada bicara sedikit tinggi karena mulai terganggu dengan suara teriakan yang sangat mengganggu dia
Tiba tiba pintu terbuka dengan keras membuat yuan dan li wei terkejut di saat itu juga muncul tiga sosok pemuda diantar tiga pemuda yuan mengenal salah satu yang tak lain orang yang dari tadi ditunggu oleh nya , "wang qujing.....kamu membuat ku menunggu berjam-jam disini "yuan yang marah terhadap wang qujing "maaf Jiejie....kakak chan yin dan ying fang mengajak ku ketempat yang seru dan lupa waktu untuk kembali bertemu di sini "qujing dengan wajah yang tegang "kamu lebih memilih dengan mereka dari pada bertemu dengan ku "yuan "jiejie.....qujing mengaku salah jadi maaf adik mu yang tampan ini ya"qujing merayu dengan mata yang bersinar "tidak akan.....kamu harus ku hukum dengan sangat berat Karena membuat aku menunggu "yuan berjalan kearah tiga pemuda di depan nya " Chan yin Dan ying fang kalian juga harus ku hukum Karena keluar Diam Diam Dari istana "yuan sampir terseyum jahat ke arah Chan yin, wang qujing Dan ying fang Merasa kan ketakutan Karena keseram yuan "salam untuk Jiejie......adik Ketiga Dan kelima memberi kan salam untuk jiejiey "Jawab Ke dua pangerang ketakut dengan ke marah jing yuan ,yuan tak menjawab sapaan para Adik nya masih dengan wajah marah Dan kesal atas tindakan para adik adik nya para pangerang tau mereka kalo yuan marah seperti moster , ( " hahaha Jing yuan kenapa kamu menakuti Adik adik mu 😂😂😂kasin mereka " pikir auto " salah sendiri mereka menuruh ku menunggu terlalu lama " Jawab yuan dengan kesal )
####
" tidak kami tak kesana ....tapi kami mencari hadia untuk jiejie "Chan yin "baik lah.... Kalian makan dulu setelah itu kita pergi pusat kota untuk melihat festival lentera "yuan menuruh mereka menemani dia menikmati festival " baik Jiejie "jawab mereka dengan senang para pangeran makan dengan lahap yuan yang melihat tingka adik adik yang hanya tertawah sendari menikmati minuman nya.
* 30 menit kemudian *
Mereka melanjutkan berkeliling setelah makan , yuang yang bersemangat pun tak sengaja menabrak seorang pria yang ada di depan nya dengan tak elit nya yuan terjatuh ke belakang dengan keras nya pantat yuan terbentur tanah dengan keras yuan,"nona.... Nona tak apa apa "tanya li wei yang terkejut "iya... Aku tak apa apa"jawab yuan dengan menahan sakit di pantan nya"maaf...tuan,saya tak sengaja menabrak anda... Anda tak apa apa"tanya yuan kepada orang yang iya dia tabrak sambil meminta maaf"tiada apa apa... Nona saya yang tak melihat jalan dengan benar "pria yang ditabrak yuan sendari mebantu yuan bediri "Jiejie....jiejie tak perlu Minta maaf yang salah itu tuan ini "jawab ying fang yang tak terima yuan terjatuh"maaf atas ucapan adik saya yah tuan...... terima kasih tuan"jawab yuan sambil tersenyum kepada pria itu "kalo begitu saya permisi... Dan sampai jumpa "jawab yuan sambil merjalan menjauh dari pria itu. Yuan mungkin tak sadar pria yang ditabrak tersenyum .
"yang mulia ... kenapa anda tersenyum"
"gadis itu cukup menarik.... Apa dia orang bangsawan terlihat dari pakaian yang iya kenakan ... mari kita ikut dia "
"yang mulia kita datang ke sini untuk meyemar dan menerima undangan nya dari kaisar qin .....bukan mencari seorang gadis "
"sudah.... Acara nya kan masih tiga hari lagi.... Kita keistana kan besok "
"ayo kita kejar gadis itu.... Nanti dia keburu mehilang "
Mereka pun mengikuti yuan diam diam, yuan pun sampai di pusat kota untuk melihat lentera yang ada di langit malam yang dihiasi letera "Li wei... Tolong beli kan aku lentera "jawab yuan sambil melihat langit yang indah di hadapan nya "baik nona tunggu sebentar "jawab Li wei sendari Kesalah satu penjual lentera.
