LOVE GAME

LOVE GAME
TEN




⚫⚫⚫


Ponsel di atas nakas terus bergetar, chat di grup rupanya tengah ramai. Meski demikian, gadis yang berusia 24 tahun tersebut masih enggan memeriksa nya. Berprofesi sebagai Disjoki yang aktif di malam hari membuatnya serupa kelelawar. Malam untuk beraktifitas dan siang hari untuk tidur.


Masih pukul 09.00 pagi, tadi malam ia sudah bergadang. Meski jadwal kerjanya hanya 3 kali dalam seminggu, tetap saja hobi tidurnya tak boleh terganggu.


Keningnya mengernyit, seseorang tengah mengacak-acak isi kamar. Matanya terbuka sebelah usai menangkap bunyi berisik mengusik indra pendengar.


"Mck, apa yang kamu cari Im Nayeon?" suara serak khas bangun tidur bertanya.


"Eoh, eonni sudah bangun. Dimana gaun biru yang kamu beli 3 bulan lalu? aku ingin meminjamnya. Eonni juga tak menginginkan nya bukan?"


Ia menguap, meregangkan tubuh lalu beranjak duduk menyender di bahu ranjang. Tangannya menunjuk pada bagian atas almari, tepat tergeletak nya sebuah paper bag yang masih utuh. "Itu, memangnya kamu mau pakai kemana?"


"Pernikahan temanku." Nayeon menurunkan paper bag tersebut. Sumringah mengeluarkan isinya lalu mempaskan di badan. "Aku pakai yang ini ya?"


Suzy mengangguk tanpa tenaga, gaun tersebut dibelikan oleh mantan kekasihnya yang entah nomor ke sekian berapa, ia lupa. Kembali melanjutkan tidurnya hingga waktu tengah hari tiba.


14.00 kst-


Jam sarapan gadis itu sudah melebur bersama waktu makan siang, duduk di meja dapur dengan rambut masih basah ia menikmati semangkuk sereal. Jemari lentiknya cekatan melihat galeri hasil beberapa foto saat bekerja.


Sebuah chat masuk;


Jiyeon ; "Zy, besok ke acara married-nya Jenni bareng ya?"


Kening Suzy mengernyit, dunia baru yang di gelutinya sebagai disjoki membuatnya tak tahu lagi kabar teman se-alumni.


Suzy ; "Ah, aku belum dapat undangannya. Memang Jenni married sama siapa?"


Jiyeon ; "Seriously, kau tak tahu?"


Jemari Suzy beralih pada aplikasi lain, instagram yang jarang ia kunjungi. Mencari akun milik Jenni yang kini tengah menampilkan sebuah invitation wedding; Jenni & Jongin. Mata bulat Suzy membelalak, tidak mungkin yakinnya. Ada banyak nama Jongin di Korea. Ia bersikeras bahwa itu hanyalah kebetulan.


Ia beralih pada chat Jiyeon ingin bertanya memastikan. Namun, belum selesai taping yang tengah Suzy ketik balasan selanjutnya dari Jiyeon sudah lebih dulu masuk. Menampilkan undangan elektrik dengan warna merah muda sebagai dasar.


Tertulis besar di sana yang berbahagia;


Kim Jenni & Kim Jongin Kai.


Sereal yang dikunyah tersedak, Kai! Itu benar Kai. Satu-satunya mantan kekasih yang belum bisa membuatnya Move on. Satu-satunya dari 20 lebih mantan kekasih Suzy yang membuatnya menangis sebulan lebih ketika Kai yang memutuskan nya lebih dulu.


Meski sudah lewat 6 tahun, kenangan semasa SHS bersama Kai kini kembali menari dalam kepala Suzy. Segala hal manis masih terpatri lekat dalam ingatan. Dan sekarang Kai akan menikah. Hati Suzy serasa tercubit, jika mempelai wanitanya tak ia kenal mungkin akan lebih nyaman.


Tapi ini Jenni. Kim Jenni yang notabene-nya sahabat Nayeon, sepupu Suzy. Gadis yang hanya terpaut satu tahun dari usianya. Tentu saja Suzy dan Jenni juga saling mengenal dan dekat.


Tombol hati terpencet tak di sengaja, which mean ; Suzy's skill about stalking so weak. Ia nyaring menjerit sesal usai menekan icont love pada update terakhir di Instagram milik Jenni.


Seketika itu juga sebuah direct message muncul. Rupanya Jenni tengah online. "Eonni, datang ya besok. Ajak teman yang lain juga." tulisnya.


Tawa Suzy meringis, Jenni mengundang dengan menyertakan emoticon smile. Ada rasa perih yang tidak bisa di mengerti. Ah, pantas saja Nayeon tak mengajak Suzy. Padahal seingat Suzy hampir semua teman Nayeon ia kenali.


