
Pagi harinya, Dikamar yang bernuansa serba navi itu kedua insan masih tertidur,
mata Neva mengerjap saat silaunya mentari menerpa wajah cantiknya.
"Dimana ini?" ucap Neva saat ia terbangun di tempat yang dirasa asing.
"Oh iya, ini dikamar David" imbuh neva saat ia ingat bahwa ia menginap di rumah mertuanya.
ia segera beranjak dari tempat tidurnya,
Namun gerakannya terhenti tatkala ada lengan kekar yang memeluk pinggangnya.
Ya David memeluknya, Neva menatap lekat wajah David yang tertidur,
tangannya perlahan melayang menyentuh pipi David dengan lembut.
"Andai kamu terus memelukku seperti ini, pasti akan menyenangkan" lirih Neva sambil tersenyum
Namun senyum di wajahnya seketika sirna dan berubah murung saat mengingat sikap David.
Ia menghela nafas sesaat, perlahan ia melepaskan tangan David dari pinggangnya dan ia segera turun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi.
Setelah membersihkan diri Neva segera keluar dari kamar.
Setelah Neva keluar dari kamar mata David tiba-tiba terbuka, sebenarnya David sudah bangun dari tadi tetapi memilih berpura-pura tidur.
David juga mendengar apa yang dikatakan Neva.
Entah apa yang mendorong David seperti itu, Tapi yang jelas David ingin memeluk Neva.
David segera membersihkan diri dan segera keluar dari kamar.
saat menuju meja makan, David diam-diam memperhatikan Neva yang sedang memasak di dapur.
David akui di usia yang masih muda, Neva memang pandai memasak dan tidak menjadikan dapur tempat yang menyeramkan.
Mungkin itu juga yang membuat mama Jessica sangat menyukainya.
Sesekali Neva terlihat bercanda dengan mama Jessica, mereka terlihat begitu akrab,
itu juga tidak luput dari perhatian David.
Tanpa sadar bibir David melengkung ke atas, David tersenyum tipis melihat pemandangan yang menurutnya begitu indah.
"Jangan dilihat terus" Ucap papa Ferry menepuk pundak David
Sontak David terlonjak kaget " Siapa juga yang ngeliatin" ucap David mengelak.
papa Ferry hanya menanggapi dengan senyuman.
"David kapan kau dan Neva berbulan madu?" tanya mama Jessica tiba-tiba
Neva tersedak makanannya saat mendengar pertanyaan mama Jessica.
"Neva pelan-pelan makannya sayang" ucap mama Jessica sambil memberikan air minum.
sejenak Neva dan David beradu pandang. lalu David segera mengalihkan pandangannya
"Aku tidak tau ma, Aku masih sibuk dengan pekerjaan" Jawab David
"Jangan memikirkan pekerjaan terus, bukankah kau dan Neva belum berbulan madu" ucap mama Jessica
"dari dulu kau selalu menundanya, mama juga ingin cepat punya cucu" imbuhnya sedih
David menghela nafas, Ia tidak tega jika melihat mamanya sedih.
"Baiklah mungkin bulan depan ma, saat ini aku sedang menangani proyek besar yang tidak bisa aku tinggalkan" jawab David
"Ya terserah kau saja" ucap mama Jessica
Setelah sarapan David dan Neva berpamitan untuk pulang karena David akan bekerja
"Neva pulang dulu ma" ucap Neva memeluk mama Jessica
"Iya sering-sering main ke sini" jawab mama Jessica
"Hati-hati dijalan sayang" ucap mama Jessica saat mobil David meninggalkan pelataran rumah.
Di dalam mobil David hanya diam, begitupun Neva hanya melihat pemandangan di sisi jalan dari kaca jendela mobil.
saat sedang melajukan mobilnya tiba-tiba
CKIIIIITTTTT
"David ada apa?" tanya Neva
David hampir saja menabrak seseorang untung saja ia cepat menginjak rem, terlihat seorang wanita yang ketakutan berada di depan mobilnya.
David segera keluar dari dalam mobil dan menghampiri wanita itu.
"kau tidak apa-apa nona?" tanya David
"Aku tidak apa-apa" jawab wanita itu
Saat Wanita itu mendongakan wajah untuk melihat David keduanya begitu terkejut
"Carissa" ucap David lirih.