LOVE GAME

LOVE GAME
TWO




⚫⚫⚫


3 bulan kemudian.


Di sore hari nan cerah, gadis manis yang mengenakan hot pants hitam dipadu kaos putih kebesaran duduk santai di teras rumah. Jari tangannya sibuk memoles kutek pada kuku kaki.


Di sampingnya terdapat ponsel yang tengah memperdengarkan musik. Dia asik sendiri tak menyadari seseorang tiba bergabung, duduk asal hingga saling bersinggungan. Kuas kutek melenceng. "Holly shit! see? kamu merusaknya."


"Ups, sorry eonni. Hehhe." Nayeon menampilkan senyum tupai nya begitu lebar. Sementara yang jadi korban hanya bisa mengumpat tertahan.


"Kappa-Mate, mau mencoba?"


Bola mata Suzy bergulir sedikit, bibirnya tersenyum melengkung ke bawah. "Mainan anak SMP, cih." dia mencibir apa yang Nayeon pamerkan.


"Eonniyaa, cobalah. Aku harus dapat konsumen paling tidak satu hari ini. Lagian ini mudah kok, kamu tinggal login terus mencocokkan jawaban pada pertanyaan otomatisnya dan berinteraksi dengan pengguna lain. Itu saja, siapa tahu eonni bertemu seseorang yang menarik."


Tawa Suzy terdengar nyaring, ia beralih mengaplikasikan remover pada kutek yang berantakan, "Singkatnya saja, aku tidak mengerti Nay." tahu benar ada udang di sebalik bakwan.


"Tugas kuliah, eonni harus jadi member pertamaku. Mm, ini sejenis aplikasi pencari jodoh gitu."


"It's kinda weird, mana aku mau lihat!" kutek nya sudah rapi dan tinggal menunggu kering, Suzy beralih memeriksa apa yang Nayeon sodorkan.


"Eonni, please bergabung yah. Jika aku berhasil menjadi salah 1 dari 5 petugas tercepat mendapat member, maka Dosen dan panitia memberi reward liburan gratis nanti."


Melihat manik Nayeon memelas rasanya Suzy geli dan luluh sendiri. Sudah hampir 8 tahun mereka tinggal bersama. Apartemen yang Suzy diami ialah milik orang tua Nayeon yang sibuk bekerja di luar negeri. Suzy dipercaya membantu menjaga adik sepupunya tersebut. Orang tua Suzy sendiri sudah tidak ada hingga Ibu Nayeon, Bibi nya lah yang mengambil alih hak asuh. Keduanya merupakan sepupu yang merangkap sahabat dekat.


"Kalau aku bersedia, memangnya kamu akan memberiku apa hm?


Terlihat Nayeon berpikir sebentar, "Okay, aku akan mengijinkan eonni memelihara seekor pet nanti. How?


Mata Suzy berbinar cerah, sudah sedari lama ia ingin memiliki pet. Berhubung ia hanya menumpang di kediaman Nayeon maka diurungkan nya niat tersebut. Nayeon tidak suka binatang dan tawaran barusan sukses membuat nya mengangguk. Detik itu juga Nayeon memasang aplikasi Kappa-Mate tersebut di ponsel Suzy, tak lupa pula ia mengajarkan cara bermainnya.


Kappa-Mate, jenis aplikasi pencari jodoh yang baru diluncurkan. Kelas Nayeon mendapat tugas dari Dosen juga pihak pemilik aplikasi tersebut yang bekerja sama dengan Universitas bidang komunikasi. Selepas kelulusan, Nayeon melanjutkan kuliah sementara Suzy memilih bekerja part time dimana saja ia suka. Meski orang tua Nayeon menawarkan pembiayaan kuliah, tetap saja Suzy tahu diri tidak ingin membebani lebih.


•••


Myeongdong territory.


Kediaman Kim Taehyung yang megah, seisi rumahnya menampilkan banyak karya seni potret terpajang rapi di tiap dinding bangunan. Terlihat beberapa lemari kaca besar di isi ragam miniatur tokoh game superhero yang menjadi ornamen lain penghias ruangan. Dua hobi Taehyung yang tidak terpisah, Fotografi dan game.


Bujang tampan tersebut sibuk bermain di depan layar monitor besar bersama kawan yang merangkap asisten nya bekerja, Kim Mingyu.


Remah sisa banyak snack terlihat berhamburan di atas karpet. Mereka tengah bermain game jenis terbaru yang Taehyung rancang dan sudah diluncurkan ke publik. Padahal cukup seru namun sayang untuk kali ini tidak terlalu sukses di pasaran.


