
Keyra, Zhu dan Yuze sampai di tempat wisata pertama. Zhu tidak berhenti-berhentinya bercerita dan menjawab apapun yang Keyra tanyakan sedangkan Yuze hanya mendengarkan disamping Keyra dan melihat interaksi keduanya
"Key, apa kamu baik-baik saja menaiki tangganya? Kita tidak harus sampai ke puncak, pemandangan terdekat juga sangat indah" ucap Zhu
"Jangan khawatir aku tidak apa-apa" ucap Keyra
"Baiklah, tapi jangan memaksakan diri ok" ucap Zhu
"Iya" ucap Keyra
Zhu dan Yuze terus khawatir melihat Keyra yang terus memanjat tangga, dirinya kadang berjaga di belakang dan didepan Keyra bergantian dengan Yuze. Keyra yang melihat kekhawatiran mereka merasa lucu dan sedikit demi sedikit kecanggungannya kepada Yuze juga menghilang
Sesampainya diatas puncak mereka menikmati pemandangan, tak lupa juga mereka mengabadikan moment tersebut, yuze yang tidak mau kehilangan moment terkadang memotret Keyra diam diam
"Key, Ze...kita duduk sebentar disana" ucap Zhu yang menunjuk bangku tak jauh dari sana
"Aku masih ingin disini, kalian bisa duduk terlebih dahulu, jangan khawatir tempatnya tidak jauh" ucap Kayla meyakinkan, Zhu segera melangkah
"Aku ke sana dulu" ucap Yuze
"Iya" ucap Keyra
Yuze menghampiri Zhu dan duduk di sebelahnya dan melihat ke arah Keyra
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Yuze
"Yang pada intinya Keyra mengalami kecelakaan dan koma selama 14 tahun..
"Apa 14 tahun!, bentar berapa umur Keyra waktu itu?" ucap Yuze memotong ucapan Zhu
"Mau 7 tahun pas pulang dari sini" ucap Zhu
"Tidak mungkin, bukannya Keyra pergi ke Kanada ketika genap usianya 7 tahun" ucap Yuze
"Itu bukan Keyra, om anggara dan Tante Ratna sengaja menyeting semua itu untuk pengalihan isu" jawab Zhu
"Gue masih GK ngerti, maksudnya gimana?" ucap Yuze
"Terus kenapa om Anggara dan Tante Ratna menyembunyikan ini, kita bukan orang lain" tambah Yuze yang marah
"Suttt, jangan keras-keras bego ada Keyra" ucap Zhu
"Sorry, gue kesel" ucap Yuze yang menahannya
"Pelaku yang merencanakan ini belum ketangkep dan belum diketahui siapa, jadi mereka menyembunyiin ini semua biar keadaan Keyra saat itu tidak diketahui oleh pelakunya. Siapa sangka keadaan Keyra tidak membaik bahkan selama 14 tahun, jadi mau tidak mau om Anggara dan Tante Ratna terus menyembunyiin keyra" ucap Zhu
"Sampai sekarang?, pelakunya belum tertangkap sampai sekarang?" ucap Yuze
"Betul" ucap Zhu
Yuze yang mendengar konfirmasi dari Zhu langsung mengambil hpnya
"Lu mau apa" ucap Zhu yang mengambil hp dari tangan Yuze
"Gue mau cari tau pelaku yang buat Keyra seperti itu!" ucap Yuze
"Pa lu GK mikir, seberapa kaya om Anggara dan Tante Ratna? Mereka saja belum bisa mengetahui siapa pelakunya apa lagi lu sama gue yang GK ada apa apanya" ucap Zhu
"Gue nggk bisa diem aja Zhuan" ucap Yuze yang merebut hpnya kembali
"Gue ngerti, bukan Lo aja yang ngerasa seperti itu gue juga, tapi kita nggk bisa gegabah. Tugas utama kita sekarang adalah menjaga Keyra, membuat dia bahagia dan ingat sama kita" ucap Zhu
"huuhh" (Yuze mengatur napasnya)
"Sorry gue terbawa emosi" ucap Yuze
"Gue ngerti perasaan lo, liat tangan gue" ucap Zhu yang memperlihatkan tangannya yang di perban
"Keyra yang ngobatin" tambah Zhu
"Sialan Lo" ucap Yuze dengan senyumnya, dia langsung berdiri dan menghampiri Keyra. Zhu yang melihat kearah mereka hanya bisa tersenyum puas
"Nih, kamu minum dulu" ucap Yuze memberikan air kepada Keyra
"Terima kasih" ucap Keyra
"Bagaimana pemandangannya?" tanya Yuze
