
aku terbangun dari mimpi indah, kucoba tidur lagi agar bisa melanjutkan mimpi indah , namun itu tidak bisa . Mencoba untuk bangun dan melanjutkan hidup ku yang benar benar indah kata orang. pagi ku di awali dengan olahraga karena selama hampir 2 tahun ini aku melewatkanya, menuju taman indah yang sedang ramai aku berlari memutari taman sembari mendengarkan lagu favorit , entah kenapa langit tiba tiba mendung dan langsung turun hujan seketika itu sangat deras, aku hanya bisa berteduh menunggu hujan reda.
Menunggu hampir 1jam itu yang bisa di lakukan sambil aku menghabiskan panjangnya hari ini, melanjutkan hidup itu adalah hal utama .
kini usia aku beranjak 18 tahun, mencoba mencari pekerjaan namun itu hal yang tidak gampang, menunggu interview berminggu minggu dan hasil yang mengecewakan itu membuat aku sedikit lelah untuk hidup.
aku hanya ingin bahagia seperti orang lain yang bahagia dengan hidup nya, mempunyai segalanya dan hidup yang indah.
disisi lain aku harus membeli keperluan hidup
membeli barang keperluan itu harus, ketika aku hendak membayar , dompet ku tidak ada di dalam tas, seketika aku berteriak
"siapa yang berani ambil dompet aku, itu sisa hidup ku untuk kali ini" meneteskan air mata atas kecerobohan yang aku lakukan
sesorang berkata
"tidak udah menangis hanya karena hidupmu telah di ambil oleh anak kecil yang sedang kelaparan, sini biar aku yang bayar semua barang belanjaan kamu"
aku mendengar kan ucapanya tetapi aku tidak mengerti, lama berpikir akhirnya aku mengerti yang dia maksud.
"Terima kasih kamu telah membantu membayar ini, aku akan ganti semua ini tolong tinggalkan nomor HP dan rekening kamu, aku akan membayar secepat mungkin tidak akan lama tenang saja"bicara ku cukup formal
dia hanya ketawa mendengar ucapan aku yang panjang , dan dia langsung pergi begitu saja dan berkata
"ketika kita bertemu lagi, entah itu kapan kamu baru bisa membayar apa yang telah aku berikan "
aku hanya bisa berteriak dan mengucapkan terimakasih karena dia berjalan menjauh dari pusat belanja ini.
kenapa hidup aku harus seperti ini, malu rasanya pergi belanja di bayar orang yang tidak di kenal, tapi kenapa dia manis sekali bahkan aku tidak berani menatap nya lama saat itu, aku langsung tampar pipiku
"kita pasti beda dunia, jangan berhayalan jauh ilene "
cukup dengan ocehan dalam hatiku, mungkin otak ku sudah panas seketika itu juga. berjalan menuju rumah itu adalah hal yang tidak di inginkan, karena datang kerumah yang sepi itu membuat suasana hati semakin buruk, aku selalu berkata 'kenapa orang lain tinggal dengan keluarga , tetapi aku malah di tinggal sendiri' di tinggal sendiri di rumah karena orangtua yang sedang dinas keluar kota, mereka selalu bilang 'jangan sedih kami keluar kota mencari uang untuk kamu'
dibalik omongan mereka, aku selalu menentang mereka untuk tidak mengirimkan uang kepada ku, aku hanya butuh mereka tidak butuh uang, mungkin itu kata kata anak kecil umur 18 yang belum tahu pahitnya hidup tanpa uang itu seperti apa!
aku telah menghabiskan hari minggu ini dengan kekacauan yang di buat oleh aku sendiri, entah itu ceroboh atau memalukan diri sendiri. tidur di jam awal itu mungkin akan membuat hari ini cepat berlalu, dan menunggu esok segera tiba dan melihat apa yang akan aku lakukan di hari esok yang tidak di nanti ;)