Keduanya begitu fokus saling mengalahkan hingga bantal dari atas sofa melayang menimpa stick yang dipegang Mingyu. Ia menjerit kalah di detik terakhir sementara Taehyung memekik senang.


Itu Bambam pelakunya, ia datang seperti hantu tanpa menimbulkan suara. Duduk tanpa permisi di atas sofa kemudian.


"Hais, kamu membuatku kalah!" Mingyu menggerutu. Ia harus membersihkan hunian ini seminggu ke depan sesuai janji taruhan nya bersama Taehyung satu jam lalu.


Taehyung terkekeh, berdiri kemudian meraih kotak rokok di atas meja kaca. Mengeluarkan sebilah lalu menyalakan pemantik. Bara api seketika melahap ujung rokok. Taehyung menghisapnya dalam, matanya menyipit menatap Bambam.


"Kamu kemari setelah lama menghilang. Apa uangmu sudah habis lagi?" dihembuskan nya asap rokok tepat di wajah Bambam.


"Belum kok," ia terbatuk-batuk, meskipun Bambam nakal ia bukan tipe perokok atau peminum. Fisiknya tidak tahan, remaja yang masih duduk di bangku SHS akhir tersebut di pungut Taehyung usai kabur dari rumah.


"Hyung, aku tahu kenapa game keluaran terbarumu kurang menarik pasar. Lihat, kappa mate! teman-teman di kelasku sedang heboh aplikasi baru ini. Katanya seru dan menyenangkan."


Sedikit menyita atensi, di apitnya bilah rokok tersebut pada sudut bibir. "Apa ini? mainan pencari jodoh. Menggelikan!" ponsel Bambam segera dikembalikan nya lagi.


"Jangan salah hyung, peminatnya banyak. Menempati rating bintang lima di playstore. Satu sekolah ku sekarang sedang gandrung ini tau."


Mingyu tertarik mendekat, di tangannya terdapat sebungkus keripik yang baru saja dibuka. Ia melahapnya rakus membuat Bambam menelan air liur menunggu ditawari, sayangnya Mingyu tak peka.


"Adik perempuanku juga sibuk bermain itu sampai-sampai Ibu memarahinya lupa waktu. Mungkin magic nya bagus. Aku tidak tahu kalau remaja lelaki juga butuh aplikasi begitu." jelas Mingyu masih sambil mengunyah keripik seorang diri.


"Mau bergabung Tae? bagus untuk referensi. Sekalian saja kamu hack pola mereka. Akan lebih baik pasar remaja lelaki kita kembali ke jalan yang benar." sambung Mingyu lagi.


Tersenyum dengan sudut bibir tertarik miring, Taehyung terlihat tampan sekali serupa anime dalam komik yang sering jadi tokoh utama. Jenis senyum yang membuat rahang wanita sulit mengatup.


"Kim Mingyu, ternyata otakmu sepicik wajahmu juga."


Taehyung beranjak sambil menepuk bahunya, Mingyu tersenyum puas jika mendapat pujian dari atasan sekaligus kawan nya tersebut. Menyisakan Bambam yang mengecap sendiri berharap Mingyu peka.


"Kamu kenapa?"


"Kau tidak menawariku itu?" tunjuk Bambam pada makanan di tangan Mingyu.


Bungkus snack tersebut diremas Bambam, "Yyak! kau memberiku sisa bungkusnya saja ini."


Jari Mingyu naik ke atas sambil berjalan, mengacung untuk respon umpatan Bambam dalam bahasa Thailand yang super berbelit dan panjang. Mingyu terkekeh lama di buatnya.


•••


16.00 kst,


Taehyung baru keluar dari kamar mandi, harum tubuhnya yang maskulin memenuhi ruangan kamar. Masih dengan handuk mengait di pinggang juga rambut yang basah, ia mendekati meja. Ponselnya berkelip, notifikasi dari e-mail sejak 20 menit yang lalu belum terbaca.


Login Success.


Ia menggigit bibir bawah, menyenderkan sebagian tubuh pada meja. Taehyung menunda acara berganti pakaian untuk sejenak memeriksa aplikasi Kappa-Mate yang ia unduh. Terlihat berpikir ingin menggunakan username apa.


SirV, Taehyung memilih nama akun itu. Sedikit memberi keterangan di bio yang menarik juga ava doll yang ia pilih terbilang unik. Ava jenis alien botak dengan warna wajah biru juga manik besar hitam pekat. Di tambah dua telinga memanjang serupa antena mata pada siput. Taehyung terkekeh, ia memang suka yang unik dan tak lazim.


