Matchmaking

Matchmaking
pertemuan



ke esok an hari nya


"cia... bangun yuk kita sarapan di bawah" ajak sheril seraya mengelus rambut cia


"ma.. " suara khas bangun tidur


"iya sayang kenapa?"


"aku udah ga perawan lagi ya? siapa yang mau sama aku nanti?terus kal-"belum selesai cia berbicara


"hey masi ada yang mau kok sama kamu percaya deh sama mama"ucap sheril memotong pembicaraan cia yang tadi.


"maaf in aku ya ma" ucap nya dengan ekspresi sedih.


"kamu gak salah sayang, udah kita Kebawah yu papa udah nungguin tuh disana" ucap nya lemah lembut


----------------


kini keluarga alshen yang terdiri dari cia, azka dan sheril tengah berada di meja makan


"cia "panggil azka


"iya pa"dengan nada sedikit takut


"karna kamu sudah kotor maka papa dan mama akan menjodohkan kamu"ucap azka dan di lanjut oleh sheril "iya bener sayang kamu mau kan? mama yakin dia anak yang baik" bujuk sheril.


"emhh.. emang mama yakin dia mau nerima aku? kan aku udah ga suci ma.. " lirih nya.


"dia pasti mau kok, tar siang keluarga nya ngajak ketemuan kamu ikut ya" ajak sheril


cia hanya mengangguk saja dan melamun jika lelaki yang akan di jodohkannya jahat seperti yang ada di novel novel yang sering ia baca.


"kalau cowok itu jadiin cia babu gmn ya?" ucap nya dalam hati


----------------


siang hari di sebuah cafe


kini semua keluarga telah berkumpul kecuali nathan yang sedang berada di toilet


"sayang ini calon mertua kamu sapa dulu gih"titah sheril


"hai om tante saya gracia anak dari mama sheril" ucap nya seraya tersenyum


"uhh menantu tante cantik dan sopan banget ya" puji april


"masi calon bu"ucap jean dan di balas cengengesan dari istri nya itu


"oh iya anak kamu kemana pril"tanya sheril sambil celingak celinguk melihat sekitar


"ah ada tadi dia izin ke toilet" tak selang lama ada lelaki berpakaian serba hitam menghampiri mereka yappp betul itu Nathan.


sontak cia kaget lelaki yang sudah meniduri nya berada di hadapan nya sekarang.


"nah ini anak aku"ucap april


"Nathan"ucapnya singkat padat dan jelas.


"langsung ke inti nya saja kalau kalian akan kami jodoh kan"ucap azka


sontak kedua nya kaget bukan main apalagi cia yang masih trauma itu.


"emm mending kalian cari tempat duduk untuk kenalan duli heheh biar lebih deket" kata april


Nathan pun menarik tangan cia dengan paksa


"lepas in" ia memberontak agar tangan nya terlepas dari genggaman Nathan yang cukup keras


"awas aja ya kalau lo ngasih tau gue yang udah memperkos* lo" ucap nya dan menatap tajam cia yang membuat cia ketakutan setengah mati


"i-iya" ucap nya terbata bata karna takut


keduanya kini sudah di meja ortu nya


"jadi gimana kalian setuju?" tanya jean


"GAK" ucap Nathan


"loh kenapa sayang liat dong anak nya tante sheril itu cantik baik kamu harus mau ya" bujuk april


"gak Nathan gamau" jelas Nathan dan pergi meninggalkan tempat itu


"duh maaf in anak saya ya ril" ucap nya merasa bersalah karena sikap anak nya itu


"kok gitu tar saya bujuk Nathan deh sampai mau"ucap april


"kalau anak kamu gamau yaudah ga usah di paksa takut nya karna paksaan rumah tangga nya ga langgeng" jelas sheril


"ya sudah maaf sekali lagi ya ril"


----------------


sesampai nya di rumah


"ma... ga ada yang mau sama aku" tunduk cia.


"sayang gak boleh gitu banyak kok yang mau sama kamu jangan sedih ya" ucap nya seraya menenangkan putri nya itu


cia pun pergi menaiki tangga menuju kamar nya


"kenapa takdir aku gini??" tatapan kosong kedepan


TRINGG...


tiba tiba ada notif di hp nya dia dan ia membaca pesan yang bertulis kan


^^^"cia lo kemana kok waktu di club lu ngilang"^^^


^^^"oh ya kata dosen besok ada kelas pagi*"^^^


namun cia hanya menghiraukan chat dari Mayla teman nya itu


----------------


"ma..pa.. cia berangkat dulu ya" seraya menyalimi kedua orangtua nya


"iya sayang hati hati kalau ada apa apa telpon mama yaa" ucap nya seraya melihat kepergian anak nya itu


cia menaiki mobil sport mewah milik nya itu untuk berkuliah


sesampai nya di pintu gerbang ia memarkirkan mobil nya di parkiran pelajar


kini ia berjalan di kolidor memasuki kelas nya


"EH HAII CIAAAA GUE KANGENNNN" ucao temanya yang bernama Leza itu


"lebay tau gak. " ucap cia


"ishh cia beneran deh gw pengen tanya lo kemana waktu di bar kok ngilang" tanya Mayla yang masih penasaran


"gue pulang duluan" bohong cia


"kok gak pamit dulu si kan kita khawatir" ucap yara yang masi sahabat cia itu


"mendadak jadi sorry hehe"


"eh eh tuh si ganteng anak baru" seraya melihat lelaki yang baru datang itu ya Mayla cukup playgril dan so centil di depan cowok apalagi ganteng


cowok tersebut bernama yaska ya dia yang pernah mengantar cia ke rumah nya saat itu.


"eh hay jal*ng" ucap sasa seraya menumpahkan jus yang ada di tangan nya "upss sorry gak sengaja haha" lanjut nya


"heh cia bukan jal*ng ya!!" ucap leza membela cia


"bukan jal*ng kok udah ga perawan ups" ucap sasa smrik


cia pun kaget bagaimana ia bisa tau kalau dirinya sudah tidak perawan


"nggak cia masih perawan kok iyakan cia?" tanya yara


dan adu omong itu di lihat oleh banyak orang termasuk yaska yang sedari tadi hanya menyimak saja


"cia jawab lo masih perawan kan?" tanya yara sekali lagi


"noh si jal*ng aja gak bisa nge jawab berarti benar kalau dia udah gak perawan hahaha" tawa jahat sasa


"kasian deh" seraya menjambak rambut cia


"eh eh Stop dong lu apa apa an sih Pake main fisik segala" ucap leza


sasa yang sedang menjambak rambut cia pun langsung mendorong nya sampai jatuh dan kepala nya terbentur tembok


Dughh