
Mentari pagi kembali menyinari bumi,
cahaya matahari menelusup melalui
jendela.hyerin terbangun saat merasakan
cahaya matahari yang menerpa wajahnya,
hyerin mengucek kedua matanya. hyerin
mengedarkan pandangan melihat ke sekeliling, hyerin terkejut saat mengetahui
jika ia terbangun di kamar suga.
Tak lama suara derap langkah kaki terdengar,
hyerin kembali menarik selimut saat menyadari seseorang yang akan memasuki
kamar itu. tak lama, suga pun memasuki kamar.
"aku tau kau sudah bangun"
kata suga sambil menyingkap selimut, dan
benar saja hyerin sudah bangun dari tidurnya.
"kenapa aku bisa ada disini?
"apa kau tak ingat kejadian semalam?
"yang aku ingat, semalam aku meminum
wine setelah itu aku tak ingat apa pun"
"dasar ceroboh"
kata suga sambil menyentil dahi hyerin,
hyerin mengaduh kesakitan.
"yakkk kenapa menjitak ku? sakit tau!
"hei gadis ceroboh,dengarkan aku
semalam kau hampir saja celaka lain
kali jangan jauh2x dari kami"
"aku tak suka menjadi obat nyamuk,
jadi aku pergi saja ke stand minuman"
"mian,aku tak bermaksud mengabaikanmu"
"apa kau sakit?
kata hyerin sambil menempelkan tanganya pada kening suga, memeriksa suhu badan suga karena suga bertingkah aneh, tidak
seperti biasanya.
"suhu tubuh mu normal"
"aku tidak sakit,dasar pabo"
"yakk aku hanya memastikan saja"
"sudahlah,lebih baik kita ke ruang makan
aku sudah menyiapkan sarapan"
"baiklah kajja, aku tak sabar ingin
mencipi masakanmu"
Hyerin-suga meninggalkan kamar menuju ruang makan yang berada di lantai 2, sesampai di sana mereka menarik kursi
lalu duduk. suga membuka tudung saji,
terlihat beberpa hidangan yang terlihat
sangat menggugah selera, mata hyerin
berbinar, hyerin menelan ludahnya saat
melihat semua hidangan yang tersaji di
atas meja makan itu.
"woah daebak, apa kau yakin semua ini
kau yang membuatnya?
"tentu saja,jika bukan aku siapa lagi?
"aku pikir jin oppa yang memasak nya"
"member lain tidak pulang, mereka menginap di hotel hanya ada kita berdua di sini"
"oh begitu,aku lapar sekali bolehkah aku
makan sekarang"
"makanlah sesuka mu"
"gomawo namja es, selamat makan"
"makan dulu sup pengar ny, agar perut mu tidak sakit"
"ne araseo"
Hyerin mengambil sendok, ia mulai menyantap sup pengar buatan suga.
hyerin makan dengan lahap, masakan
suga cukup enak membuat hyerin ketagihan.
senyum suga terbit saat melihat hyerin,
yang sangat menikmati masakan nya.
Selesai sarapan, hyerin merapihkan meja makan. hyerin membawa piring kotor ke bak
cuci piring, hyerin memakai sarung tangan lalu ia mulai mencuci piring sambil bersenandung menyanyikan lagu Dynamite.
Saat sedang asik mencuci piring, suga menghampiri hyerin.hyerin pin berhenti
bersenandung, karena ada suga didekatmya.
"kenapa berhenti bernyanyi?
"entahlah,aku sudah tak mood bernyanyi"
"hyerin, apa ada yang bisa ku bantu?
"anio,aku sudah hampir selesai"
Hyerin mematikan keran, lalu ia menaruh
piring yang sudah bersih ke tempat semula.
saat akan berjalan, hyerin tak sengaja menginjak lantai yang terkena air. hyerin
kehilangan keseimbangan, refleks hyerin
menarik suga akhirnya mereka pun terjatuh.
Tubuh hyerin menimpa tubuh suga,
mata hyerin membelalak saat melihat
bibir dia dan bibir suga bersentuhan.
jantung hyerin berdetak lebih cepat,
begitupun dengan jantung suga.
mereka saling bertatapan, menyelami
iris mata masing-masing.
