
Saat ini hyerin sedang menunggu giliran untuk mengikuti sidang skripsi, jujur saja
hyerin merasa gugup, mengingat ini sidang
perdana ny. setelah menunggu selama 2 jam
peserta pertama pun keluar dari ruangan sidang, tak lama hyerin pun di panggil.
Hyerin bangkit dari duduknya lalu memasuki ruangan sidang, hyerin duduk di kursi yang
menghadap ke meja penguji. di hadapan hyerin, terdapat 3 dosen penguji yang terdiri
dari dosen pembinging, dosen wali, dan dosen tamu undangan yang berasal dari
kampus lain.
"baiklah kita mulai saja sidang skripsi atas nama choi hyerin dengan nim 301170002
yang di laksanakan pada tanggal 23 Juli 2019
kepada penguji 1 di perailahkan untuk menyidang" moderator
"terimakasih untuk moderator, kita langsung
mulai saja aisang nya, nona hyerin apa alasan anda memilih judul Pengaruh Bts Terhadap Ekomi Bangsa? penguji 1
"alasan saya memilih judul tersebut, karena sesuai dengan fenomena yang terjadi saat
ini, saat ini popularitas Bts sudah sampai ke
mancanegara, hal itu berpengaruh terhadap
berbagai aspek, salah satu nya aspek ekonomi, kepopuleran Bts berpengaruh pada perekonomian bangsa, baik dari bidang pariwisata maupun bidang pemasaran produk
karena banyak perusahaan yang bekerja sama dengan Bts"
"bagimana penguji 1 apakah jawabannya cukup? moderator
"saya rasa cukup" penguji 1
"terimakasih untuk penguji 1 selanjutnya penguji 2 di persilahkan untuk menguji" moderator
"berapa persen peningkatan penghasilan perusahaan yang bekerja sama dengan Bts? penguji 2
"berdasarkan penelitian saya yang di laksanakan di perusahaan X, peningkatan pendapatan perusahaan meningkat sebanyak
90%"
"bagaimana penguji 2, apakah jawabnya cukup? moderator
"saya rasa cukup" penguji 2
"terimakasih untuk penguji 2, selanjutnya penguji 3 si perailahkan untuk menguji"
moderator
"apakah ada faktor penghambat saat
bekerja sama dengan Bts?
lalu apa kesimpulan dari keseluruhan
penelitian anda? penguji 3
"Jadwal Bts yang padat, merupakan faktor penghambat saat akan bekerja sama dengan Bts, sehingga perusahaan harus menyesuaikan dengan jadwal kosong Bts,
kesimpulannya, Bts berpengaruh terhadap perekonomian bangsa mengingat meningkatkan pendapatan negara, baik dari sektor pariwisata, maupun sektor industri"
"bagimana penguji 3, apakah jawbannya cukup? moderator
"cukup" penguji 3
"terima kasih untuk para penguji yang sudah menguji mahasiswi, acara sidang hari ini
kami akhiri, kami akan mengumumkan hasil
kelulusan sidang, satu minggu setelah pelaksanaan sidang, bagi peserta sidang
di persilahkan untuk meninggalkan ruangan"
Hyerin bangkit dari duduknya, membungkuk pada penguji lalu meninggalkan ruangan sidang. saat sampai di luar ruangan, hyerin & hyejin menyambutnya.
"chukae urin hyerin, bagimana sidangnya?
hyerin
"sidangnya lancar"
"syukurlah, kapan pengumuman kelulusannya?hyejin
"1 minggu setelah sidang"
"aigoo lama sekali ya" hyera
"molla, aku lapar kajja kita makan siang
"kajja, kita ke restoran bibi ku saja
bibiku baru buka cabang di dekat sini" hyejin
"kajja"
Mereka pun bergegas menuju restoran yang tak jauh dari kampus, sesampai diaana mereka segera menempati tempat kosong.
mengingat, saat jam makan siang restoran
selalu di kunjung oleh pengunjung. tak lama,bibi hyejin menghampiri mereka.
"yakk anak nakal kamu kemana saja?
kenapa baru berkunjung eoh?
"mian, aku sibuk mengerjakan skripsi he he"
hyejin"
"kau ini, oh ia siapa gadis-gadis cantik ini?
"kenalkan, ini teman kampusku bibi"
"annyeong haseyo, hyerin imnida"
"annyeong haseyo hyerin imnida"
"kalin mau pesan apa?
"kami sangat lapar bi, pesan menu komplit saja"
"minum nya apa?
"lemon tea, orange jus & matcha"
"ok, tunggu sebentar ya bibi siapkan"
imo hyejin melenggang peegi menuju dapur,
sambil menunggu pesanan datang mereka kembali membuka percakapan.
"rin ah, apa rencanamu setelah lulus? hyerin
"molla, aku belum memikirkannya"
"aku prediksikan hyerin akan menjadi penerus perusahaan choi, jika tidak hyerin pasti akan
di jodohkan dengan rekan bisnis ayahnya"
hyejin
"aigoo perkataan mu seperti cenayang saja"
hyerin
"aku berkata seperti itu, berdasarakan fakta dan realita yang sering menimpa anak bangsawan" hyejin
"kau sotoy sekali, ok bagimana jika kita taruhan, jika perkataan mu benar aku akan
mentraktirmu selama 1 bukan" hyerin
"ok, kita lihat saja"hyejin
Hyerin menggelengkan kepala melihat tingkah kedua sahabatnya itu, tak lama
imo hyejin kembali menghampiri meja
mereka, menyajikan berbagai menu makan
nan korea, setelah selesai imo hyejin pun pamit.