•••


6 Tahun lalu, SHS-Hanlym.


Kai, Taemin, Taehyung dan Jimin ialah most wanted school. Sekelompok pemuda yang tergabung dalam club fotografer tersebut begitu di elu-elukan, tampan dan mempesona. Kai yang ramah juga menyenangkan. Jenis pria flamboyan dan mudah menawan hati, pun Suzy yang saat itu berstatus pelajar baru. Ia menjadi bahan perbincangan ketika diminta Taemin menjadi modelnya untuk perlombaan mading. Lalu Kai lebih dulu mencuri start melancarkan pendekatan.


Heboh sekali usai kabar mereka berkencan. Jenis rajutan kisah yang manis dan luar biasa membuat banyak pasang mata iri. Keduanya di mabuk asmara meninggalkan banyak kenangan untuk si gadis yang pertama kali benar-benar merasakan apa itu cinta. Kai dan segala perlakuannya yang melenakan.


Sedangkan Jenni ialah adik kelas semasa SHS, ia menaruh hati pada seorang Kim Taehyung. Bertetangga sedari kecil membuat nya begitu mengidamkan pemuda itu. Ia menolak siapapun hanya untuk Taehyung yang sayangnya tak kunjung menatap Jenni lebih dari seorang teman.


Usai kelulusan sekolah banyak yang hilang kontak. Hubungan mereka kandas lantaran Kai memilih melanjutkan pendidikan di luar negeri dan berdalih kesulitan jika menjalin LDR. Kai hanya berjanji pabila jodoh pasti akan bertemu lagi.


Terluka dan kecewa, Suzy berusaha melanjutkan hidup tanpa air mata meski diam-diam masih berharap Kai akan kembali padanya.


Lalu hari ini, setelah 6 tahun secara mengejutkan ia mendapat kabar bahwa Jenni akan menikah dengan Kai. How? bukankah Jenni dulu begitu mencintai Taehyung? sahabat dari Kai. Ah, Suzy tidak sadar. Di saat semua orang sudah berganti kisah mungkin hanya ia yang terperangkap dalam kenangan masa lalu.


•••


Gaun putih berbahan satin dengan banyak manik berkilau di bagian lehernya sengaja Suzy kenakan. Ia tampil dengan polesan make up luar biasa cantik, berdandan mencuri perhatian guna bersaing dengan mempelai wanita. Padahal ia tentu tahu adat di Korea yang mana tamu undangan terlarang memakai gaun putih namun Suzy malah sengaja memakainya.


"Eonni, apa ku kembalikan saja gaun biru mu ya? kamu tak berniat sengaja memakai gaun putih itu bukan?" tanya Nayeon, mereka tengah bersiap di meja rias saat ini.


Senyum Suzy mengembang mendengar sindiran tersirat sepupu nya itu. "Tidak kok, aku memang mau memakai ini. Ahya, kamu dan Jimin pergi duluan saja. Aku akan pergi dengan Jiyeon."


"Hallow, it's almost six years Nayeon-ah. Kamu pikir aku belum move-on apa?" ia berdalih.


Kenyataannya, Suzy masih belum move on. Harga dirinya terluka sebab Kai satu-satunya pria yang mencampakkan nya.


Ball Room tempat acara yang dipakai terhias berbagai ornamen bunga berwarna silver-pink. Kedua pasangan yang tengah berbahagia di atas panggung utama tersebut sibuk menyalami banyak ucapan selamat dari para tamu.


Suzy masih betah berdiri di depan meja hidangan, dalam genggamannya segelas margarita tersisa setengah. Jiyeon sedang ke kamar kecil, sementara Nayeon dan Jimin sudah naik ke panggung bersama banyak teman sealumni mereka berfoto ria. Acara pernikahan kini berubah menjadi ajang temu kangen serupa reuni.


Sesak sendiri.


Lelaki yang jadi mempelai di sana ialah sosok yang melekat dalam ingatan. Beruntung harga dirinya menahan untuk tidak meraung. Kai terlihat sangat tampan, senyum hangatnya tak henti membingkai wajah. Senyum yang dulunya sering Suzy dapati juga bibir yang masih ia ingat betul cita rasanya.


Tidak berniat naik ke panggung utama dan bersalaman, Suzy tak mau. Hanya datang untuk memperjelas pada orang lain bahwa ia baik-baik saja. Ya, dari luar nampak begitu tegar namun sesuatu dalam dirinya tengah tercabik pilu.


Menghadiri pernikahan mantan kekasih yang dulunya pernah mengumbar janji akan bersama itu sangatlah perih. Diteguk nya gelas bening berisi margarita tersebut hingga tandas guna membasahi kerongkongan yang terus saja panas.


Sementara di meja bundar yang lain,


Teman-teman Kai di sana. Para kumpulan lelaki yang dulu dan sekarang masih saja terlihat paling mencuri perhatian.


Taemin kini bekerja mewarisi bank swasta yang dikelola keluarga. Jimin yang baru bergabung tengah mengembangkan usaha di bidang properti. Sementara Taehyung kini sukses mendirikan perusahaan game online yang kian menggurita bahkan tengah merambah pasar Jepang. Mereka sekarang menjadi para jutawan muda yang tampan. Meskipun saling sibuk, namun keempatnya akan bertemu untuk menyalurkan hobi lama di masa sekolah sebagai fotografer.


