Love Me My Husband

Love Me My Husband
Apa kau Bahagia



Tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan Neva bersiap-siap berangkat kerja.


Ia mengenakan rok dan blazer putih rambut panjangnya di ikat ke atas di tambah heels tinggi yang dikenakannya membuat penampilan nya elegan.


Setelah siap ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sekitar 30 menit ia sampai di gedung pencakar langit bertuliskan Alysson group,


Neva memang bekerja di perusahaan keluarganya.


Ia segera masuk ke dalam ruangannya,


Saat sedang bekerja tiba-tiba suara pintu diketuk


TOK TOK TOK


"Masuk" ucap Neva


Tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer


"Apa kau sedang sibuk" tanya pria yang sudah paruh baya itu


"Ayah" ucap Neva


"Kenapa kemari, kenapa tidak memanggilku saja" imbuh Neva


"Tidak apa-apa, ayah hanya ingin memastikan kau baik-baik saja" ucap Zedden ayah Neva


"Aku baik-baik saja, ayah tidak usah khawatir" ucap Neva sambil tersenyum


"Apa kau bahagia?" tanya ayah zedden tiba-tiba


Senyuman Neva seketika pudar, ayah zedden yang melihat reaksi Neva menghela nafas, dari awal ia memang tahu kalau Neva memaksakan cintanya pada David, ia juga tahu David mencintai wanita lain


"Jika kau tidak bahagia jangan memaksa, ayah selalu ada untukmu.


kau mengerti maksudku" imbuh ayah zedden


"Ya aku mengerti, aku hanya perlu berjuang sedikit lagi ayah, aku baik-baik saja" ucap Neva sambil tersenyum meyakinkan ayahnya


"Ayah hanya ingin kau bahagia, jika kau merasa tidak kuat, kembalilah" ucap ayah zedden


Neva hanya mengangguk sambil tersenyum.


Setelah ayahnya pergi senyum Neva memudar ia teringat kata-kata ayahnya


"Apa aku harus berhenti, tapi aku sudah sejauh ini, tidak aku tidak boleh menyerah" batin Neva meyakinkan dirinya sendiri


Senja mulai datang dan matahari mulai kembali ke tempat peraduannya


Neva yang masih dikantor bersiap-siap pulang.


Setelah selesai mandi ia segera memasak untuk makan malam mereka berdua, tidak ada yang membantunya karena bi Inah sudah pulang karena memang ia tidak menginap disana.


Setelah selesai memasak dan menatanya, seperti kebiasaan baru Neva semenjak tinggal di rumah ini ia duduk di Ruang tamu melamun sambil menunggu David pulang.


"Andai aku mempunyai anak mungkin aku tidak akan kesepian" batin Neva


Segera Neva tepis jauh jauh pikiran itu, jangankan anak bahkan David belum menyentuhnya sama sekali itu membuat Neva kembali bersedih.


Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar tertutup,


Neva segera menoleh ke belakang, dilihatnya David sudah memakai kaos santai rambutnya basah seperti sehabis mandi.


Neva menghampirinya


"Kapan kau pulang, kenapa aku tidak tahu" ucap Neva


"Aku pulang dari tadi kau saja yang terus melamun, hingga tidak sadar aku datang" jawab David


"Benarkah" ucap Neva malu


"Sudahlah aku lapar ayo makan" ujar David sambil berjalan menuju meja makan.


Mereka makan dalam diam hanya ada suara dentingan sendok dan piring yang beradu.


Setelah selesai makan Neva mencuci piring dan gelas kotor, tanpa disadari neva David yang sedang duduk di meja makan memperhatikannya dengan tatapan sulit diartikan.


setelah membereskan semuanya Neva segera menuju kamarnya yang ada di lantai atas.


saat baru beberapa menaiki anak tangga, tangan David menarik pergelangan tangannya sedikit keras sehingga membuatnya terkejut dan hampir jatuh.


Untung saja ada David yang menahan tubuhnya hingga Neva tidak jatuh, Mata mereka bertemu pandang untuk beberapa detik, cepat cepat David mengalihkan pandangannya.


"Maaf" ucap David


"Tak apa" jawab Neva


"Besok siang aku akan menjemputmu, kita akan pergi ke rumah Mama." ujar David


"Baiklah" jawab Neva


Setelah mengatakan itu David berlalu pergi ke kamarnya. Dikamar Neva yang mengingat kejadian tadi hanya senyum senyum sendiri.


tapi perlahan senyumnya menghilang saat teringat sikap David.


" Sampai kapan kau terus bersikap dingin padaku " lirih Neva


jangan lupa like dan komen 😊