"selamat menikmati makanan nya, jika butuh sesuatu panggil saja"
"ah ne, gomawo imo"
imo hyejin pun kembali ke dapur, mata mereka berbinar melihat berbagai hidangan
yang tersaji di atas meja.
"aigoo banyak sekali, aku tak yakin
bisa mengahbiskan semua ini" hyerin
"tenang saja, serahkan pada kami"
hyejin & hyerin
"baiklah, selamat makan" hyerin
Mereka pun menikmati makan siang dengan
khidmat, meskipun mereka kelaparan mereka tetap makan dengan anggun, maklum saja
saat ini mereka sedang berada di tempat umum. selesai makan dan membayar, mereka
betpamitan pada bibi hyejin untuk kembali
ke kampus.
"syukurlah, jika kalian suka sering- sering
lah main kesini"
"baik bibi, kalo begitu kami pamit dulu"
Mereka pun keluar dari restoran, lalu bergegas kemabli ke kampus. jarak restoran
& kampus tidak terlalu jauh, mereka hanya
perlu berjalan selama 20 menit. sesampai
di kampus, mereka langsung menuju parkiran.
"rin ah, kamu yakin tidak ingin ikut kami ke mall? hari ini ada diskon besar besaran loh"
hyejin
"aku tak tertarik, kalian saja" hyerin
"ya sudah kami pergi dulu" hyejin
"hati -hati di jalan" hyerin
Hyejin & Hyera memasuki mobil sport nya,
tak lama mobil mereka pun melaju. sepeninggal hyejin & hyera, hyerin segera
memasuki mobil audy biru nya. tak lama
mobil audy biru pun melaju, meninggalkan
parkiran kampus.
Setengah jam kemudian, mobil hyerin pun berhenti di pekarangan mansion. hyerin turun dari mobil, ia berjalan menuju pintu utama mansion.
"ting nong, ting nong"
Tak lama, han ahjuma membukakan pintu.
"nona hyerin sudah pualang, nona sudah makan siang?
"sudah ahjuma, aku ke kamar dulu"
"baik nona"
Hyerin berjalan menuju tangga, ia menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai 2. sesampai di kamar, hyerin menyimpan tas ransel di atas meja belajar.
hyerin yang merasa gerah, segera berganti
pakaian. hyerin berjalan menuju tempat tidur,
hyerin berbaring di atas tempat tidur, tak lama
hyerin pun tertidur.
" Smooth like butter, criminal uder cover"
Suara dering ponsel, membuat hyerin
terbangun dari tidurnya. hyerin meraba raba
nakas, mengambil ponsel pintarnya.
"yeobseo, siapa ya"
"ini aku j hope"
"j hope oppa, ada apa?
"hyerin, bisakah kita bertemu?
"ah ne, oppa dimana?
"sungai han jam 5 sore"
"ok, aku siap2x dulu ya"
Pip hyerin menutup panggilan telepon, hyerin
bangkit dari tempat tidur berjalan menuju kamar mandi. beberapa menit kemudian hyerin keluar dari kamar mandi, hyerin segera
memasuki dressing room. selesai berganti
pakaian, hyerin berjalan menuju meja rias.
hyerin memoles make up tipis, mengingat
ia tak suka make up yang terlalu tebal.
Setelah selesai, hyerin mengambil tas dan ponsel lalu keluar dari kamar. hyerin menuruni anak tangga menuju lantai 2,
saat akan pergi, ia berpapasan dengan yoona
( ibu hyerin ), yoona memperhatikan penampilan hyerin, yang terlihat rapi.

"sayang, mau kemana?
"bertemu teman"
"teman apa teman? gooda yoona
"teman eomma, aku sudah terlambat dah"
Hyerin pun bergegas menuju pintu mansion,
yoona terkekeh melihat hyerin yang salah
tingkah. sesampai di pekarangan mansion,
hyerin segera masuk kedalam mobil. mobil
pun melaju meninggalkan mansion.
Setengah jam kemudian, hyerin sampai di
sungai han. hyerin segera turun dari mobil,
berjalan memasuki area sungai han. suasana
sungai han cukup sepi, maklum saja ini bukan hari libur, sungai han akan ramai
penginjung jika di waktu akhir pekan.
Hyerin berjalan, mencari keberadaan j hope
dari kejauhan hyerin melihat sosok j hope.
hyerin pun memanggil j hope.
"j hope oppa"
J hope pun menengok ke arah hyerin,

( bayangin aj latar belakang ny sungai han )
Hyerin berjalan menghampiri j hope, mereka
pun berjalan mengitari sungai han. saat sudah cukup lelah, mereka duduk di bangku
taman.
"hyerin, aku ingin tau jawaban mu"
"eumm aku menerimamu oppa"
"benarkah?
"ne oppa, tapi aku ingin kita backstreet"
"kenapa hyerin?
"aku takut, bang pd nim melarang kita
pacaran"
"baiklah, jika itu mau mu"
Keheningan melanda j hope & hyerin, suasana pun menjadi canggung. mereka
terdiam, sambil menatap ke arah sungai han.
lembayung senja mulai mewarnai langit di sore hari, menandakan jika mata hari akan
tenggelam. j hope berbalik ke arah hyera,
sehingga posisi mereka saling berahadapan.
"hyerin, bolehkah aku 😗mu"
"ne oppa"
Jawab hyerin malu-malu, j hope mendekatkan
wajahnya mengikis jarak diantara mereka.
hyerin memejamkan mata saat material lembut menyampu permukaan bibrnya.
entah mengapa, rasaya beda. mungkin
karena j hope melakukannya dengan lembut
dan atas dasar cinta, tidak seperti suga
yang merebut ciumanya secara paksa.
To be continue.......