
Lebih dari satu tahun Keyra terus menjalankan rutinitasnya, dia terapi setiap hari untuk melatih saraf saraf dalam tubuh nya agar dia bisa berjalan tanpa menggunakan bantuan luar, semangat dalam dirinya dan motivasi yang diberikan lingkungannya membuat dia semangat untuk sembuh secepat mungkin dan mencari tau kilatan kilatan yang masih semu di setiap mimpinya
"Melukis apalagi hari ini?" ucap Ratna yang baru saja datang dan melihat lukisan Keyra yang belum selesai
"Bunda" ucap Keyra yang melihat ke belakang dengan senyumannya
"Keyra mau melukis sebuah benteng" tambahnya
"Benteng apa?" tanya Ratna
"Sistem pertahanan sebuah kerajaan" jawabnya
"Dari mana inspirasinya? apa dari mimpi lagi" tanya Ratna
"Eem" jawab Keyra dengan anggukannya, Ratna hanya tersenyum dengan jawaban Keyra dia tidak memperdalam pertanyaannya
"Bunda akan selalu dukung apapun yang kamu kamu lakukan, tapi harus ingat jangan terlalu lelah. Bunda tidak mau Key kecapean dan akan berakibat buruk nantinya" ucap Ratna yang mengelus rambut Keyra
"Iya bunda, terimakasih sudah mengkhawatirkan Keyra" ucapnya dan memeluk Ratna
"Kamu anak bunda satu satunya, bunda tidak ingin melihat Key berbaring sakit seperti dulu lagi. Jadi bunda harap Key ingat kamu sangat berharga bagi bunda"
"Bunda juga sangat berharga bagi Keyra" jawab Keyra
"Bagaimana dengan trapi hari ini?" tanya Ratna
"Sangat baik Bun" jawab Keyra
"Bunda Lihat, sekarang Keyra udah bisa berjalan dengan nyaman" tambahnya dengan berjalan
"Syukurlah bunda bahagia kamu bisa sehat dan berdiri seperti ini" ucap Ratna yang berkaca kaca
"Keyra janji akan selalu sehat agar bunda tidak khawatir lagi" ucap Keyra yang berjalan memeluk Ratna
"Iya sayang" ucap Ratna dengan kecupan hangat dari kening
______
Dua bulan kemudian
Keyra sudah selesai menjalankan trapi fisiknya, dia sudah bisa berjalan juga berlari dengan kencang dan Keyra hanya diharuskan rutin check up setiap bulan begitupun dengan terapi psikologisnya. Selain hari harinya dihabiskan dengan trapi juga belajar keyra juga menghabiskan harinya dengan melukis, lukisan dengan banyak makna di dalamnya yang menyiratkan setiap kilatan mimpi yang dia alami
Setelah satu tahun lamanya mimpi yang datang kepada Keyra tidak sesering sebelum dia siuman dan tidak seabstrak yang pernah dimimpikan dulu. Keyra sekarang tidak terlalu sering bermimpi dan kilatan dalam mimpinya terlihat lebih jelas dari sebelumnya walaupun hanya sedikit, seperti dirinya bermimpi berada di dibawah pohon yang rindang dan menatap pemandangan matahari sore yang bersinar, yang ntah dia sendiri tidak tau dimana, dia hanya merasa kerinduan bercampur dengan penyesalan
"Pemandangan yang indah" ucap Anggara yang tiba tiba datang dari belakang
"Ya ampun, ayah mengagetkan ku" ucap Keyra
"Maafkan ayah, Lagian kamu juga terlalu fokus sama lukisan kamu" ucap Anggara dan Keyra hanya menjawab dengan senyumannya
" Kamu tidak ingin berjalan jalan? kamu sama sekali belum jalan jalan dari siuman sampai sekarang, apa tidak penasaran?" tanya Anggara
"Penasaran kenapa?" tanya balik Keyra
"Tentang dunia luar, barang kali kamu mendapat suatu jawaban" ucap Anggara dengan tujuan agar Keyra tidak mengurung diri dirumah karena sebesar apapun rumah ini tidak sebesar dunia diluar yang sesungguhnya
Keyra memang belum keluar dari lingkungan rumahnya dari siuman, trapi, bahkan melukis. Bukan karena tidak mau dia hanya terlalu nyaman karena rumahnya sendiri sangat besar dan bisa dibilang mansion, perlengkapan lengkap dari ruang teater, ruang fitness, ruang biliar, dan banyak lagi
"Baiklah ayah Key akan jalan jalan" jawabnya karena bisa dibilang benar perkataan ayah mungkin dirinya bisa mendapatkan suatu petunjuk yang berkaitan dengan mimpinya
"Ayah akan menjadi pemandu kamu saat jalan jalan" ucap Anggara
"Tidak tidak, Keyra jalan jalan sendiri aja" ucapnya
