
10 tahun berlalu, Chiya yang sekarang merupakan Chiya yang sudah dewasa, dia sedang mengahadapi sekolah menengah atas, Chiya yang tadinya periang dia sekarang terlihat tanpa emosi.
Hari Senin pukul 7:30 pagi Chiya sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri dengan duduk di ruang tamu, di atas meja terdapat segelas susu dan sepotong roti,Chiya melahap roti itu dengan Terburu buru, takut terlambat pergi ke sekolah Chiya pun langsung pergi berlari secepat angin keluar dari rumah.
Setelah sekitar 15 menit perjalanan Chiya pun sampai di sekolah, dia pun langsung duduk Chiya berada di kelas 11 C, Teman temannya pun menghampiri untuk mengajaknya berbicara, namun emosi Chiya tidak ada sama sekali.
Teman-temannya pun langsung pergi dan membiarkan Chiya duduk sendirian, namun ada beberapa geng kelas yang sangat nakal dia menjahili Chiya tanpa adanya rasa belas kasih, namun ketika di jahili Chiya pun diam saja dan membuat mereka bosan akhirnya pergi begitu saja.
Pukul 15:00 waktu belajar sudah selesai, Chiya pun bergegas memasukan buku buku ke dalam tas, dan besiap untuk pulang, Chiya pulang sendiri dengan menikmati betapa indahnya jalan,angin yang melewati tubuh Chiya dan suara pohon yang menari nari,hanya itu yang membuat Chiya terasa hidup kembali.
Pada saat Chiya ingin pulang tak sengaja ada pembangunan di depan jalannya dan Chiya pun memilih jalan memutar, Chiya pun berkata dalam hati :
"Hufft perasaan tadi pagi tidak ada pembangunan dasar dunia penuh dengan hal hal menyebalkan."
Tak sengaja Chiya menengok kesebelah kanan, namun dia melihat dan merasa teringat masa lalu, yaa... itu adalah toko barang antik Ayah, yang sudah berdebu dan tidak terurus, patung kucing di depan pun terlihat kotor sekali,Untuk mengenang masa lalu Chiya pun bergegas untuk menghampiri dan kebetulan kunci pintu tersebut sama dengan kunci rumah yang Chiya bawa.
Setelah menggeser kunci, Chiya pun memegang gagang pintu dan mendorong ke arah dalam, lalu seperti masa lalu suara lonceng pun masih berbunyi dan debu debu langsung berjatuhan dari atas langit langit yang membuat Chiya batuk sesekali,Chiya pun memegang meja, dengan jari telunjuk untuk mengecek debunya banyak atau tidak.
Dan ya seperti dahulu Chiya melihat buku yang ada di rak atas dengan tatapan tajam dan rasa penuh penasaran Chiya pun mengambil buku itu, namun karena debu yang terlalu banyak Chiya pun langsung terbatuk hingga beberapa kali,tanpa berfikir panjang Chiya memasukkan buku itu ke dalam tasnya.
Setelah sampai di rumahn, Chiya pun langsung kembali ke kamar dia melepas sepatu dan tas di depan pintu kamar, dan buru-buru mengambil buku yang ada di dalam tas Dan membersihkannya dengan tangan karena debu yang sangat banyak pada buku itu setelah bersih langsung terlihat pada sampul tertulis "Lucid Dream Is Everything" Dengan lambang dream cather yang ada di sampul nya Chiya pun membuka buku itu.
Namun sesaat Chiya mengingat 4 bulan lalu,orang tua Chiya pun ingin pergi liburan ke luar kota namun, di tengah perjalanan di belokan jalan yang terbagi 4 terlihat truck yang melaju kencang Padahal lampu sedang merah, ternyata truck tersebut sedang mengalami rem yang rusak , tanpa sempat menghindar truck menghantam bagian samping mobil ayah dan ibu Chiya dengan keras dan terkena beberapa mobil di samping nya.
Setelah kejadian tersebut ayah Chiya meninggal dunia, dan ibu Chiya pun koma di rumah sakit, Chiya pun yang sedang bersantai di pagi hari di kamarnya pun tau kejadian seperti itu dan menangis,menangis dengan sangat kencang bahkan tetangga pada menghampiri dan dia sempat pingsan.
Bibi Mei selaku tentangga Chiya pun menenangkan nya dengan membaringkan Chiya di kasur, dan setelah beberapa menit Chiya langsung lari menuju pemakaman ayah yang sedang berlangsung, bibi Mei pun ikut dengan Chiya,Chiya berlari terus berlari dengan rasa penuh kesedihan Chiya berlari tanpa melihat kebelakang,sesampai di pemakaman Chiya pun langsung tersungkur dan menangis dengan sangat keras sehingga membuat para orang orang di pemakaman merasa sedih.
Setelah sampai di rumah sakit terbaring ibu Chiya yang sudah lemah, namun masih bernafas dan ada kemungkinan untuk sadar kembali namun kata dokter, belum tau pasti dia kapan akan sadar karena di dalam otak ibu Chiya masih mengalami trauma yang sangat dalam.
Kembali ke masa sekarang Chiya yang membuka bukunya kembali melihat halaman pertama tertulis dengan nama "Void dreams" dan di situ di jelaskan bahwa,
"Mimpi bisa saja menjadi kenyataan dan bisa merubah emosi manusia,dan ada beberapa dunia di alam bawah sadar yang bahkan kita bisa memasuki nya dan melihat beberapa makhluk yang ada di dalam dunia mimpi atau bahkan bisa saja masuk ke dalam dunia nyata......."
Dan di halaman berikutnya hanya memperlihatkan makhluk dari beberapa emosi di dalam mimpi.
Dan Chiya segera menutup buku,dan terjatuh lah dream Cather yang ada pada sampul tersebut, karena Chiya tidak terlalu memikirkan dia langsung saja menggantungkan di tempat tidur nyaa.
Karena sudah terlalu lelah sepulang sekolah Chiya langsung saja tertidur,dan berapa saat setelah tertidur Chiya merasakan bahwa dream Cather bergerak dengan penuh getaran dan tubuh Chiya tiba-tiba tidak bisa di gerakan sama sekali namun hanya mata saja yang melihat, dan dia teringat yang tadi sempat melihat tulisan di buku Lucid Dream Is Everything yang tertulis :
"Jika terjadi sleep paralisis/posisi tidak bisa bergerak dalam tidur maka harus tenang, itu merupakan salah satu gerbang mimpi yang menghubungkan antara dunia nyata dan mimpi"
Maka Chiya cepat cepat menarik nafas dan membuang nya dengan perlahan setelah kembali tenang dunia pun terlalu bersinar dan terjadilah.........
--------------------------------------------------------------------------
HALLO KITA LANJUT DI CHAPTER BERIKUTNYA YAA BAGUS BUKAN HIHIHI :)
Ini hanyalah cerita fiksi semata-mata, bukan untuk di tiru,maka ambilah pesan pesan baik baiknya saja yaa.
See you Sobat dunia....