Masing-masing di tangan ketiganya tengah memegang lensa kamera ber kwalitas bagus. Sesuai janji, jika di antara mereka ada yang menikah maka yang lain akan jadi juru foto secara free.


"Bidikan mu masih bagus Tae, padahal yang kamu potret itu gadis yang dulunya jadi pemuja mu." Taemin berujar sambil memeriksa kamera milik Taehyung.


Yang diajak bicara hanya terkekeh pelan, lelaki tersebut sangat luar biasa dalam pembawaan diri. Terlihat santai dan berkharisma.


Taehyung pun tidak menduga Kai akan menikahi Jenni.


"Suzy nuna juga hadir, aku memotret candid nya. Ia tak mau naik kesana." Jimin menimpali, ia memamerkan hasil bidikannya pada Taemin. Lelaki dengan bibir tebal tersebut mencondongkan tubuh pada Jimin. "Hm, dia memang objek menakjubkan. Diamnya saja sudah bagus untuk di potret."


Taehyung mengeluarkan sebatang rokok dari dalam tas selempang, hendak menyalakannya namun ditegur Jimin. "Yyak, tidak boleh merokok di sini."


Si tampan itu lupa bahwa ia tengah dalam gedung resepsi. Taehyung tak terlalu candu, biasanya hanya akan merokok jika tengah bosan saja. Dia lebih gemar duduk di depan monitor sambil merancang game baru yang bisa menarik pasar hingga menghasilkan pundi-pundi uang melimpah.


"Hehhe, aku keluar sebentar kalau begitu." Langkahnya berjalan gontai menuju pintu belakang, ia butuh merokok.


Tak ada yang tahu seperti apa perasaan Kim Taehyung. Ia menyimpan bagian Jenni sebagai hal terbaik yang akan ia miliki nanti. Memilih diam atas ungkapan suka Jenni selama ini. Bukannya tak tahu, Taehyung memendamnya. Ia ingin sukses lebih dulu baru lah mengklaim Jenni dengan bangga.


Senyum tampannya masih terpasang membentengi diri. Kini ia tengah menyender pada dinding beton gedung belakang sambil menghabiskan sebatang rokok menthol di tangan. Terlihat asapnya naik setinggi kepala lalu menguar di udara.


Taehyung terus menghisap rokoknya seakan kepulan asap dari hidung dan mulut itu membantunya mengeluarkan kecamuk pikiran.


"Argh!"


Pekikan seorang gadis mencuri atensi Taehyung, ia menghisap rokoknya yang tinggal seujung lalu melemparnya ke tanah. Menginjak sisa bara api sebentar agar padam barulah menyusul sumber suara.


Langkah besarnya tiba di tikungan belakang, terlihat seorang gadis jatuh dengan posisi terjerembab ke tanah. Gaun putihnya yang panjang terinjak oleh high heels dengan tinggi 7 senti yang dikenakan. Ia jatuh dan tentu saja hasilnya terkilir.


"Are u okay?" Taehyung ingin membantunya yang kesusahan bangkit, terdengar ringisan oleh si wanita yang kini ganti teriak kesal.


"Kau tidak lihat aku ini terjatuh hah? tentu saja aku tidak baik. Aku, aku tidak baik tau. Aku terluka hiks. Aku tidak baik-baik saja!" Ia menangis kemudian menyalahkan tubuhnya yang terjatuh, padahal tidak. Ia tengah menangisi hal lain.


Wajah Taehyung terlihat bingung. Rupa si gadis masih tertutupi rambutnya yang terurai curly. Taehyung tak tahu siapa di hadapan ini, begitu cengeng padahal hanya terjatuh pikirnya.


Hingga gadis itu mendongak mata mereka bertemu, saling menatap tertegun sebelum akhirnya mengucapkan suku kata yang sama.


"Kamu!"


Suzy hendak bangkit kembali meski tak kuasa hingga Taehyung turun tangan menggendong nya tanpa aba juga persetujuan. Taehyung tentu familiar dengan Suzy meski mereka jarang ada kesempatan bicara dulunya. Namun ia ingat Suzy pernah merajut asmara dengan sahabatnya, Kai.


"Dimana mobilmu? aku akan mengantarmu ke rumah sakit agar di tangani dengan benar."


Suzy tidak menolak, ia butuh pertolongan saat ini. Sontak ia mengalungkan kedua lengannya di leher Taehyung. Lelaki itu memiliki harum yang unik, parfumnya berpadu dengan sisa asap rokok.


"Aku ikut teman kemari, kamu bisa panggilkan taksi saja di depan nanti."


"Ya sudah, ikut pulang denganku. Aku akan menolong mu."


Taehyung tersenyum tampan, ia juga tertolong agar ada alasan bisa bergegas keluar dari acara resepsi ini. Keduanya sama-sama di pihak terluka. Tidak menyangka orang yang di inginkan menjadi jodohnya justru berjodoh dengan yang lain.


#cerita ini saya pindahkan ke aplikasi joyalada dengan akun (annazwi) silahkan berkunjung ya. terima kasih.