"Kenapa? apa kamu tidak senang ayah nemenin kamu jalan jalan?" ucap Anggara
"Baiklah ayah tidak akan ikut, tapi kamu harus di dampingi bodyguard" ucap Anggara
yang khawatir pada putrinya
"Baiklah Keyra tidak masalah, tapi mereka harus menyamar dan jangan terlalu dekat dengan Keyra" ucapnya yang tidak mau menjadi tontonan karena dia tahu ayahnya tidak mungkin hanya mengirimkan tiga bodyguard
"Baiklah" ucap Anggara dengan tersenyum dan membelai rambut putrinya
Keyra selesai bersiap siap, setelah itu dirinya menaiki mobil yang sudah disiapkan bersama supir yang akan mengantar Keyra kemanapun dia inginkan dan juga seorang kepercayaan ayahnya yang juga ikut
"Apa ada pemandangan yang indah, yang bisa melihat pegunungan dan pantai paman?" tanya Keyra yang melihat ke luar jendela
"Ada nona, tetapi sedikit jauh. Kemungkinan kita akan sampai sekitar 30 Menit" jawab Kepercayaan ayahnya yang bernama Melvin
"Tidak apa apa, aku ingin kesana" Jawab Keyra
"Baik nona" ucapnya yang tentu saja melaporkan keinginan Keyra ke Anggara
Keyra menikmati perjalanannya, dia melihat melalui jendela bagaimana situasi dan kondisi di luar, bangunan yang menjulang tinggi, mobil yang berlalu lalang, orang orang yang bercanda ria baik dengan keluarga, sahabat atau pasangannya
"Untung Ayah mengingatkan untuk keluar, kalau tidak aku nggk bakalan bisa lihat semua ini" ucap Keyra dalam hati
"Sepertinya Nona menikmati perjalanannya tuan" ucap Melvin dalam pesannya yang dikirimkan kepada Anggara setelah mengamati Keyra yang selalu tersenyum melihat ke luar jendela
Setelah tiga puluh menit lamanya, Keyra sampai di tempat tujuan. Tempat wisata terkenal yang menyuguhkan pemandangan yang indah dengan bukit dan lautnya yang menawan ditambah dengan moment yang pas dimana matahari akan mulai tenggelam
"Nona sebelah sini" ucap Melvin yang mengarahkan Keyra ke arah bangunan tinggi
"Apa ini wisata yang ayah hadiahkan ketika aku berulang tahun ke lima belas?" Tanya Keyra yang melihat papan nama dari tempat wisata ini
AmataKey nama yang berasal dari bahasa latin yang berarti Key Tercinta
"Benar Nona" jawab Melvin
"Aku dengar ayah membuka wisata ini setelah kembali menyelesaikan bisnisnya di Vatikan" ucap Keyra
"Iya, tuan mendapat ide membuka wisata ini setelah mendengar curhatan anak remaja di pesawat saat perjalanan pulang. Pada saat itu saya melihat pandangan mata tuan yang langsung ingat akan nona, jadi setelah turun dari pesawat beliau langsung mencari lokasi yang pas dan menjalankan rencananya" ucap melvin
"Pasti saat itu sulit bukan?" ucap Keyra dengan mata yang sendu
Sayang sekali Melvin tidak menjawab di karenkan eskalator sudah terbuka, dan Keyra sudah berada di menara paling atas
"Silahkan nona" tambahnya yang menuntun Keyra
Keyra yang keluar dari eskalator melihat sekitarnya, ruangan terbuka dengan beberapa kursi yang menghadap langsung ke pemandangan yang indah. Tidak banyak orang yang ada di menara atas dikarenakan tempat ini hanya untuk VIP dan Keyra di arahkan ke sebuah ruangan khusus yang dia yakini ini adalah ruangan yang sengaja di buat untuk Keyra
"Silahkan menikmati pemandangannya nona, saya akan berada di luar. Kalo Nona butuh sesuatu nona tinggal panggil saya" ucap Melvin dengan senyumnya
"Iya Paman" jawab Keyra
Setelah Keyra sendirian, dia tersenyum dengan bahagia bukan karena pemandangannya yang menakjubkan tetapi karena dia bisa melihat seberapa besar cinta ayahnya untuknya. Di ruangan itu terdapat beberapa macam boneka dan fotonya sewaktu kecil
"Aku menyukainya Ayah, Terima Kasih" ucap Keyra yang diucapkan dalam Vidio yang dia kirim kepada Anggara
"Syukurlah kamu menyukainya" tulis Anggara dalam pesannya. Keyra yang mendapat jawaban dari ayahnya tersenyum bahagia dan meneruskan melihat pemandangan yang menakjubkan di depan matanya
----------------------
Jangan Lupa Likenyaš¤
Like kalian berharga untuk Autorš„°