"Sangat indah...emm bolehkah aku bertanya" ucap Keyra
"Apa yang ingin kamu tanyakan?" jawab Yuze
"Dulu aku memanggil mu apa?" tanya Kayla
"Seperti Zhuan, kamu memanggil ku Ze dan aku memanggilmu yra" Jawab Yuze
"Jadi begitu, baiklah aku akan memanggil kamu ZE" ucap Keyra dengan senyumnya
"Emm boleh ZE" jawab Keyra dan Yuze segera memeluknya
"Aku minta maaf yra, aku tidak disamping mu saat kamu mengalami itu semua" ucap Yuze menitikan air mata
"Tidak apa-apa, jangan merasa bersalah. Aku yakin jika kamu dan Zhu mengetahui keadaan ku, kalian akan selalu disamping ku" ucap Keyra
"Yra aku akan mencari orang yang membuat kamu mengalami semua itu, jika aku mendapatkannya aku tidak akan melepaskannya" ucap Yuze dalam hati
"Beri aku pelukan juga" ucap Zhu yang menghampiri Keyra dan Yuze
"Mari kita membuat memori indah bersama lagi, kita akan membuat memori sebanyak banyaknya untuk menebus 17 tahun yang kita lewati" ucap Zhu
"Aku sedikit pusing" ucap Keyra yang masih dipeluk oleh mereka berdua
Zhu melepaskan pelukannya begitupun juga Yuze
"Kamu tidak apa-apa?" ucap Yuze yang khawatir
"Lebih baik kita turun" ucap Zhu
"Benar" setuju Yuze
"Aku tidak apa-apa hanya sedikit pusing saja" ucap Keyra
"Aku tau kamu masih ingin disini, tapi matahari semakin terik. Aku takut nanti kamu dehidrasi dan juga kan kita masih ada dua wisata lagi jadi kita harus membagi waktu" ucap Zhu
"Baiklah" ucap Keyra yang tersenyum
"Sini kamu naik ke punggung ku" ucap Yuze
"Aku baik baik saja, aku akan bilang jika aku tidak kuat" ucap Keyra
"Baiklah jika itu mau kamu, tapi ingat bilang jika kamu kelelahan" ucap Yuze
"Iya" ucap Keyra
"Syukur deh mereka tidak canggung lagi" ucap Zhu dalam hati
Keyra, Zhu dan Yuze turun mereka pergi menuju wisata selanjutnya. Di wisata selanjutnya mereka juga saling bercengkraman mengobrol, mengenang masa lalu dan membicarakan pengalaman mereka begitupun di wisata terakhir yaitu pantai yaitu untuk melihat sunset
"Key, kapan kamu akan kesini lagi?" tanya Zhu
"Apa maksudnya? Kamu akan pulang?" tanya Yuze
"Iya aku disini hanya tiga hari dan setelah ini aku tidak tau kapan kesini lagi" jawab Keyra
"Tidak masalah, jika kamu tidak kesini, aku yang akan kesana" ucap Yuze
"Aku akan menyambut mu kapan saja" ucap Keyra
"Gue juga akan ikut menyambut Lo" ucap Zhu
dan Yuze memberikan tatapan sengit sedangkan Keyra bertanya-tanya
"Aku akan pindah kesana" ucap Zhu kepada keyra
"Benarkah? Apa paman dan Tante menyetujuinya?" tanya Keyra yang menatap Zhu
"Jika mereka tidak setuju biarkan saja aku akan tetap pindah" ucap Zhu
"Jangan percaya yra, dia tidak akan benar-benar pindah" ucap Yuze
"Kita lihat saja" ucap Zhu yang menatap sengit Yuze
"Lo nggk bisa pindah, nanti gue ngobrol sama om Nai tentang perusahaan" ucap Yuze
"Lo benar benar ya" ucap Zhu yang menyerang Yuze tapi hanya sebagai candaan
"Pokoknya lo harus tetap disini" ucap Yuze yang juga merespon serangan dari Zhu
"Bilang aja lo gak rela kalo gue bisa selalu dekat dengan Keyra" ucap Zhu
"Ya gue GK rela, mau apa Lo" ucap Yuze
Yuze dan Zhu tidak berhenti saling mengatai dan menyerang satu sama lain, Keyra yang melihatnya tertawa karena dia yakin serangan serangan itu hanya candaan
Zhu dan Yuze melihat Keyra yang tertawa langsung menghentikan serangan mereka satu sama lain
"Kita seneng bisa melihat kamu tertawa lagi yra" ucap Yuze dengan senyumnya begitupun Zhu
"Terima Kasih atas hari ini" ucap Keyra dengan senyumnya
_________________________
Like 👍 Komen ✍️ dan Rate-nya ✨🥰