Love Code

Love Code
kumat nya Esha



lalu abang dan adek itu pun pulang


kemudian Esha membuka pintu dan keadaan masih sepi karna bunda nya masih urusan kerjaan di luar kota


deg


" telinga gue sakit banget " ucap Esha sambil memegang kedua telinga nya yang kembali berdengung kencang, kencang dan makin ke sini ia tak mendengar suara dengungan lagi atau suara apa pun dan penglihatan sekian menghilang


"argghhh " teriak Esha yang terjatuh di lantai dan membuat Juna kaget lalu ia lari ke arah adek nya


" dek " teriak Juna histeris tapi tak di dengar Esha yang masih tantrum itu lalu karna tak ada jawaban ia pun menggendong sang adik


ala Bridal Style menuju suatu ruangan peredam suara yang berkedok perpustakaan itu yang dari dulu khusus untuk Esha karna dari dulu ia harus di jauhkan dari suara berisik dan dia harus di tempat kan yang sunyi agar telinga nya kembali seperti biasa


lalu di perpustakaan yang di fasilitasi selayak nya kamar tapi bukan sekali buka ada ranjang nya tapi harus lewat pintu rahasia yang terletak di belakang para rak rak buku itu


Juna membaringkan Esha yang sedang tak melihat, mendengar apa pun ia hanya mengandalkan indra perabah nya saja


lalu jemari Juna menempel di telapak tangan Esha memberi isyarat dengan sistem tulisan sentuh atau yang terkenal dengan Braille


" Aesha ini di ruang istimewa punya kamu " ujar nya menggunakan isyarat Braille dengan lancar, karna bagi nya itu sudah biasa kalau ga ayah nya dan dia pengganti nya


" iya, mksih " ujar Esha lalu ia memejamkan mata nya agar esok bisa sembuh


lalu Juna menyentuh telapak nya lagi


" abang keluar ya "


" iya " jawab Esha lemah


Juna pun keluar dengan perasaan berat tapi kalau dia ga segera keluar, Esha ga bisa istirahat


" gue kasian sama lu Aes " monolog Juna


sedangkan di ruangan sunyi tak ada suara Esha yang tadi nya ingin tidur akhirnya tak jadi karna indra penglihatan sudah terlihat walau masih buram


tangan Esha mencekram ujung baju nya yang over size itu lalu ia teriak sekuat tenaga


" Arggggghhhhhhh, gue benci lemah !?!!!" teriak Esha menggema di ruangan itu saja


bulir bulir air mata nya turun membasahi pipi nya dan sekian wajah nya merah karna terlalu sering menangis


" hiks... hiks.... gue capek tuhan !!!" teriak nya lagi


"apa kurang puas kau menghukum ku " teriak Esha yang ini lebih kenceng tapi itu tak terdengar di telinga nya


siang pun berganti sore dan sore menuju petang jam silir berganti seperti matahari yang di kelilingi oleh beberapa planet dan bulan serta Bintang pun bertebaran


Arjuna mendorong rak buku itu dengan pelan dan terlihat Esha yang sedang menatap langit langit atap yang hitam nan pekat


lalu Juna duduk di tepi ranjang dan itu baru itu mengkagetkan Esha, lalu Esha menatap Juna dengan membawa beberapa makanan untuk nya


" gue ga mau makan " Ujar Esha, lalu Juna mengelus elus kepala Esha dengan sayang


"lu inget dulu kita kecil pernah taruan untuk makan kalau ada yang ga makan dia akan menerima hukuman selama seminggu, dan pada akhirnya gue yang kalah karna harus belajar, lu itu yang kuat walau masih fokus belajar tapi lu ga pernah lupa untuk makan, juga dulu di saat kek gini lu paling optimis untuk sehat..., mana Esha yang dulu yang selalu berpikir positif dan ga mikir untuk mundur, di mana lu yang dulu yang selalu makan di setiap ada masalah atau ga ada masalah !!!!, gue cuman ingin lu sehat gitu aja " Ujar Juna


" tapi gue ga mau sehat, gue pingin nyusul Ayah ke sana !!! " jawab Esha dan membuat dia kaget karna tadi siang Esha tka bisa mendengarkan apa pun


" kalau lu nyusul Ayah terus gimana sama gue ?" tanya Juna


" tinggal bunuh diri aja sono, bodoamat gue sama hidup lu" cerocos datar Esha


" nah gini dong, perbanyak nyerocos dari pada ngalamun kan enak di dengerin nya " ujar senang Juna lalu ia membantu adek nya duduk


" Alhamdulillah ya udah bisa denger lagi " lanjut Juna


" nah makan " ujar Juna menyodorkan makanan nya


"alah abang, di bilangin mulut gue pahit kok " teriak Esha


" sedikit aja " bujuk Juna


" nanti gue kasih laptop gue deh yang baru " tawar Juna


" oke deal, gue bakalan makan sampe piring nya habis " ucap Esha


" cih ngelawak..., ga jadi lu " ejek Juna


" ck biarin aja !!!"


...…...


pagi hari nya Esha sudah bangun dari tidur nya ia bejalan memanggil sang bunda nya


" bunda, bunda !!!" teriak Esha tapi tak ada yang menjawab


" bunda " ucap Esha sedikit pelan karna saat ia memanggil ia melihat seseorang yang tidur di sofa dekat dengan ruangan istimewa Esha itu yang tak lain sang abang


" bang Juna " panggil Esha kala mengoyangkan tubuh Arjuna


" emmm " gumam Juna


" bangun buatin sarapan, gue laper bang !!!" rengek Esha lalu mau tak mau ia kudu melek, rencana nya hari ini kan weekend mau bangun siang malah di bangunin oleh adek nya


" hmmm yayaya gue mau cuci muka dulu " ucap suara khas orang tidur itu lalu Juna berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamar nya


skip


Juna masak penuh dengan keestetikan itu ia memasak makanan yang kadar garam nya sedikit dan itu yang di butuhkan Esha saat ini


lalu ia memenggil Esha yang sedang main dengan ponsel nya


" dek makan nih !!!!" teriak Juna dan karna si telinga peka Esha, ia pun mendengar jeritan sang abang


" yayayay bang " balas nya sambil berjalan menuju ruang makan


di ruang makan hanya mereka berdua saja


" bang, bunda balik nya kapan sih ? "tanya Esha


" kagak tau " jawab santai Juna


" lah kok kan, ? ini weekend kenapa ga pulang " tanya Esha sedikit emosi


" dah lah dek lu ga perlu marah marah nanti lu ga bisa atur emosi jadi nya meledak ledak, gue dapet info dari bunda waktu itu pas tanggal merah lu kan ga pulang karna temen temen lu tau karna emosi lu yang sering meledak apa laagi liat bunda mau nikah lagi pasti emosi lu bakalan tambah meledak makanya temen lu ga bawa lu pulang !!!" ujar Juna


Fyi selain memakan makanan berkadar garam tinggi, emosi yang sulit di atur juga termasuk penyebab kumat nya Esha, dan untung nya Esha cewek pasti nya ga ngerokok karna merokok menyebabkan penyakit itu semakin memburuk


" mereka ga tau tentang penyakit ini bang " jawab Esha datar


" mereka emang ga tau tapi mereka tau kalau lu susah kontrol emosi"


.........


notes : jika ada kesalahan dalam penulisan atau penulisan artikel yang salah dan ga masuk akal, karna ini hanya cerita dari sudut pandang penulis saja


... Happy reading ~...


plis tinggalkan jejak anda sekalian