"nona... Ini lentera nya "jawab li wei sambil membelikan lentera ke yuan,
Yuan pun menterbakan lentera ke langit sambil berdoa ,
Di sisi lain seorang pria yang mengikuti yuan dari tadi hingga ke pusat kota pria itu selalu setia mengikuti yuan dia melihat yuan dari keramai nya kota dengan tersenyum ,yuan yang sadar kalo dia di ikut pria misterius itu , pria itu membalas tatap yuan dengan tersenyum tipis ke arah yuan .
Yuan yang merasa curiga pun dengan
Sosok pria yang membalas tatap nya Dari Balik Kerumunan orang "siapa dia.....kenapa mengikuti ku Dari tadi...
Apa dia membunuh bayar yang disewa selir wang Dan Feng ting untuk membunuh ku ...aku seperti nya terlalu bersantai Dan tak sadar bila Dari tadi pria itu mengikuti ku.....aku Harus berhati-hati Karena musuh ada Dimana-mana"pikir yaun dengan Ekspresi waspada ,yuan melihat lagi pria misterius itu lagi tapi dia sudah menghilang.....yuan pun tak ambil pusing Karena siapa pun dia yuan tak peduli
*********
Setelah selesai dari pusat kota mereka pun kembali ke tempat kereta yang mengatakan mereka ke kota , tapi yuan Dan para pangeran berpisah ditengah perjalan, Kata mereka Ada urusan yang sangat penting .setelah itu yuan melanjutkan perjalan pulang ke istana yuan yang sangat lelah tertidur dalam perjalanan pulang tapi perjalanan terhenti saat melewati salah satu desa yang hancur Di delay karena perang berapa tahunnya lalu ...kereta yang ditumpahi yuan berhenti tiba tiba karena di hentikan segerombolan orang salah satu dari mereka berkata "cepat serahkan uang atau barang berharga atau tidak nyawa kalian dalam bahaya"jawab nya sambil membawa senjata ,yuan yang terbangun kerena keributan yang ada diluar yuan pun keluar dari kereta "hentikan...ada apa ini kenapa kalian menyerang kereta kami "tanya Yuan sambil marah karana dia terganggu "apa kalian tak lihat ini sudah malam ada...kalian masih ingin merampok kami "tanya yuan kepada perampok ,yuan melihat salah satu dari mereka masih sangat kecil "tunggu apa kalian anak anak dari desa nya diserang saat perang beberapa tahun lalu "jawab yuan ke mereka... Mereka hanya menggukan kepala mereka dan salah satu dari mereka mendekati yuan dan berkata.
" apa urusan mu peduli dengan kami....kamu itu hanya nona bangsawan yang manja dan menghamburkan uang"jawab pria didepan yuan,yuan yang merasa peduli kepada mereka...apa kaisar Dan mentri tak peduli pada rakyat yang sedang kesusahan untuk bertahan hidup Karena Perang yang mereka buat. Yuan memanggil li wei dan berkata"li wei ....kau Dan kusir kembali lah ke kota dan beli makan untuk mereka,
Ini uang nya dan jangan lupa bahan bahan untuk makan yang masih mentang untuk mereka masak"yuan dengan memberikan satu kalung koin kepada li wei,li wei pun segera pergi ke kota dengan perintah dari yuan... Yuan pertanya kepada pemuda yang ada di depan nya"siapa nama mu dan di mana kalian tinggal "tanya yuan kepada pemuda itu dengan tersenyum ramah"nama ku wangting...kami tinggal di panti asuhan untuk anak anak bekas perang "jawab pemuda itu sambil menjelas kan yang mereka alami "apa panti asuhan yang menyuruh kalian mencuri untuk makan "tanya yuan kepada mereka "tidak kami sendiri yang ingin mencuri tanpa memberitahu mereka yang ada di panti asuhan kalo semua uang untuk makanan mereka dari hasil mencuri"jawab wangting dengan wajah sedih "ohh...setau ku anak anak dari korban perang akan mendapat kan uang untuk hidup sehari hari dari kerajaan....tapi ini sangat aneh apa kalian tak mendapatkan uang itu"
