Love Me My Husband

Love Me My Husband
Menginap di rumah Mama



Siang itu matahari begitu terik tapi tak mengurungkan niat David pergi ke rumah mamanya, setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, mereka sampai di depan rumah minimalis bercat putih.


Rumah itu lebih besar dari rumah yang Neva dan David tinggali.


Setelah memarkir mobil, mereka segera turun dan masuk ke dalam rumah.


terlihat mama Jessica dan papa Ferry sedang duduk di taman belakang rumah sambil minum teh.


"Mama papa?" panggil David


sontak orang tua David menengok ke belakang.


" David, kapan kau datang?" tanya mama Jessica


"Aku datang barusan" jawab David


"Mama papa apa kabar?" tanya Neva


"Mama baik" jawab mama Jessica sambil tersenyum.


" Dan keadaan papa jauh lebih baik dibandingkan waktu itu" imbuh mama Jessica


Ya papa Ferry dulu mengalami serangan jantung saat mendengar perusahaannya akan bangkrut, Dan Davidlah yang mengambil alih perusahaan saat papanya terbaring dirumah sakit, David bekerja keras dan melakukan segala upaya agar perusahaan keluarganya tidak mengalami kebangkrutan,


Termasuk menikahi Neva walaupun sebenarnya ia enggan.


" Ada yang ingin aku bicarakan dengan papa" ucap David


"Apa itu?" tanya papa Ferry


"Aku tidak bisa mengatakannya disini, ini mengenai perusahaan" ucap David


"Baiklah kita ke ruang kerja papa" ajak papa Ferry


Kini hanya tinggal Neva dan Mama Jessica ditaman belakang.


"Apa kamu sudah hamil?" tanya mama Jessica


"Belum ma" jawab Neva menunduk sedih


"Jangankan hamil bahkan David belum menyentuhku sama sekali" batin Neva


Mama Jessica yang melihat raut wajah Neva seketika mengerti


" Tak apa, jangan bersedih kalian masih muda.


nikmati masa- masa berdua dulu" ujar mama Jessica menenangkan.


Neva hanya tersenyum simpul, mereka mengobrol kesana kemari hingga tak terasa waktu sudah sore.


Neva membantu mama Jessica menyiapkan makam malam.


Malam harinya hujan begitu deras petir menyambar-nyambar


"Apa kau jadi pulang David hujan begitu deras, mama takut ada apa-apa di jalan" ucap mama Jessica khawatir saat mereka selesai makan malam.


"tapi- "ucap David


"sudahlah tidak ada tapi-tapian diluar hujan deras mama takut terjadi apa-apa" ucap mama Jessica


Setelah mempertimbangkannya akhirnya David memutuskan menginap karena hujan begitu deras.


"Neva tidurlah dikamar David" ucap mama Jessica


Mau tak mau Neva tidur di kamar David.


Untuk pertama kalinya Neva masuk ke kamar David, walaupun dirumah orangtuanya.


Neva memperhatikan isi kamar David sudut demi sudut sampai perhatiannya tertuju pada sebuah foto, Yah foto David bersama seorang wanita yang ia ketahui sebagai teman masa kecil yang juga wanita yang David cintai.


Tiba-tiba dada Neva terasa sesak melihat foto itu bagai ada pisau kecil yang menyayat hatinya.


Neva melihat nanar foto itu tak terasa butiran bening terjatuh membasahi pipinya, bahkan David tak ingin memajang foto pernikahan mereka di rumahnya.


Neva teringat dulu saat akan memajang foto pernikahan mereka di rumah, David marah dan melemparkan foto itu, bingkai indah yang semula menghiasi foto jadi hancur berkeping-keping.


Mata Neva terpejam sesaat merasakan pedihnya


"Apa kau sebegitu mencintainya David" lirih Neva


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka Neva segera menghapus air matanya seolah tidak terjadi apa-apa, ia membalikan badan dan melihat David masuk.


"Kau belum tidur?" tanya David


David melihat mata Neva memerah seperti sehabis menangis, lalu perhatiannya tertuju pada sebuah foto di dekat Neva, sekarang ia tahu penyebabnya. David sejak awal memang tahu kalau Neva mencintainya.


"Aku belum mengantuk" jawab Neva sambil tersenyum


"Ini sudah malam tidurlah" ucap David sambil duduk dipinggir ranjang


Neva hanya mengangguk dan berjalan menuju sofa di kamar itu.


"Kau mau kemana?" tanya David tiba-tiba


"Aku mau tidur di sofa" jawab Neva


"Tidurlah disini" ucap David sambil menepuk kasur disisinya


"T tapi-"


"Tapi apa, aku tidak ingin orangtuaku tahu kalau kita tidur terpisah" ucap David


Neva tersenyum miris ia pikir David mulai perhatian padanya tapi ternyata semata-mata karena orang tuanya, ia berjalan lalu merebahkan diri di samping David.


Tubuh mereka membelakangi satu sama lain.


"Aku tau kamu mencintaiku Neva, tapi entah mengapa aku belum bisa membalasnya, maafkan aku" batin David segerra ia memejamkan matanya