Lucid Dream Is Everything

Lucid Dream Is Everything
Chaper 4 Stroh Ksatria jerami



Setelah tamparan keras menimpa Chiya dan kemarahan ayah Chiya yang begitu kejam dan tanpa ampun Chiya, terus terdiam dan tiba-tiba jatuhlah air mata Chiya ketanah dengan wajah yang terlihat menangis hingga tersedu-seduh Chiya masih sempat berbicara kepada ayahnya


Chiya : "Kenapa... kenapa ayah memarahi ku dan bahkan menampar ku dengan keras ? apa aku pernah berbuat salah kepada ayah sehingga ayah sangat jahat kepada ku..."


Chiya berbicara dengan terus menerus menjatuhkan air matanya dan ternyata ayahnya pun Tersenyum dengan lebar dan tertawa..


Ayah Dave : "Hahaha... bagaimana aku tidak kecewa memiliki anak seperti mu tidak berguna menyusahkan lihat ibumu sedang sakit kenapa tidak mati sajaa!!! Untuk menyusul diriku ke alam ini!! "


Semakin terus berbicara semakin terdengar tangisan Chiya yang semakin keras tiba tiba.. suara seseorang berlari teramat cepat dan terdengar suara pedang yang terseret di tanah, dan tiba-tiba ayah Chiya pun tersayat di lehernya dengan mengeluarkan banyak sekali darah namun yang keluar darah yang berwarna hitam pekat.


Terdengar suara pedang yang kembali di masukan kedalam selongsong pedangnya,dan tersenyum lah pria yang berhasil menyayat ayah Chiya, terlihat pula Chiya kaget dan terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Chiya pun perlahan melihat ke arah mayat ayahnya yang tergeletak di tanah tidak bergerak dan Chiya menatap tajam pria yang telah membunuh ayahnya dan terlihatlah seorang pria dengan rambut hitam pekat mata sebelah kanan tertutup rambut memiliki seluruh tubuh manusia namun hanya satu yang membedakan yaitu lengan sebelah kanan terbuat dari jerami kemudian ia mengenalkan dirinya Dengan nama" Aloysius Stroh Ksatria jerami"


Stroh : " Tenang nona engkau sudah aman dan tidak perlu khawatir lagi sebelumnya perkenalkan namaku Aloysius Stroh kau bisa memanggil ku Stroh saja.."


Chiya dengan tatapan tajam dan penuh amarah pun melihat ke arah ksatria jerami tesebut dan berbicara dengan keras sambil menghapus air matanya:


Chiya : "Kenapa.. kenapa kau membunuh ayahku ? Apakah aku memiliki salah kepadamu? apakah ayahku memiliki salah kepadamu ? kenapa kenapaaa dasar lelaki pembunuh!!"


Dengan Cepat Chiya menghampiri pria tersebut dan memukulnya dengan sangat keras namun tidak Terasa sakit bagi seorang Stroh yang sudah terbiasa akan kekerasan dan dengan perlahan Stroh menghela nafas dengan sambil berbicara :


Stroh : "Hei nona cantik... coba kamu perhatikan kembali makhluk Yang kau sebut sebagai ayah mu itu.."


Kemudia Chiya melihatnya kembali dan tiba-tiba ayah Chiya pun berubah menjadi makhluk yang pernah Chiya temui yaitu makhluk yang meninggalkan Chiya ketika bertanya sebelumnya ia adalah Makhluk dengan kepala rusa bersayap dan berbadan manusia dan bersuara layaknya paus sedang mencari pasangan,sang ksatria pun kembali berbicara :


Stroh : "Ya.. lihatlah dia merupakan makhluk yang bisa membaca pikiran kesedihan yang pernah ia temui jadi ketika engkau dilihat dengan tatapannya maka ia sudah bisa membaca penderitaan dirimu, dia bernama Cessair Yang artinya kesedihan dan penderitaan."


Chiya pun masih kaget dan menarik nafasnya kembali kemudian ia pun berani berbicara kepada Ksatria Jerami tersebut :


Chiya : " Terima kasih banyak tuan ksatria maaf... sebelumnya aku sempet memukulmu dan membentak mu ternyata dunia ini tidak seperti apa yang aku bayangkan sebelumnya"


Stroh : " Hahaha... tenang saja nona cantik aku sudah terbiasa terlatih untuk perang karena cita citaku menjadi pasukan kerajaan Mariana Dan sebelumnya apa yang anak gadis lakukan disini ? "


Chiya : "Aku sangat penasaran akan 6 dunia mimpi tuan ksatria, aku ingin berjalan jalan hingga mengembalikan emosi yang telah lama hilang di dalam diriku, dan sekarang aku ingin menemui ratu Mariana yang dikatakan sedang terkena penyakit aku ingin membantunya"


Stroh : " kebetulan sekali aku juga ingin kesana dan sebelum kesana kau akan melewati desaku yaitu desa yang dipenuhi dengan jerami nanti akan ku perkenalkan keluarga keluarga ku"


Kemudian setelah berbincang bincang mereka pun berjalan bersama-sama dan Chiya pun menceritakan dan memperkenalkan dirinya kepada Ksatria tersebut, Chiya dan ksatria berjalan menuju istana dengan jalan yang di kelilingi ladang jagung yang setinggi 5 meter dan kemudian terlihatlah Desa yang seluruhnya terbuat dari jerami Dan tiba-tiba 3 anak yang berpakaian layaknya kaum miskin menghampiri, mereka adik-adik dari Stroh anak ke 2 perempuan cantik dengan rambut jerami sekitar umur 14 tahun dia sudah dewasa, anak ke 3 anak laki-laki dengan setengah mata yang terbuat dari jerami namun tubuh manusia dia sekitar 7 tahun dan anak yang bungsu memiliki seluruh tubuh full jerami sekitar umur 4 tahun.