Yuan sambil curiga "kami tak menerima uang sama sekali.....sudah lama kamu kelaparan dan banyak dari kami mati karena kelaparan dan makan tak kunjung datang dan kami pun mulai mencuri dari kereta dagang atau kereta bangsawan yang lewat "jawab wangting menjelaskan yang mereka lakukan "maaf nona... siapa nama nona bila lah tau "tanya wangting dengan pertanyaan dengan hati hati agar tak menunggu yuan
"ohh.. Iya aku belum memperkenalkan diri... Nama ku jing yuan.... Panggil saja yuan "jawab yuan tersenyum kepada mereka, setelah satu jam berlalu li wei kembali dengan barang barang yang diminta yuan "nona ini semua yang nona mau....sudah saya belikan "jawab li wei dengan menurun kan barang dari kereta "terima kasih li wei"yuan memeriksa barang barang yang di beli li wei dengan teliti agar tak ada yang kurang "wangting ini makanan dan bahan makan untuk kalian Dan juga satu kantung koin untuk kalian bila makanan habis"yuan menberikan barang barang Dan uang kepada wangting untuk dibawa ke panti asuhan "ini untuk kami.. Te.. Terima kasih nona kami sungguh berhutang kepada nona "wangting dan yang lain nya bersujud dengan sangat senang kerena yuan memberikan mereka makan , bahan bahan masak kan Dan juga uang yang tak sedikit untuk di bagaikan ke mereka yang ada di panti asuhan.
"Tak usah berterima kasih kalian tak berhutang apa pun kepada ku "yuan yang merasa tak enggak karena mereka tak berhenti berterima kasih, setelah beberapa berapa menit mereka pun berdiri "nona...saya bisa berkerja dengan Nona saya bisa belah diri dan ahli Senjata...saya juga mantan prajurit di perbatasan tapi setelah perang saya kembali ke desa untuk menjaga adik saya karena orang tua saya mati saat perang ....nona bisa anda pekerja saya "wangting dengan wajah yang sedikit sedih karena mengingat tentang terlagedi itu "wangting kamu bisa belah diri dan ahli senjata atau kalian semua bisa bertarung "tanya yuan "iya kami semua yang ada disini bisa bertarung bahkan para gadis Dan anak anak yang ada di panti bisa bertarung juga "jawab wangting "apa kalian mau bekerja dengan ku , aku bisa meberikan tempat tinggal dan makan nya layang untuk kalian "jawab yuan sambil menbelikan menawarah yang cukup menarik ke mereka "nona memberi kan perkerjan seperti apa"tanya wangting ke yuan "kalian sering membunuh orang kan.. jadi kali menjadi tentara Bayar ku..bagaimana kalian mau"tanya yuan"iya kami mau berkerja dengan nona "jawab mereka bersama-sama
"baik lah... untuk wangting kuberi tugas untuk mencari orang yang mau bergabung dengan kita kuberi waktu satu hingga dua bulan untuk mencari mereka dan fengying (ohh iya fengying itu adik wangting dia juga jago belah diri dan senjata sama kayak kakak nya) kamu melatih mereka yang masih kurang belajar belah diri dan senjata... Untuk urusan senjata dan markas , tempat tinggal aku yang atur"jawab yuan dengan sedikit serius "baik nona"jawab mereka dengan semangat, yuan pun berpamitan dengan mereka tak lupa yuan meberi kan ketas yang berisi alamat tempat tinggal untuk penjadi markas Dan tempat tingal untuk mereka yang bekerja untuk nya .
Satu setengah jam kemudian
Yuan sambil di istana dengan disambut kasim han dayang Lee dan para dayang yuan yang merasa lelah pun langung berjalan ke paviliun nya dengan cepat setelah sampai dikamar yuan berganti pakaian yang lebih nyaman dan melanjutkan tidur nya yang tertunda saat di perjalanan pulang tadi .
.
.
.
.
.
TBC