
Ketika pertama kali mendaratkan kaki di tempat ini, Chiya melihat beberapa topeng dengan muka sedih di langit langit atas dan terlihat juga dengan banyaknya air mata yang turun di sebelah kiri dan kanan Chiya namun tidak sampai mengenai tubuh Chiya.
Chiya mulai berjalan mengikuti arah jalan, namun tiba tiba terlihat sebelah kiri dan kanan muncul pohon pohon yang menutupi langit langit dengan sangat cepat, dan tanah tiba tiba-tiba menjadi sangat basah, Dan tiba tiba Chiya terjatuh kedalam lubang yang tidak ia sadari sama sekali.
Chiya tiba tiba terlempar kedalam dengan sangat cepat bahkan terdengar suara tangisan di setiap jalan yang di lewati Chiya selama jatuh, dan pada saat mendarat tiba tiba di bawah sudah ada jamur yang besar dan tubuh Chiya membentur jamur dan memantul dan Chiya langsung berdiri kembali.
Chiya sampai di tempat di mana terlihat semua kesedihan,penderitaan dan kesengasaraan,dia sempat terdiam sesaat karena langit langit pun tampak suram seperti ingin turun hujan namun tidak ada airnya.
Chiya berjalan maju namun sesaat dia melihat sesuatu yang aneh di depan, Makhluk tersebut memiliki kepala rusa namun bersayap dan berbadan manusia dan bersuara layaknya paus sedang mencari pasangan,Chiya memberanikan diri untuk berinteraksi dengan makhluk tersebut :
Chiya :"hallo tuan kesedihan.."
Tanpa ada balasan Makhluk tersebut takut dan langsung pergi dengan terbang, Chiya merasa sedih di abaikan disini dan Chiya kembali melanjutkan perjalanan.
Chiya berjalan menelusuri jalan yang tanahnya saja seperti terisi air dan sekeliling nya terlihat cermin besar yang memperlihatkan penderitaan seseorang di atas dunia ini dan tanpa Chiya sadari ada yang mendekatinya dan berbicara...
Mandragate : "Mereka merupakan beberapa kesedihan di dunia dan tanpa mereka sadari mereka tidak bisa mengendalikan kesedihan tersebut...."
Chiya langsung Terlihat kaget dan melihat kesebelah kanan dan terlihat wanita dengan cantik dengan rambut pirang dan seperti manusia pada umumnya.... Chiya sempat terheran karena ada makhluk yang mirip dengan manusia namun setelah di lihat lagi ternyata kakinya seperti akar pohon hanya saja bagian tubuh atasnya manusia, Chiya memberanikan diri untuk membalas :
Chiya : "Siapa dirimu kenapa kamu ada disini.."
Mandragate : " aku merupakan penghantar pesan dan hanya seorang biasa disini, dan aku sangat kaget setelah melihat seseorang disini.."
Chiya : " Penghantar pesan ? hebatt namun kau mengantarkan pesan untuk siapa?
Mandragate : " untuk sang Ratu kesedihan Marianaa sang kesedihan laut, dan dia sangat sedang tidak baik baik saja karena dia sedang sakit, sedangkan obatnya hanya bisa di ambil di tengah tengah jurang dan hanya di ketahui oleh seseorang di tempat tersebut."
Chiya. : " Tuan laut sedang sakit ? bagaimana kalau aku mengajukan diri untuk membantunya mengambilkan obat untuknya ?."
Chiya : " bagaimana kau tau nama ku sedangkan aku belum memperkenalkan diri sama sekali kepada dirimu ? tapi aku akan mencobanya aku ingin tahu lebih dalam mengenai tempat yang bernama kesedihan ini...."
Mandragate. : " Darimana aku tahu nama mu itu tidak penting buat dirimu , yang terpenting jika kamu penasaran kamu bisa mengikuti jalannya ini, namun setiap jalan menuju tempat ratu Marianaa kau akan melihat beberapa kesedihan di duniaa, dan yang paling tragis kau tidak bisa menolong atau membantunya..."
Chiya : "Baiklah aku siaap, kalau begitu aku akan langsung berjalan mengikuti jalan pay pay tuan anehhh"
Mandragate. : "semoga tuhan melindungi Chiyaa.."
Biar ku jelaskan Mandragate adalah wanita yang periang baik dan suka membantu dia di berkati oleh sang Mariana bisa mengetahui nama seseorang agar dia bisa berkenalan dengan banyak orang disini.
Setelah itu Chiya pun melangkah maju namun tiba tiba jalan pun berubah awan pun gelap dan jalan menjadi hanya lurus di tengah tengah telihat istana yang tidak begitu megah namun terlihat kusam dan tidak terurus dan ketika mau melangkah tiba tiba Chiya melihat sebuah penderitaan di dunia
Begitu banyak hal hal sedih dan Chiya terus berjalan di kelilingi oleh hutan dan hutan tersebut menampilkan beberapa rasa penderitaan, seperti kemiskinan yang terus mengikuti Chiyaa, kesakitan yang di tinggal orang tercintanya, begitu pulaa kematian yang tidak terduga, dan tiba tiba..
Chiya melihat sosok yang mirip sekali ayahnya dia menghampiri dan mengejar nya namun setelah di lihat tiba tiba Chiya di tampar keras dengan ayahnya sendiri dan Chiya pun terheran dan penuh air mata berbicara :
Chiya : "Ayah.. ada apa dengan mu ? kenapa kau menampar ku ? bukan kah kau sayang kepada diriku ?"
ayah : "Kau adalah anak yang buruk!!! tidak berguna menyusahkan diri ayah!!! ayah meninggal karena kesalahan mu.. tidak mengikuti apaa kata-kata ayaah dan kenapa kau berada di dunia ini !!!!! Ayah benci dirimu!!"
Dengan nada tinggi ayah Chiya memarahi Chiya hingga burung berterbangan Chiya pun hanya terdiam dan menangis dengan suara pelan.
dan tiba tiba...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
HALLO KITA LANJUT DI CHAPTER BERIKUTNYA YAA BAGUS BUKAN HIHIHI :)
Ini hanyalah cerita fiksi semata-mata, bukan untuk di tiru,maka ambilah pesan pesan baik baiknya saja yaa.
See you Sobat dunia....