"Astaga mata ku sudah ternoda"
Teriak jungkok heboh saat melihat hyerin-
ia segera bangkit dari tubuh suga. hyerin berlari meninggalkan dapur. jungkok menghampiri suga meminta penjelasan.
"hyung apa yang kau lakukan pada hyerin?
"yakkk bocah tengik jangan bicara sembarangan, apa yang kau lihat tadi
tidak seperti apa yang kau pikirkan"
"lalu apa maksudnya hyung?
"itu hanya kecelakaan, tadi hyerin terpeleset
dia jatuh menimpa tubuhku"
"oh begitu"
"awas saja ia jika kau bicara macam2x
pada yang lain"
"tenang saja,aku tak akan membocorkannya"
"ku pegang kata2x mu"
Suga melenggang pergi meninggalkan dapur,
sesampai di ruang tengah, suga melihat hyerin yang hendak pulang.
"sudah mau pulang?
"ah ne, appa ku mencariku"
"kajja,aku antarkan"
"tidak usah,aku sudah memesan taxi"
"appa mu pasti marah karena kau tak
pulang, aku akan menjelaskannya"
"baiklah,terserah kau saja"
"kajja"
Suga-hyerin keluar dari dorm menuju garasi,
sesampai di sana mereka segera memasuki
mobil, suga menjalankan mobil. pintu garasi
pun terbuka dengan otomatis, mobil pun melaju meninggalkan dorm menuju mansion.
setelah menempuh perjalanan kurang lebih,
setengah jam,mobil suga pun berhenti di depan gerbang mansion keluarga choi.
"suga aku masuk dulu, kamu langsung pulang saja"
"tidak bisa,aku akan menemanimu"
"tidak usah suga,aku bisa mengatasi nya
sendiri"
"aku tak yakin dengan perkataanmu"
Suga turun dari mobil, hyerin pun segera
menyusul suga yang sudah turun terlebih
dahulu, mereka berjalan memasuki gerbang.
suga menekan tombol interkom, tak lama
seorang maid membukakan pintu.
"agasshi dari mana saja? tn choi mencarimu"
"cerita nya panjang ahjuma"
"tn choi sedang di ruang tamu
lebih baik agasshi temui dulu"
"ah ne,ahjuma"
Hyerin pun memasuki mansion, suga mengikuti dari belakang. mereka berjalan
menuju ruang tengah, hyerin terkejut saat
melihat ayahnya sedang mengobrol dengan
chanyeol yang merupakan kekasihnya.
"appa, aku pulang"
Siwon yang sedang mengobrol dengan chanyeol,menoleh ke arah hyerin-suga.
siwon cukup terkejut saat melihat hyerin
datang bersama seorang pria, padahal
kekasihnya sedang berada di tempat itu.
"hyerin kau darimana saja?
"maaf tn,hyerin ikut ke acara
partty bersmaku, semalam hyerin
mabuk berat jadi dia menginap di tempatku"
"oh begitu rupanya, aku merasa tak enak
sudah merepotkan"
"gwaenchana, kalo begitu saya pulang dulu"
Suga pun melenggang pergi meninggalkan
ruang tamu, sepeninggal suga suasana menjadi mencekam karena siwon meninggalkan hyerin diruang tamu bersama chanyeol, chanyeol pum mulai mengintrogasi hyerin, hyerin pun semakin merasa terintimidasi.
"Oh jadi pria itu, alasanmu tidak datang ke acara from night kampus?
"mianhae oppa,semalam mereka membutuhkan bantuanku"
"Jauhi pria itu hyerin!
"kenapa oppa tiba-tiba seperti ini?
"dia menyukaimu hyerin!
"tidak mungkin, dia hanya menganggapku
sebagai asisten nya tidak lebih"
"aku seorang pria, aku tau dia menyukaimu
cara dia menatapmu sangat berbeda"
"geumanhae oppa, hentikan kecembutuanmu
aku lelah ingin beristirahat lebih baik oppa
pulang"
Hyerin melenggang pergi meninggalkan ruang tamu,meninggalkan chanyeol sendirian
di ruangan itu. entah mengapa chanyeol tak
suka melihat hyerin dengan pria lain, padahal
dia hanya berniat mempermainkan hyerin,
menjadikan hyerin sebagai taruhan tetapi
perlahan chanyeol mulai jatuh cinta pada
hyerin.To be continue.............