Kemudian anak anak tersebut memeluk Stroh dan sangat senang akan kepulangan kakanya tersebut Dan kemudian dengan Bangga ksatria bercerita terlihat pula Chiya yang di sebelahnya tersenyum melihat adik adik sang ksatria.


Sesampainya di Rumah Ksatria, terlihatlah rumah yang berbentuk tumpukan jerami memang tidak luas namun sangat nyaman untuk menjadi tempat tinggal, orang orang desa pun menyambut Chiya dan Stroh sangat ramah, Chiya langsung di perkenalkan dengan Ibu dari mereka semua dia merupakan ibu tanpa suami di karenakan ayahnya tewas akan suatu misi, ayah mereka merupakan Prajurit ratu Mariana Karena itulah ambisi seorang Stroh yang ingin mengikuti jejak ayahnya pun tidak bisa terhindarkan.


Ibu mereka full dengan tubuh manusia bahkan terlihat matanya biru laut indah sekali, yaa manusia..."Aku tidak pernah bilang bahwa tidak ada manusia di dunia mimpi, ada cuman makhluk di dunia mimpi bisa membedakan mana manusia mimpi mana manusia nyataa..."


Ibu : " Nak Chiya sebaiknya nak Chiya istirahat disini aja dulu yaa, hari sudah mulai gelap Terlalu berbahaya untuk melanjutkan perjalan,memang tinggal sedikit lagi namun banyak sekali makhluk yang menyeramkan di luar sana"


Chiya : " baik Bu, Chiya akan beristirahat disini maaf sebelumnya jika merepotkan keluarga disini"


Ibu : " Tidak apa apa, Ibu sangat senang kedatangan anak manusia kedalam dunia ini karena ibu baru pertama kali melihatnya... Seingat ibu dulu ada kabar anak manusia juga namun tidak lama menghilang dan tidak pernah kembali kesini"


Chiya :" Chiya pun pernah mendengar dari Fabula Katanya ada anak laki laki yang baru sampai dunia kesedihan dia sudah gagal"


Ibu : " Benar sekali nak Chiya, yasudah nak Chiya Segera Istirahat yaa Besok pagi pagi ibu bangunkan dan Kita sarapan bersama-sama"


Hari semakin Malam Kemudian Chiya langsung tertidur di atas tempat tidur yang terbuat dari jerami tersebut dan terdengar suara perlahan dari perbincangan Stroh dan ibunya :


Ibu : " Kenapa kau membunuh makhluk itu, bukankah itu sangat berbahaya, kau rela melakukan hal tersebut hanya demi melindungi gadis itu ? "


Stroh : " Karena dia sedang Di ganggu dengan makhluk tersebut ibu.. Lagi pula aku ingin menjadi seperti Ayah"


Ibu : "Sudalah hapuskan mimpi mu itu ayah mu sudah tewas, dia sudah mati sejak lama...."


Stroh : " Tapi ayah sangat hebat bisa menjadi prajurit Kerajaan aku ingin menjadi seperti dia apapun yang terjadi"


Ibu : " Cukup Stroh. cukup main main ksatrianya!! kau pun sudah tau ayahmu tewas karena di seranv makhluk yang kau bunuh!, Ibu tidak ingin kehilangan kembali Ibu takut Karena makhluk tersebut memiliki kelompok 5-6 orang kau membunuh berapa ?"


Stroh :" Hanya 1...."


Ibu : " Karena kau sudah terlanjur melakukanya yasudah, Sebaiknya kau istirahat..."


Stroh : ".......Baik Bu"


Chiya pun yang mendengar sontak terkaget apa yang mereka bicarakan karena Chiya tidak ingin merepotkan mereka Chiya segera tidur dan ingin berniat melanjutkan perjalanan besok dengan sendirian..


Dan di lain waktu dan tempat..


Setelah Ksatria dan Chiya pergi meninggalkan jasad Mahkluk tersebut....


Tiba tiba ada langkah kaki yang mendekat dan melihat kearah makhluk yang tewas tersebut dan terlihat memegang lehernya yang sudah tertebas tadi.. Mereka dengan tatapan penuh dendam...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


HALLO KITA LANJUT DI CHAPTER BERIKUTNYA YAA BAGUS BUKAN HIHIHI :)


Ini hanyalah cerita fiksi semata-mata, bukan untuk di tiru,maka ambilah pesan pesan baik baiknya saja yaa.


See you Sobat dunia....