Matchmaking

Matchmaking
tanggung jawab



"awhh... " cia meringis kesakitan


"ci lu gapapa kan?" tanya Leza salah satu temanya itu


"p-perut gue sa-kit za" ucap nya seraya menahan sakit


"kita ke uks aja ya" ajak Mayla


"no, cia biar gue bawa ke rumah sakit" ucap yaska dan membuat semua orang yang berada di situ melongo


"sejak kapan yaska peduli sama cewek" bisik salah satu murid di sana


----------------


"baik, apakah ini suami nya?" tanya dokter menunjuk yaska


"eh bukan dok saya temen kuliah nya" dokter pun heran dan bertanya kembali "anda tau suami nya pasien? atau pacar?" tanya dokter tersebut


yaska sedikit heran kenapa dokter menanyakan seperti itu


"nggak tau dok"jawab nya


"jadi gini bu gracia sedang hamil muda" jelas dokter


"hah apa? hamil?" yaska ter kaget kaget mendengar ucapan dokter tadi


"iya untung saja janin nya kuat, maka dari itu saya tolong sampai kan kepada suami bu gracia untuk jangan kecapean dan banyak banyak istirahat" jelas bu dokter


"iya dok saya boleh nemuin gracia?" tanya yaska


"ya tentu saja" jawab dokter dengan senyum ramah


Ceklek....


"cia... " panggil yaska


"yas.. gue kenapa?" nada lemas


"lo harus jujur ci" ucapnya seraya memegang tangan cia yang sedang di infus itu


"jujur?" bingung cia


"lo hamil." sontak cia kaget dengan ucapan yaska


"h-hamil? gue hamil? gak gak ga mungkin hikss..." ia menangis sambil memegang perut nya yang masih rata itu


"ci.. lo di tidurin sama siapa? jujur sama gue" tanya yaska


namun cia mengalihkan pembicaraan nya itu ia bertanya


"yas.. apa gue berhak bahagia?" di balas anggukan yaska


"gue anter lo pulang."


----------------


"ma..."lirih cia


"udah pulang sayang eh ini cowok yang kemarin kesini kan? "


"iya tante nama saya yaska" ucap nya seraya senyum


"yaudah sini dulu masuk duduk"mereka pun duduk di ruang tamu


"ma.. a-aku h-hamil"tunduk nya


"APA HAMIL"semua orang terkejut saat melihat azka papa cia turun dan mendengar percakapan mereka


"KAMU DI HAMILI SIAPA CIA!!!" bentak cia


PLAKK


"pa!! kasian cia udah" ia memeluk putri nya itu yang sedang menangis "hikss hikss"tangis cia


"saya bakal tanggung jawab kok om" yaska berdiri


"yaska..." ucap cia


"nak bukan nya kamu pernah bilang kalau yang ngambil ke perawanan nya cia bukan kamu" jelas sheril


"maaf in saya om tante saya ikhlas kalo harus di pukulin ini juga salah saya"ucap yaska "sebenernya gw suka dari pertama ketemu lo ci"dalam hati


"oh jadi kamu yang sudah merusak masa depan anak saya" omong nya dengan penuh amarah.


BUGHH


BUGHH


PLAKK


yaska yang sudah babak belur itu pun hanya pasrah demi mendapat kan cia


"paaa udah hikss" cia menghampiri yaska yang babakbelur itu dia mengankat kepala yaska ke paha nya dan mengusap tipis kepala yaska


"hikss hikss lo g-gapapa kan?" tanya nya khawatir namun yaska hanya tersenyum mendengar pertanyaan cia itu.


"Oke karna kamu sudah jujur kamu harus tanggung jawab 2 minggu lagi kalian menikah!" jelas azka dan ia kembali ke kamar nya dan di susul oleh istrinya


kini hanya mereka berdua di ruang tamu itu dan cia yang sedari tadi menangis


"hey udah dong jangan nangis" seraya mengusap pipi yang terkena air mata itu "kan sekarang ada baby disini jadi kalo mami nya nangis baby nya juga ikut nangis" seraya mengusap perut cia.


"kenapa lo lakuin ini? lo ga salah padahal yas..."tanya cia


"sebenernya gue suka sama lo eh pas kata dokter lo hamil gue sedikit kecewa tapi gue bakal anggep bayi ini kayak anak kandung gw sendiri kok"jelas nya panjang lebar


"makasih ya" senyum cia dan di balas senyum lagi oleh yaska


----------------


malam hari


cia sedang memainkan ponsel di kamar nya


on chat


Mayla "ci lo kok tadi diem aja sih pas di tanya"


Leza "iya kenapa ci? biasanya lo ngelawan tuh"


Yara "oh iya kan lo tadi ke RS apa tuh kata dokter? lu ga gagal otak kan"


Cia "gue gapapa kok ga usah khawatir"


Mayla "heh @Yara lo kalau ngomong di saring dulu napa ya mentang mentang lagi gamon"


Leza "hahah iye nih yar yar btw lo beneran putus sama Nathan? "


off chat


saat dia membaca nama itu pun langsung teringat Nathan ayah dari anak yang ia kandung


"gak gak yang namanya Nathan pasti banyak ga mungkin Yara pacaran sama lelaki Brengsek itu"


"maafin mami ya dede, bukanya mami gamau nyatukan kamu sama ayah kamu tapi ayah kamu jahat de.. " seraya mengelus perut nya