Sementara di tempat lain, Suzy masih sibuk menghias ava miliknya. Nayeon di samping menggerutu tak setuju. Dominan orang akan memilih ava bagus serupa barbie/princess/anime yang cantik tapi Suzy malah memakai ava alien berwarna merah muda, lengkap dengan rambut ungu juga antena di kepalanya serupa siput.


"Iuwh, itu jelek sekali. Eonni akan lambat mendapat pasangan nanti."


"Siapa yang mencari pasangan? aku kan hanya bersenang-senang." bela Suzy atas ava pilihannya yang dicibir Nayeon. Ia memberinya nama missA.


Nayeon bangkit dari posisi rebahan mereka. "Aku akan pergi nanti malam. Eonni di rumah saja ya, bersenang-senang lah dengan mainan baru itu."


Usai pertemuan tak sengaja Taehyung dan Suzy 3 bulan lalu di acara pernikahan yang sama, mereka berpisah. Tidak berniat menjalin ketertarikan. Taehyung benar mengantarnya ke rumah sakit, menunggui Suzy yang tengah di gips bahkan membayarkan biaya administrasi rumah sakit. Namun balasannya malah Suzy kabur ketika Taehyung lengah. Hanya meninggalkan secarik kertas ucapan terima kasih di atas ranjang bekasnya dirawat.


Taehyung sendiri tak ingin ambil pusing. Tidak ada niatan mencari atau lainnya. Benar-benar menganggap tempo hari kebetulan yang kini kembali lagi di titik benang merah unik untuk saling terikat.


20.00 kst.


Akun milik Suzy mendapat saran mate, dari hasil bio juga berbagai pertanyaan yang saling berkecocokan. Aplikasi tersebut menjodohkan ava miliknya dengan ava milik Taehyung.


Dear member missA, you have a mate's advice ; SirV, lets talk to him⤵


Suzy penasaran, tertarik lalu menyetujui saran tersebut hingga kini mereka di ruang chat yang terhubung.


Sama seperti milik Suzy, ponsel Taehyung mendapat notifikasi.


Dear member sirV, you have a mate's advice ; missA, lets talk to her⤵


Taehyung tersenyum geli, biasanya ia lebih suka memainkan sesuatu yang bergerak cepat menuntut fokus kinerja otak. Kali ini ia harus bermain feeling. Sebagai lelaki, ia menyapa lebih dulu.


SirV ; "Hi."


missA ; "Mm".


Taehyung mengerut, mulai mencoba melanjutkan namun langsung pada inti.


SirV ; "How about you?"


missA ; "Pretty, young and powerful. Jangan teruskan jika kamu bukan orang yang spesial."


Taehyung terkekeh kali ini. Pasangan mate yang disarankan untuknya terasa congkak. Ia tak mau bertemu jenis cabe-cabean yang hanya songong di gaya namun aslinya underlevel. Diperiksa nya ulang data ava milik mate tersebut. Sedikit senyum tertarik di bibir. Jenis ava yang mereka pilih serupa. Sepasang alien? membuatnya tertarik ingin melanjutkan.


Menu pasta yang baru saja masak dan Taehyung sajikan di atas meja tak jadi tersentuh. Kembali penasaran pada mate-nya usai sebuah pesan muncul kemudian.


missA ; "U?"


Terlihat menimbang sebelum membalas, Taehyung ingin tahu seperti apa teman maya nya saat ini.


SirV ; "Beast, crazy and ???"


missA ; "what's that mean (???)"


SirV ; "I'm spesyal + and + and +"


Suzy terbahak, ini sangat menarik dan berakhirlah mereka berdua chatting sepanjang malam membicarakan hal ringan yang mengundang tawa.


Kegiatan tersebut berlanjut hingga 1 bulan tak terasa kemudian. Rasanya menyenangkan punya teman maya untuk bercerita. Sosok asing dan misterius yang jadi tempat berbagi sedikit keluh kesah kejadian. Ada rasa penasaran yang menggebu, tidak setiap hari namun cukup terbilang rajin bertukar kabar apabila waktu senggang.


Sampai tibalah kesepakatan bersama, Let's meet. Mereka memilih waktu luang dan tempat yang sudah disetujui. Belum bisa meraba akan seperti apa akhirnya namun untuk saat ini, baik Taehyung maupun Suzy amat tertarik pada sosok masing-masing dalam dunia maya walau belum pernah bertatap muka. Tunggu saja nanti sampai keduanya saling tahu sesama.


⚫TBC⚫